
"Ayok kita segera bawa Ibu ke rumah sakit terlebih dahulu," pintanya Arman yang langsung menggendong tubuh renta ibunya Karina.
"Ibu harus kuat kita akan ke rumah sakit," ucap Karina yang sudah membantu ibunya untuk mencegah pendarahan yang semakin parah dan semakin banyak darah yang mengalir.
"Maafkan Ibu Karina yang selama ini belum bisa membahagiakan kamu nak, Ibu hanya bisa menyusahkanmu saja," ratapnya Bu lestari ibunya Karina yang kondisinya semakin lemah saja.
"Ibu tidak perlu minta maaf, Ibu tidak punya salah sedikit pun sama Karina, Ibu adalah Ibu yang paling terbaik yang ada di dunia ini," sanggahnya Karina yang sekuat tenaga mencegah air matanya.
"I....bu tii....dak kuat la...gi Ka...ri..na," ujarnya Ibu Lestari yang sudah sulit untuk bernafas dan nafasnya semakin tersengal.
"Tuan muda cepat sedikit bawa mobilnya!!" Teriak Karina dari kursi belakang.
Arman semakin mempercepat laju kecepatan mobilnya. Hingga mobilnya sudah sampai di depan UGD rumah sakit. Arman langsung membuka pintu mobilnya dan bergegas kembali menggendong tubuh ibu Lestari langsung ke dalam ruangan unit gawat darurat.
"Tolong bapak menunggu di luar saja, kami akan segera menangani pasien," Ucap perawat tersebut yang berusaha untuk mengusir Arman dari ruangan UGD.
Tapi tangannya digenggam kuat oleh Ibu Lestari sehingga dokter dan suster yang ada akhirnya membiarkan Arman di dalam ruangan tersebut.
"Nak to....long ja...ga Ka..rina putri ibu dan i..bu mo...hon huhuhu," ucapan Ibu lestari yang sudah susah untuk keluar dan semakin sulit untuk bernafas lagi dan kadang batuk.
"Ibu harus kuat ibu pasti akan selamat dan kembali berkumpul dengan anak-anak Ibu," ucap Arman yang ikut menangis melihat kondisi ibu Lestari.
Sedangkan Karina mondar mandir di depan UGD antara khawatir dengan kondisi ibunya dan juga adiknya. Karina sudah tak hentinya menangis tersedu-sedu dan tak lupa berdoa untuk keselamatan Ibunya.
"Nak ibu mohon jaga Karina dan tolonglah cari adiknya Karina," pintanya Ibu Lestari yang sudah tidak jelas bicaranya.
"Arman janji akan menjaga Karina dan mencari adik-adiknya Karina secepatnya, ibu tidak perlu khawatir bahkan Arman akan menikahi Karina setelah idul fitri Bu jadi Ibu harus tenang dan berusaha untuk sembuh agar melihat Karina menikah," ucap Arman.
__ADS_1
Ada perasaan lega dan tenang setelah mendengar penjelasan dari Arman. Perlahan ibu Lestari menutup matanya sambil mengucap kata.
"La... Ilaha... iillallah…" ucapan terakhir yang mampu diucapkan oleh Ibu Lestari sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
Dokter yang melihat kejadian tersebut segera memeriksa secara menyeluruh kondisi ibu Lestari dan dokter hanya menggelengkan kepalanya tanda Ibu Lestari telah tiada.
Karina pun segera dipanggil oleh Arman untuk melihat kondisi ibunya terakhir kalinya sebelum jenazah ibunya dibawa pulang ke rumah Karina histeris setelah mengetahui kalau ibunya sudah tiada dan meninggalkan dirinya untuk selamanya.
"Ibu pasti masih hidup Tuan Muda, Aku yakin Ibu hanya pingsan saja nanti juga akan sadar, iya kan dokter?" Pungkas Karina yang memegang tangan dokter tersebut.
"Maafkan kami, kami sudah berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan nyawa ibu Anda tapi Tuhan berkehendak lain," jelas dokter tersebut.
Kau minta apa akan aku turuti
Walau harus aku terlelah dan letih
Ini demi kamu, sayang
Aku tak akan berhenti menemani dan menyanyagimu
Hingga matahari tak terbit lagi
Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdoa pada ilahi
Tahukah kamu apa yang ku pinta
Di setiap doa sepanjang hariku?
__ADS_1
Tuhan, tolong aku, tolong jaga dia
Tuhan, aku sayang dia
Aku tak akan berhenti menemani dan menyayangimu
Hingga matahari tak terbit lagi
Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdoa pada ilahi
...Oh
...Aku tak akan berhenti menemani dan menyayangimu
Hingga matahari tak terbit lagi
Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdoa pada ilahi
Wali kangen band..
Karina terperosok ke lantai dan langsung terjatuh. Untung saja Arman cepat tanggap dan segera membantu Karina agar tubuhnya tidak menyentuh lantai.
"Karina kamu harus kuat dan sabar menghadapi semua ini, ingat pesan ibu kamu yang terakhir kalinya dan kita harus segera mencari keberadaan adik kamu" ucap Arman agar Karina segera bangkit dari kesedihannya.
"Aku tidak punya Ibu lagi Tuan, Aku sudah menjadi anak yatim piatu," ratap Karina Larasati Ahmad.
Arman hanya bisa memeluk tubuh Karina untuk memberikan kekuatan moril agar tidak semakin terpuruk dalam kesedihannya.
__ADS_1
Arman segera menghubungi anak buahnya untuk mengurus segala keperluan untuk pemakaman ibu Lestari dan segera mencari keberadaan adik-adiknya Karina.
Ibu Elisabeth dan pak Hendry pun sudah datang ke rumah sakit dan meminta untuk jenazah mamanya Karina di bawah ke Paviliun yang ada di belakang Villa untuk segera diurus segala macam keperluan pemakamannya.