
Ternyata lapar," senyuman tipis terbit di ujung bibirnya yang Paling mahal dan jarang banget ada yang melihatnya bahkan bukan jarang tapi sangat langka juga.
Semua makanan yang muncul di layar HPnya segera dia pesan melalui asisten pribadinya. Karena tidak ada aplikasi online di hpnya untuk memesan makanan tersebut. Beberapa saat kemudian, Zoe keluar dari toilet yang sudah segar dan telah berganti pakaian.
Penampilannya yang sangat cantik membuat pangling. Elang bahkan tidak sadar telah menjatuhkan hpnya mengenai pahanya sehingga terselamatkan dari terjatuh ke atas lantai.
Rambutnya panjang terurai dengan masih basah membuat Zoe tampak seksi di matanya Elang. Hingga mulut Elang menganga dan matanya tak berkedip sama sekali hanya menatapnya saja.
"Aku......"
Ucapan Zoe kembali terpotong karena dihentikan oleh Elang.
"Kalau Kamu belum bisa menjawabnya, tidak apa-apa aku sangat mengerti, tapi mungkin ini pertemuan terakhir kita sebelum aku kembali ke Inggris besok, aku pergi dari Kamu karena aku takut akan melukai hatimu jika kita selalu bertemu," tutur Elang lalu mengisi beberapa makanan ke dalam piringnya.
Zoe kembali terdiam dan jujur hatinya sedih mendengar penuturan dari Elang. Tapi, dia tidak tahu harus berkata apa.
"Ayok makan, tidak perlu diambil hati perkataanku, anggap saja hanya sekedar angin lalu saja," ajak Elang sembari bergurau.
Perkataan Elang membuat hatinya mencelos seketika. Tadinya sudah bahagia diperlakukan sweet oleh Elang sekarang dia merasa ada yang aneh dalam hatinya.
Zoe sendiri tidak mengerti dengan apa yang terjadi padanya. Dia bimbang dan bingung dengan perasaannya sendiri. Bahagia sekaligus khawatir jika kedepannya hubungannya akan seperti Aunty Elliana.
Ketakutan itu setiap saat menghantui pikirannya. Hingga menggerogoti jiwa raganya. Nafsu makannya berubah drastis yang awalnya sangat antusias dan bersemangat untuk menyantap makanan itu semua.
Tetapi sejak mendengar penjelasan dari Elang semuanya sudah berubah. Elang pura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Zoe. Elang sudah memutuskan untuk sementara waktu tidak mendekati dan mengejar terus Zoe.
Elang ingin memberikan waktu dan kebebasan pada Zoe dalam mengambil keputusan.
"Ini jalan yang terbaik untuk hubungan kita, aku ingin kamu sendiri yang datang mencariku dan mengatakan semuanya yang ada di dalam hatimu."
Elang yang melihat Zoe hanya terdiam juga tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh Zoe. Karena Zoe juga tidak pernah ingin berbicara dan berterus terang padanya.
__ADS_1
"Ayok makan, Kamu butuh makan banyak biar cepat sehat dan jangan lupa minum obatnya," ucapnya dengan memasukan berbagai macam makanan ke atas piringnya Zoe.
"Makasih banyak," jawabnya singkat.
Mereka memulai makan dalam keheningan. Tidak ada yang berani membuka mulutnya. Mereka serasa makan sendiri-sendiri saja. Ada sesuatu yang kurang apa yang dirasakan oleh Zoe. Elang kembali ke mode diamnya.
Dia banyak terdiam dan auranya seperti biasanya yang dia tunjukkan kepada orang lain. Dingin dan penuh misteri, senyuman di wajahnya pun sudah pudar dan luntur terbawa angin.
Hanya dentingan sendok dan garpu yang saling beradu memecah keheningan yang terjadi di antara mereka. Mereka menyelesaikan makannya hingga hanya tersisa beberapa sisa makanan saja.
Ternyata mereka cukup lapar hingga awalnya mereka menganggap makanan yang dia pesan cukup membuat mereka kenyang. Elang dengan sigap membersihkan sisa makanan mereka. Hal ini hanya berlaku untuk Zoe seorang, selama dia lahir selalu dilayani dalam bentuk apa pun.
Tapi, hal itu tidak berlaku untuk di depan Zoe seorang. Wanita yang sangat spesial dalam hidupnya. Hanya dia satu-satunya gadis yang mampu membuatnya tersenyum bebas dan lepas.
Mengingat kesehariannya yang selalu bertaruh nyawa untuk melawan musuhnya. Beberapa saat kemudian, Arya dan Delia datang ke kamar perawatan Zoeya putri tunggalnya.
Mereka mengetuk pintu terlebih dahulu agar kedatangannya tidak mengganggu Zoe dan Elang. Elang segera berjalan ke arah pintu setelah mendengar ada ketukan di pintunya. Elang tersenyum melihat ke dua calon mertuanya.
Karena mereka tahu kalau Elang bukan orang Indonesia sehingga harus melakukan hal itu. Elang sering melihat Zoe bersikap seperti itu sehingga dia juga memutuskan untuk melakukan hal yang sama dengan yang dikerjakan oleh Zoya.
Zoya ingin bangun dari tidurnya tapi dicegah oleh Delia saat melihat anaknya ingin bangkit dari tidurnya.
"Tidak perlu bangun sayang, Mama yang akan ke situ jadi Kamu baring saja," cegah Delia dengan senyuman khasnya.
"Mama dan Ayah tahu dari siapa kalau Zoe ada di sini?" tanyanya yang kebingungan.
"Kamu tidak perlu tahu dari siapa, Mama hanya sedih kalau putri Mama harus sakit," ucapnya yang sedih melihat putrinya yang masuk rumah Sakit.
"Ayah sudah hubungi nomor Hp Kamu, tapi kok gak aktif," jelas Arya.
Zoe baru teringat jika Hpnya kemungkinan terjatuh saat dia berenang di laut, saat untuk menyelamatkan nyawa Elang yang hanya Prank saja. Tapi, Zoe hingga detik ini belum tahu hal tersebut.
__ADS_1
"Mama sangat khawatir dengan kondisi Kamu nak," ujar Delia yang sudah duduk di samping ranjang putrinya.
...----------------...
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
__ADS_1
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...