
Ahmad tidak peduli dengan keadaannya yang kurang sehat. Arman tetap pergi mencari udara segar di luar sana. Hujan turun semakin deras saja yang membuat pandangan matanya kabur dan kepalanya sedikit pusing.
Hingga di perempatan jalan depan tiba-tiba muncul kendaraan yang lajunya sangat kencang. Arman tidak mampu mengendalikan dengan baik mobilnya. Hingga kecelakaan pun tak terelakkan.
Mobil Arman menabrak tiang listrik hingga mobilnya mengalami kerusakan parah. Seseorang yang sedang berjalan membawa kantong kresek berlari ke arah mobil Arman.
Lampu mobil yang dipakai Armand terus berkedip kedip. Tiang listrik menjadi sasaran empuk dari kecelakaan tersebut.
Keadaan dan kondisi yang tidak stabil dan pengaruh derasnya hujan membuat kecelakaan tersebut tidak terelakkan lagi. Mobil Arman menabrak tiang listrik hingga terbalik.
Sedangkan pengendara mobil yang menyebabkan Arman kecelakaan hanya lecet sedikit dan berhasil kabur dari tempat kejadian kecelakaan. Seorang perempuan yang membawa payung di tangan kanannya dan kantong kresek di tangan kirinya yang sedang berjalan dibawah guyuran air hujan karena ingin membuang sampah tanpa sengaja melihat kejadian kecelakaan tersebut.
Perempuan tersebut berlari dengan kencang untuk menolong korban kecelakaan.
"Ya Allah apa yang terjadi, kenapa bisa seperti ini?." tanyanya pada dirinya sendiri.
Karina memeriksa segala penjuru mobil untuk mengecek adanya korban jiwa. Tapi karena keadaan yang tidak memungkinkan sehingga pandangan Karina terbatas. Mobil yang terguling dan terbalik mengenai tiang itu pintu mobilnya terkunci.
Karina sudah berusaha untuk menarik pintu itu tapi hasilnya sia-sia saja. Karina mendekatkan wajahnya ke kaca mobil bagian supir dengan berjongkok melihat seseorang yang dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan bersimbah darah di bagian kepalanya.
__ADS_1
"Kasihan sekali dengan pengemudi mobil sport itu, semoga saja masih hidup, aku harus mencari bantuan untuk segera menyelamatkan nyawanya," gumamnya Karina.
Karina pun berdiri lalu berlari mencari bantuan. Karena sudah tengah malam jarang ada masyarakat yang terjaga dari tidurnya. Karina segera mencari bantuan ke pos ronda, biasanya di tempat itu pemuda banyak yang belum tidur karena main bareng mabar game online.
Dengan payung yang masih berada di dalam genggamannya, Karina semakin mempercepat langkahnya setelah melihat masih ada beberapa pemuda yang berjaga di pos Ronda tersebut.
"Tolong... tolong ada orang yang mengalami kecelakaan di ujung perempatan jalan, mobilnya terbalik, tolong saya untuk membantu mengeluarkan Korban tersebut!!" Teriaknya Karina dengan nafas yang memburu dan ngos-ngosan.
"Di mana kejadiannya?" tanya seorang pemuda.
"Di depan dekat jalan belokan ke arah kompleks kita, ayo cepat kasihan korbannya," jawabnya Karina lagi.
"Ya ampun ini mobil parah banget kondisinya," ucap pemuda A.
"Mobil mahal loh ini, lihat saja bannya," ucap si B.
"Iya aku yakin pemiliknya pasti anak sultan nih," timpal C yang mengamati dengan seksama mobilnya Armand.
Karina heran melihat pemuda itu yang hanya sibuk mengamati mobil tersebut tanpa ingin menolong sopir korban kecelakaan tersebut.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan haaaa!! hanya sibuk dengan harga mobilnya, kalau kalian penasaran nanti kita tanyakan kepada pemiliknya tapi selamatkan dulu korbannya kasihan jangan sampai dia mati," lirihnya Karina.
Para pemuda tersebut berusaha untuk membuka pintu mobilnya Arman dan ada yang segera mengambil motor beserta jas hujannya.
Dengan susah payah akhirnya pintunya pun terbuka dan mereka mengeluarkan korban tersebut. Karina kaget melihat siapa korban kecelakaan tersebut. Ternyata korbannya adalah Arman.
"Ayo cepat naikkan ke atas motor sebelum terlambat dan jangan lupa pakaikan mantel hujannya," titah Karina.
Karina yang membawa motor tersebut dan seorang pemuda di belakang yang membantu untuk memegang Arman sedangkan lainnya ikut menyusul mereka ke rumah sakit.
Dibawah guyuran air hujan Karina melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karena takut jika nyawa Arman tidak bisa ditolong lagi.
Untungnya jarak dari tempat kejadian dengan rumah sakit tidak terlalu jauh. Karina mengemudikan motornya hingga di depan pintu masuk rumah sakit lalu berteriak minta tolong.
"Tolonggg…!! Perawat tolong kami!!" Pekiknya Karina.
Perawat yang lagi jaga segera membantu Karina dan pemuda itu untuk menaikkan tubuh Arman ke atas bangkar rumah sakit lalu mendorongnya. Karina dan beberapa pemuda itu ikut mendorong Arman hingga ke depan pintu ruangan operasi.
"Cukup di sini saja, kalian menunggu di luar," cegah suster yang mencegah Karina dan pemuda tersebut untuk masuk ke dalam ruangan dengan cara menghalau mereka dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Mereka pun menuruti perkataan perawat tadi. Dokter pun segera masuk ke dalam ruang operasi. Hingga beberapa jam operasinya belum juga selesai. Karina mondar mandir di depan pintu ruang operasi seperti setrikaan saja.