Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 236


__ADS_3

Bu Elisabeth pun mengambil tasnya dan meminta kepada supir pribadinya untuk mengantarnya ke sebuah vila yang letaknya agak jauh dari rumahnya.


"Pak Ramlan tolong rahasiakan apa yang Saya lakukan hari ini kepada siapa pun yah," ujarnya Bu Elisha.


Pak Ramlan hanya menganggukkan kepalanya. Setelah beberapa saat kemudian, mobil yang dipakai oleh Mama Elisah pun sudah sampai di depan villa yang sangat mewah tersebut. Mama Elisah hanya mengucap bismillah dan berdoa sebelum melangkah kakinya turun dan masuk ke dalam Villa mewah tersebut.


Hari ini anggota keluarga Wijaya melaksanakan rencana awal mereka yaitu merencanakan berbagi berkah dengan keluarga yang tidak mampu dengan cara menyantuni anak yatim, memberikan sedekah kepada fakir dan miskin serta berbagi sembako dan takjil bagi pengguna jalan raya.


Sebagian dari mereka ada yang langsung mendatangi perkampungan yang terdekat dari kediaman utamaama Wijaya. Semua langsung berbaur dengan masyarakat dari berbagai kalangan dan tidak sekat jarak pembeda diantara mereka.


Kim Hana sangat bahagia karena merasa sangat dibutuhkan dan disayangi oleh orang-orang yang datang dan bertemu langsung dengannya.

__ADS_1


"Makasih banyak nak, semoga kamu selalu bahagia dan dilindungi oleh Allah SWT," ucap syukur dan pujian yang terucap dari bibir seorang nenek tua yang mendapatkan bantuan langsung dari tangannya Hana.


"Amin ya robbal alamin, makasih banyak Nek, atas do'anya," imbuhnya Hana yang tersenyum bahagia dan tulus kepada setiap warga yang mendapatkan bantuan.


Apa yang dilakukan oleh anggota keluarga Wiguna menjadi trending topik hari itu hingga beberapa hari ke depan. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang mengabadikan momen tersebut.


Ada yang siaran langsung ke sosial medianya ada yang sekedar mengambil foto aksi mereka dan ada yang kagum dengan paras dari wajah hot Daddy dan Mommy kece.


Ada juga sebagian yang berselfi dengan mereka. Kesempatan kali ini benar-benar menjadi ajang dan kesempatan bersosialisasi dengan masyarakat dan menjadi kenangan yang paling berkesan dalam hidup mereka.


"Kamu masih seperti dulu, masih sangat cantik walaupun sudah lebih lima puluh tahun umurmu dan ini lah yang selalu membuat aku tergila-gila dan terpesona hingga hari ini sayang," ucap pria itu.

__ADS_1


"Tolong lupakan apa yang telah terjadi di antara kita di masa lalu, semuanya sudah berlalu," sanggahnya Bu Elisah yang sudah cemas dengan sikap pria di depannya.


"Aku tidak akan pernah bisa melupakan saat indah kita dulu, dan aku ingin mengulang semua itu mantan istriku," ucap pria itu yang semakin mendekat ke arah Nyonya Besar Elisha


Bu Elisha pun berusaha untuk melangkah mundur dan tidak ingin disentuh oleh pria itu, "Tolong jaga batasanmu Herry, ingat kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi, apa kamu sudah melupakan semua yang telah terjadi?" tanya Mama Elisabeth yang geram sekaligus sudah nampak pucat karena takut.


"Aku tidak akan pernah melupakan setiap inci bagian dari tubuh, bahkan parfum dan ukuran bagian sensitif pun masih aku ingat dengan baik," tampiknya Pak Herry dan mengendus bau parfum dari tubuh Bu Elisahh di ujung hijabnya.


"Tolong jangan seperti ini, aku mohon, please!" ratap Mama Elisa saat tangan orang itu yang ingin menjamah tubuh bagian sensitifnya.


"Hahahaha, ternyata kamu masih seperti dulu, setiap kali aku meminta hal seperti ini pasti kamu akan ketakutan, Elisah apa salahku haaaa jika mencintaimu dan kenapa kamu tega meninggalkan aku dan lebih memilih hidup dengan Wijaya pria ba ji jgan itu, apa aku tidak pantas untuk kamu, apa salahku apa kurangnya diriku padamu?" Kesalnya Pak Herry Winata Jaya dengan volume suara yang sudah besar sambil menggenggam kedua tangan Mama Elisabeth disaat bertanya.

__ADS_1


"Kita bukan suami istri lagi Herry, apa kamu lupa di malam aku melahirkan putra kita kamu tega meninggalkan aku demi perempuan itu dan bahkan kamu dengan sadarnya mempertontonkan kemesraan dan perselingkuhan kalian di depanku, di mana hati nuranimu saat itu, kalau kamu sudah melupakan semuanya aku akan mengingatkan kamu lagi," ketusnya Bu Elisah dengan suara lantang.


Sedangkan pria tersebut hanya terus terdiam dan tersenyum licik.


__ADS_2