Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 169


__ADS_3

"Makasih," ucap Hyuna yang tersenyum malu sekaligus sangat bahagia.


Alan pun berdiri dan berusaha mensejajarkan tingginya dengan tinggi Hyuna. Alan kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Hyuna. Hyuna yang awalnya malu akhirnya memberi sinyal agar Alan melanjutkan apa yang ingin dia lakukan.


Mereka kembali menikmati keindahan sore hari dengan melalui penyatuan bibir mereka. Perlahan-lahan tubuh Hyuna terbaring ke atas ranjang. Ciu maan Alan semakin menuntut, Hyuna pun perlahan memberikan akses untuk Alan. Mereka kembali melanjutkan di atas ranjang milik hotel. Dan yang terjadi lah sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi.


Hyuna akhirnya menerima lamaran Alan, sedangkan Alan tidak perduli dengan apa yang terjadi dengan masa lalu Hyuna. Bagi Alan setiap manusia pasti punya masa lalu yang berbeda.


Kesalahan-kesalahan yang dilakukan di masa lalu jangan pernah disesali terus menerus tapi berusaha lah bertaubat dan jangan sampai mengulang kesalahan yang sama untuk ke dua kalinya.


Hyuna yang larut dalam keadaan hingga tidak menyadari apa yang telah dia lakukan dengan Alan. Alan pun saking asyiknya hingga lupa dengan apa yang terjadi. Godaan dari pihak ke tiga luar biasa. Hingga bisa menjerumuskan anak cucu Adam.


Kesadaran Hyuna segera kembali dan segera mengancin dan memperbaiki pakaiannya. Hyuna pun menangis tersedu-sedu menyesali apa yang terjadi. Untung saja Hyuna segera menghentikan Alan yang sudah siap bertempur.


Alan pun segera bangkit dan memperbaiki pakaiannya juga dan tak lupa mengucap istighfar berulang kali. Alan tidak menyangka akan terjadi seperti itu, untung saja mereka segera sadar bahwa hal tersebut tidak boleh mereka lakukan sebelum ada ikatan halal diantara mereka.


Alan sangat menyesal dengan perbuatannya yang hampir saja menodai kehormatan Hyuna walaupun Hyuna tidak pe raaa waaan lagi, tapi Alan tidak ingin merusak Hyuna sebelum ada kata sah yang mengikat diantara mereka.


Alan pun berlutut di hadapan Hyuna yang sedari tadi menangis. Alan meminta maaf kepada Hyuna dan berjanji untuk tidak melakukan hal tersebut sebelum mereka menikah, "Maafkan kakak yah, kakak khilaf sampai lupa," ucap sesal Alan.


Hyuna hanya terdiam tanpa ingin menimpali percakapan dari Alan. Hyuna menyadari kalau sepenuhnya bukanlah kesalahan Alan tapi, drinya juga ikut andil dalam hal tersebut.


"Aku yang seharusnya meminta maaf kepada Kak, mungkin karena aku sudah tidak Vir giiin lagi makanya aku gampang terhasut bujukan dan rayuan maut seee taaan," kesalnya Hyuna yang menangisi kebodohannya.


"Kakak berjanji untuk tidak akan melakukan hal itu lagi sebelum kita resmi menikah," timpalnya Alan.


Hyuna hanya menganggukkan kepalanya dan Alan mencoba untuk menghapus jejak air mata Hyuna yang masih menetes membasahi pipi Hyuna. Hp Hyuna pun berdering. Hyuna segera mengambil hpnya di atas meja nakas tempat tidurnya. Dan langsung mengangkat HPnya.


"Assalamu alaikum Daddy," ucap Hyuna.

__ADS_1


"Waalaikum salam Nak," ucap Oak Edward.


"Bisa Daddy minta tolong nak?" tanya Pak Edward ayahnya Hyuna.


"Bisa kok Dad, tapi dad mau minta tolong apa dulu?" tanya balik Hyuna.


"Tolong datang ke rumah sekarang juga nak sebelum berangkat ke Hotel tempat acara resepsi kakakmu," mohon Pak Edward.


"Sekarang Dad?" tanya Hyuna lagi.


"Iya Nak, itu pun kalau kamu bisa, tapi kalau bisa ajak Nak Alan juga yah" ucap pak Edward.


"Insyaallah Dad, Hyuna akan siap-siap dulu," ucap Hyuna sebelum menutup telponnya.


"Kakak disuruh oleh Daddy untuk ikut Hyuna ke rumah utama," jelas Hyuna kepada Alan.


"Kalau gitu Kakak ganti pakaian dulu, adek juga yah," ujarny Alan yang kemudian berlalu dari hadapan Hyuna dan berjalan ke arah kamarnya.


"Maafkan aku ya Allah," sesal Alan yang sangat menyesal dengan kelakuannya tadi.


Beberapa saat kemudian merekareka sudah berada di dalam mobil untuk menuju ke diaman Pak Edward sesuai permintaan pak Edward sendiri. Hyuna berjalan di samping Alan. Mereka berjalan bagaikan pasangan suami istri yang sangat serasi.


Semua maid yang melihat mereka kagum dan pangling. Ada yang mengagumi Alan ada juga yang mengagumi Hyuna. Mereka berbisik-bisik tetangga tentang kedatangan mereka. Pak Edward langsung menyambut kedatangan mereka dan tidak lupa memeluk Alan dan putrinya.


Hari ini Pak Edward ingin memperkenalkan Hyuna ke seluruh keluarga besar Edward bahwa dirinya memiliki seorang putri. Hyuna dan Alan duduk di samping pak Edward. Ada banyak pasang mata yang memandang mereka, ada yang seakan-akan ingin menguliti Hyuna dengan pandangan dan tatapan tajamnya.


Dan ada juga yang hanya diam seribu bahasa. Tapi ada seorang yang tertarik setelah melihat kedatangan Alan.


"Maaf, mungkin diantara kalian banyak yang bertanya-tanya apa sebenarnya maksud dan tujuan saya mengumpulkan kalian di tempat ini, berhubung karena saya telah menemukan keberadaan salah satu putri saya dari mendiang istri pertama saya dan putri saya itu telah hadir di tengah-tengah kita semua bersama dengan calon suaminya," jelasnya Pak Edward panjang lebar kali tinggi sama dengan luas.

__ADS_1


Semua yang ada di ruangan tersebut kaget dan tidak percaya dengan perkataan dari pak Edward, "Maaf apa kakak yakin kalau dia ini adalah anaknya Kim Nara bisa saja kan kakak salah orang atau ia ini hanya penipu," ucap adiknya pak Edward yaitu pak Steven.


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...

__ADS_1


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya....


__ADS_2