Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 285


__ADS_3

"Ayo bangun!! kamu belum puas tidur kah!!" Hardik anak buah Arman sambil menyiram air yang sangat dingin ke tubuh pak Mustari.


Pak Mustari yang diguyur air dingin langsung terbangun dari pingsannya. Saking dinginnya air tersebut membuat tubuhnya menggigil kedinginan.


Wajahnya yang sudah tidak seperti sebelumnya dan banyak luka lebam di sekujur wajahnya bahkan masih banyak darah segar yang mengalir di sekujur tubuhnya.


"Ingat jangan biarkan dia cepat mati usahakan dia berteriak kencang untuk meminta kematian mendatanginya dari pada harus menanggung penyiksaan dari kalian!" gertak Arman sebelum meninggalkan ruangan yang pengap dan sumpek tersebut.


Ruangan itu khusus untuk dijadikan tempat penyiksaan bagi siapa pun yang melanggar aturan atau pun orang yang ingin mengganggu ketenangan keluarganya.


"Terus cari Kania dan Karmila apa pun yang terjadi walaupun harus sampai ke Dubai!" Geramnya Arman.


Selepas dari ruangan tersebut Arman mengendarai mobilnya dan menghentikan laju mobilnya karena lampu merah menyala. Arman tidak sengaja melihat seseorang yang mirip dengan suaminya Hyuna.


Suaminya yang bekerja sebagai kapten kapal pesiar yang pernah Arman pakai jasanya saat Arman melakukan perjalanan ke luar negeri dengan menggunakan kapal pesiar miliknya.


Dari situlah Arman mengenal sosok Alan. Arman pun mengikuti arah mobil Alan setelah lampu hijau menyala..Arman ingin meminta tolong kepada Alan agar dia membawa kapal pesiarnya.

__ADS_1


Mereka akan ke Dubai dalam rangka honeymoon dirinya dengan Karina sambil mencari keberadaan adiknya Karina. Arman terus melajukan mobilnya hingga ke depan salah satu Kafe. Arman pun ikut ke dalam Kafe tersebut dan mencari sosok Alan.


Arman sudah melihat Alan yang sudah duduk di meja bersama seorang perempuan. Arman menepuk pundak pria yang dia anggap Alan tersebut. Tapi ternyata orang yang ditepuk itu adalah orang lain yang hampir wajahnya mirip dengan Alan.


"Maafkan saya salah orang, saya kira Anda adalah teman saya," kilahnya Arman yang malu sendiri karena ternyata salah orang.


"Tidak apa-apa kok, slow saja hal seperti ini biasa terjadi kok Pak," sanggah pria yang wajahnya hampir sama dengan Alan.


Arman langsung berjalan ke arah luar Kafe dan melajukan mobilnya kembali ke rumahnya. Karena sudah hampir adzan magrib. Arman membelikan makanan pesanan Mamanya karena hari ini Mamanya tidak sempat masak karena kurang sehat.


Ratna yang kedatangan tamu setiap hari merasa jengah karena Ratna tidak suka dengan Firman yang menurutnya terlalu over protektif terhadap dirinya yang sedang sakit. Ratna tidak suka jika dilarang makan makanan yang pedes padahal makanan itu adalah makanan paling disukai oleh Ratna.


"Maaf mulai hari ini, makanan yang seperti ini tidak boleh ada di dalam menu makanan Nona muda!" Larang Firman saat melihat dan memeriksa menu makanan malam Ratna yang dibawa oleh Maid di atas nampan.


"Jangan dibalikin itu kan makananku, lagian aku yang akan makan bukan kamu kalau kamu tidak suka yah itu urusanmu!" Ketusnya Ratna.


Maid tersebut menaruh kembali ke atas meja nakas Ratna. Tapi Firman kembali mengambil mangkok tersebut dan menaruhnya di atas nampan lalu menyuruh Maid untuk pergi tapi maid tersebut takut jika dia mengikuti perintah Firman.

__ADS_1


"Kalau Mbak tidak pergi dari sini saya akan menelpon bapak Hendry untuk memecat Mbak!" Ancam Firman sambil meraih hpnya yang pura-pura ingin menelpon.


Ratna hanya membelalakkan matanya tanda tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Firman, "Kamu tidak berhak untuk mengatur kehidupanku dan apa pun yang aku lakukan!!" teriak Ratna yang mulai terprovokasi oleh sikap Firman.


Dengan terburu-buru Ariel segera membersihkan tubuhnya Karina agar rasa takut yang menderanya segera hilang. Padahal dulu dia pernah ingin mencium Aurel dan kenapa sekarang Arman merasa takut dan gemetaran.


Apa karena ada hubungannya dengan perkataan dari Ardiansyah dan Aryanta yang mengatakan kepada Ariel Hermansyah kalau malam pertama itu sangat meyakitkan dan jarang ada perempuan yang selamat dari malam pertamanya.


Ardiansyah Bagaskara dan Arta Martadinata hanya mengerjai Arman saja dan mereka ingin melihat reaksi dari Ariel. Mungkin karena itu lah Aril saking sayangnya kepada Aurel sehingga termakan tipu muslihat dari Artha dan juga Ardian.


"Tenanglah Ratna kamu tidak akan sakit jika tidak makan makanan yang pedes malah akan membuat kamu sakit," bujuk Firman yang membujuk Ratna agar tenang.


Ratna kemudian mengamuk dan langsung melempar semua barang yang ada di depannya. Firman berusaha untuk menghindari semua lemparan itu ke arahnya agar tidak mengenai tubuhnya tapi naas kepala Firman terkena lemparan hp yang berlogo apel yang sudah tergigit sepotong.


Tapi Firmansyah tidak putus asa untuk membantu Ratna agar kembali tenang. Firman langsung meraih tubuh Ratna Antika Monata yang terus merontah ingin melepaskan dirinya dari pelukan Firman.


"Lepaskan!! Aku tidak ingin berdekatan dengan kamu, kamu itu jahat sudah melarangku untuk makan!!" Bentaknya Ratna.

__ADS_1


__ADS_2