Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 126


__ADS_3

Setiap manusia memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk bahagia. Mereka memiliki peluang untuk merubah dan meraih mimpi indahnya.


List tersenyum ke arah tiga pria yang berbeda generasi tersebut. Listi tidak ingin mengikuti hawa nafsunya dan mementingkan kepentingan pribadi semata.


Mulai detik ini dia sudah bertekad untuk memulai hidup yang baru tanpa ada bayang-bayang masa lalunya.


"Tante apa semuanya sudah selesai?" Tanya Zi setelah melihat kedatangan Lesti.


"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar sesuai yang kita harapkan, dan katanya Pak polisi besok Roy akan digiring ke Kantor Polisi," jelasnya.


"Syukur Alhamdulillah kalau gitu Tante, makasih banyak Uncle Kami akan segera pulang kasihan Tante Listi yang butuh istirahat," terangnya.


"Sama-sama,ingat ucapan Uncle berpikirlah dengan matang jika hendak ingin mengambil keputusan apa pun itu."


"Siap Uncle Emre, uncle Dimas, Zi pamit dulu ngantuk sudah," tuturnya.


"Okey, hati-hati di jalan jangan ngebut gak apa-apa lambat yang ada penting selamat sampai tujuan," ujarnya.


Listi dan Zi pulang dari Kantor Polisi. Rencananya besok mereka akan segera ke Pengadilan Agama untuk menyelesaikan gugatan cerainya.


"Tante sebaiknya kita pulang ke rumah kedua orang tuaku,kalau pulang ke rumah Tante takutnya Roy akan datang mengamuk dan menculik Tante," jelas Zi.


"Tapi, bagaimana dengan anggota keluargamu Tante tidak ingin mereka keberatan dengan kehadiranku nantinya," ucapnya dengan wajah sendu.


"Tante jangan berpikiran aneh dan tidak-tidak, Insya Allah keluargaku tidak seperti itu, mereka sangat menghargai dan menghormati keputusan dari anak-anaknya dan Alhamdulillah Ayahku orangnya humble dan tidak pernah merendahkan orang lain," jelasnya panjang lebar kali tinggi sama dengan luas.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, dan Tante harap seperti itu kenyataannya," ucapnya yang sedikit ada kecemasan dan ketakutan yang muncul dalam benaknya.

__ADS_1


Mobil mereka terus meluncur di atas aspal di tengah malam itu. Sebenarnya besok mereka seharusnya menangani masalah ini, tetapi mereka tidak ingin jika Roy suaminya lebih duluan bertindak dari pemilik mobil tersebut.


Mobil berwarna merah dengan plat nomor kendaraan yang cantik dibuatkan khusus untuk Di oleh Ayahnya Arya Wiguna. Sudah terparkir di dalam garasi rumahnya. Mereka berjalan ke arah pintu dan sudah membunyikan bel berulang kali.


Agar pintu segera terbuka. List melipat kedua tangannya ke depan dadanya yang menahan dinginnya angin malam. List sempat mengagumi bentuk rumahnya Zi dan terbesit di pikirannya jika rumah Zi sangat besar dan mewah dibandingkan dengan rumahnya Roy yang sudah dianggap adalah istana.


"Zi bukanlah rakyat biasa,aku yakin kekayaan yang dimiliki oleh kedua orang tuanya sangatlah banyak."


Listi sedari tadi memperhatikan model dan gaya arsitektur Kediaman Arya Wiguna. Zi yang melihat Listie kedinginan dia segera melepas jaketnya dari tubuh atletisnya lalu dia pakaikan ke tubuhnya Lesti yang sudah menggigil kedinginan.


Cuaca semakin dingin saat fajar hampir muncul di ufuk Timur. Sudah jam empat subuh, mereka sampai ke depan rumahnya Zi.


Pintu tinggi berdaun dua itu perlahan terbuka dan ternyata yang membuka pintu itu adalah Zoeya kakaknya.


Zoe Saldana yang memegang tangannya karena menguap menahan kantuknya.


"Kenapa baru pulang, Kamu dari mana saja?" Tanyanya yang tidak mengerti dengan alasan kepergian dari adiknya tadi.


"Oh gitu, masuk jangan berdiri terus di luar entar kalian masuk angin dan nanti sakit," tuturnya.


"Makasih banyak Kak," jawab Listie.


"Nggak usah pakai Kakak manggilnya Kak sepertinya Tante yang lebih tua dari Zoe," ujar Zoe disertai tawanya yang garing.


Mereka berjalan menaiki tangga rumah menuju Lantai dua tempat kamar yang sudah disediakan oleh Delia untuk tamu putra bungsunya. Emre sudah menelpon Arya dan menginformasikan semuanya bahwa Zi memiliki teman yang akan dibawa ke kediamannya.


Emre tidak jika besok-besok ada masalah yang terjadi pada mereka dan Arya tidak tahu apa pun itu.

__ADS_1


****************


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2