
Happy Reading..
Zack tersenyum setelah melihat dengan jelas siapa gadis yang berani itu. Zack berjalan ke arah Key berada. Jefri sudah tersungkur ke atas lantai yang cukup dingin itu. Key lalu jongkok di hadapan Jefri lalu memegang dagunya Jefri.
"Ingat jangan samakan aku dengan perempuan lainnya yang mudah kamu sentuh sesukamu, dan sekali lagi kamu macam-macam Aku tidak akan segan-segan akan mematahkan tanganmu ini," bentaknya dengan ketegasan yang tak terbantahkan.
Key berdiri dari hadapan Jefri yang meringis kesakitan. Zack lalu menarik tangan Key lalu berlari ke arah pintu. Key menatap dengan baik wajah dari pria yang menarik tangan kirinya.
Semua mata tertuju kepada aksi heroik dari seorang perempuan yang masih muda. Rambutnya bergoyang seiring dengan bergerak dan meliuk-liuk ke kiri dan ke kanan tubuhnya yang indah dan gemulai itu.
Tidak terkecuali dengan Zack berserta temannya. Zack tersenyum setelah melihat dengan jelas siapa gadis pemberani itu. Zack kemudian memilih untuk berjalan ke arah Key berada, setelah berhasil meneguk sisa tegukan minumannya di dalam gelas itu.
"Gadisku memang luar biasa," gumamnya dengan senyuman smirknya.
Zack berjalan sempoyongan ke arah Key, temannya berusaha untuk mencegah Zack agar tidak mencampuri urusan Pria itu. Mereka sangat tahu siapa Jefry dan melupakan dan tidak mengetahui siapa Zack sebenarnya.
"Zack kamu mau ke mana?" tanya Edward yang berusaha menahan dan mencegah tubuhnya Zack yang akan melangkah meninggalkan mereka.
Edward memegang tangannya Zack tapi, Zack menepis tangannya Edwar dengan sedikit kasar hingga tidak ada lagi yang berniat untuk menghalangi Zack untuk pergi sesuka hatinya.l
"Lepaskan!!" teriak Zack Lee yang sudah mabuk.
Davis memberikan kode kepada Edward untuk berhenti dan jangan menghalangi apa yang dilakukan oleh Zack. Davis menggelengkan kepalanya ke arah Edward. Hanya beberapa kali pukulan saja yang dilayangkan oleh Key, ke tubuh bagian tengahnya Jefri.
Jefri sudah tersungkur ke atas lantai yang cukup dingin itu. Key lalu jongkok di hadapan Jefri lalu memegang dagunya Jefri.
"Ingat baik-baik!! jangan samakan aku dengan perempuan lainnya yang mudah kamu sentuh sesukamu," geramnya Keyna sambil memegang dagunya Jeffry.
Jefri meringis kesakitan disaat Key memegang dengan kuat dagu lancip itu.
"Sekali lagi Kamu macam-macam!! Aku tidak akan segan-segan mematahkan tanganmu ini," bentaknya lagi dengan sedikit ancaman.
__ADS_1
Key menghempaskan tangan Jefri dengan kasarnya. Dia berdiri dari hadapan Jefri yang meringis kesakitan. Zack berdiri di belakang Key, lalu menarik tangan Key.
"Hey stop!!," Key berusaha untuk meronta dengan sekuat tenaga tapi usahanya sedikit tidak berhasil.
"Siapa Ka..?" ucapannya terhenti ketika melihat dan sudah menyadari siapa orang yang berani menarik tangannya tanpa persetujuan terlebih dahulu darinya.
Key menatap dengan seksama wajah dari pria yang menarik tangan kirinya itu. Dia tidak menyangka jika anda pria yang selalu dia idamkan, impikan dan sayangi lah yang menarik tangannya.
Zack tanpa peduli dengan sekitarnya dia menarik tengkuk leher jenjangnya Key dengan sedikit kuat. Zack tanpa permisi mencium dan ******* bibir seksi dan sedikit tebal milik Keyna dengan rakusnya.
Nafas mereka memburu, keduanya sudah melupakan dimana mereka berada. Tatapan mata nyalang dari beberapa orang pengunjung bar tersebut langsung mengalihkan perhatiannya dan kembali ke aktifitasnya semula.
Pasokan udara sudah semakin menipis hingga Zack memutuskan ciuman mereka. Zack kemudian menarik tangan Key dengan cukup kuat dengan langkah kaki yang cukup panjang.
Key tidak menolak atau pun memberontak apa pun yang dilakukan oleh Zack di atas tubuhnya. Semakin menjauh dari dalam Club itu, langkah mereka melambat hingga ke Parkiran khusus mobil.
"Zack gimana dengan mobilku?" tanya Key yang memikirkan keadaan mobilnya.
Zack terlebih dahulu menatap ke arah Key tanpa ada niat untuk menjawab pertanyaan dari Key. Ia malah mencari hpnya di atas dasbornya. Hingga mengutak-atik isi dari atas dasboard mobilnya tersebut Key heran melihat Zack Lee yang seperti sedang kebingungan mencari sesuatu.
"Kamu cukup diam saja tanpa ada suara sedikit pun," ucap Zack dengan meletakkan jari telunjuknya di atas bibir seksinya Key yang sedikit berisi itu.
Hp yang sedari tadi dia cari ternyata ada di kantong celananya. Ia segera menghubungi nomor temannya yang masih di Club malam.
"Edward tolong antar mobil Alphard Vellfire warna merah ke Apartemenku, kuncinya ada di Security."
Temannya belum berbicara sepatah kata pun untuk menjawab panggilan telponnya, Zack sudah mematikan sambungan teleponnya.
Edward hanya geleng-geleng kepala saja dengan tingkah temannya itu. Mereka melanjutkan acara minumnya walaupun tanpa kehadiran Zack di tengah-tengah mereka.
"Zack, biar aku yang bawa mobilnya, Kamu sepertinya tidak dalam kondisi yang ba...." Ucapannya terpotong.
__ADS_1
Ucapannya Key terpotong karena Zack langsung menutup mulutnya Key menggunakan bibirnya. Mereka kembali berciuman dengan panasnya. Mereka beradu Saliva dan lidah hingga sangat memabukkan. Zack memiringkan sedikit kepalanya, sedangkan Key terbelalak melihat Zack yang menciumnya secara spontan tanpa memberikan aba-aba apa pun itu.
Key tidak tahu harus berbuat apa karena ini adalah pengalaman pertamanya jadi tak tahu harus berbuat apa-apa. Dalam hatinya Key sebenarnya sudah bersorak kegirangan saking bahagianya seakan-akan dia akan terbang tinggi.
...****************...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Tetap dukung My Queen Heart dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika ada kesalahan dalam pengetikannya atau Typonya...