Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 91. Keputusan


__ADS_3

"Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun karena yang menyukaimu Tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu."


Keikhlasan mengantarkan kamu ke pintu yang dinamakan kesuksesan.


Bukan karena dia kuat, tapi karena Tuhan yang maha kuat bersama dengan langkahnya.


Kebahagiaan tidak selamanya dilihat dari segi banyaknya materi dan harta yang Kamu miliki, tapi bagaimana Kamu bisa membuat dan melihat senyuman yang tercipta dari orang-orang yang Kamu sayangi.


Eliana memantapkan hati dan pikirannya agar sejalan sehingga bisa menentukan pilihan jalan yang akan mereka lalui nantinya.


"Bismillahirrahmanirrahim, kita ke Makassar," jawabnya dengan penuh keyakinan dan tidak ada sedikit pun keraguan di dalamnya.


Kesungguhan dan keseriusan itu terpatri di mimik wajahnya. Key yang melihat Momsnya meneteskan air matanya.


Raditya kedua matanya memerah entah menahan amarahnya atau menahan kesedihannya, hanya dia yang tahu dengan Sang Pencipta semata.


"Aku tahu apa yang Mommy rasakan, aku pernah melihat Mommy dipukuli oleh Daddy, tapi Mommy sangat baik menutupi kelakuan Daddy dengan sangat baik, Mommy terlalu sabar dan baik," batinnya Raditya.


Raditya sesekali menatap ke arah Mommynya melalui kaca spion mobilnya.


"Raditya, stop depan yah sayang," perintahnya yang memegang pundak putranya.


"Kok kita harus berhenti di depan sih Kok?" ucapnya yang keheranan atas perintah sekaligus permintaan Mommynya.


"Kalian harus ganti hp dan nomor sekalian dan ingat beli kartu perdananya yang sudah di daftar sebelumnya," pintanya di depan anaknya.


Mobil mereka sudah berhenti di depan sebuah konter hp dan pulsa. Mereka akan menjual hp mereka lalu membeli kartu dan nomor baru sekaligus.


"Salin kontak yang sangat penting saja ke kartu perdana Kamu dan hapus semua data Hp kalian apa pun itu."


Eliana kemudian keluar dari mobilnya dan berjalan penuh keanggunan layaknya wanita bangsawan. Kebiasaan dan sikap seperti itu sudah tertanam pada dirinya sejak kecil.


Sedih, kecewa, sakit, terluka dan hancur sudah menjadi makanan sehari-harinya selama tiga tahun terakhir ini.


Sejak Suaminya mengenal keluarga besar Jefri sehingga perlahan sifatnya sangat berubah total dan drastis.


Mereka berjalan sambil memperhatikan keadaan jalan. Mereka tidak ingin jika nantinya ada kelurganya yang melihat mereka, apa lagi salah satu dari anak buah Mark.

__ADS_1


"Baik Moms," jawabnya mereka.


Setelah bertransaksi dengan pemilik Conter dan sudah menyelesaikan semua sesuai petunjuk yang diberikan oleh Eliana. Hanya sekitar lima menit setelah mereka beli hp baru, orang yang akan membeli mobilnya juga sudah datang. Di dalam genggamannya terdapat koper hitam yang penuh dengan uang.


"Makasih banyak Pak."


"Sama-sama, kalau masih ada Mobil yang ingin Nyonya jual telpon saya saja," dengan senyuman ramahnya.


"Setelah ini kita ke Pelabuhan Moms?" tanya Zack Lee.


"Iya, kalau masalah pakaian nanti kita belinya di atas kapal dulu, gak apa-apa untuk sementara waktu kita pakai pakaian biasa saja dahulu."


"Aku pesan Gocar yah Moms," Key sudah mengutak-atik hpnya lalu menghubungi Gocar tersebut.


Eliana hanya menganggukkan kepalanya. Beberapa saat kemudian, mobil yang mereka pesan sudah datang. Satu persatu mereka masuk ke dalam mobil tersebut.


Malam yang sudah larut tidak menyurutkan niatnya untuk berangkat ke Pelabuhan. Eliana sedikit pun tidak akan membalik tubuhnya ke belakang.


Cukup sudah penderitaan yang dia alami. Mulai detik ini dia ingin membuka lembaran baru dalam hidupnya.


Hp Eliana berdering, dia segera mengangkat telponnya.


"Waalaikum salam, maaf Nyonya, surat cerai yang ibu minta itu sudah jadi hanya membutuhkan tanda tangan Nyonya saja."


"Bagaimana kalau berkasnya bapak bawa ke Jalan xx sekarang juga, kalau bisa karena saya akan kembali ke Inggris," jawabnya sedikit bohong agar tidak ada yang mengetahui di mana keberadaan mereka.


"Oke Nyonya sekitar lima menit saya akan tiba, kebetulan saya tidak jauh dari tempat Nyonya sekarang," balasnya.


"Aku tunggu bapak kalau gitu, makasih banyak atas bantuannya Pak."


"Sama-sama Nyonya."


"Kalian tunggu di Kafe seberang jalan di jalan X saja, Mommy takut jika pengacara itu nantinya akan melihat kalian."


"Baik Moms."


"Maaf ya Pak, turunkan Kami di jalan di depan saja," sedikit teriak Eliana.

__ADS_1


"Baik Bu," jawab driver ojol tersebut.


Mobil yang mereka tumpangi berhenti di pinggir jalan pas depan Kafe tempat janjian mereka bersama dengan pengacara yang urus perceraiannya.


Di hari kedatangannya di Indonesia, Elliana sudah mantap dan memutuskan untuk menggugat cerai suaminya dengan banyaknya bukti yang cukup untuk melakukan hal itu.


Bukti yang paling buat dia sedih dan kecewa adalah Mark bermain perempuan bahkan hampir setiap hari. Tapi, Eliana tidak ingin mengatakan hal ini kepada pihak pengacaranya dan terutama kepada anggota keluarganya.


Bukti itu dia peroleh dari detektif yang dia sewa selama ini. Hancur sangat hancur berkeping-keping hingga tak tersisa.


......................


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya:



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2