Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 259


__ADS_3

"Makasih banyak Kalau begitu pak, aku permisi dulu karena teman saya sedang dioperasi, Assalamu Alaikum," ucap Karina yang berpamitan kepada bapak tersebut.


Karina memegang sarung tersebut dan kembali berjalan ke arah ruangan operasi. Dan ternyata Arman masih belum selesai dioperasi. Karina pun memakai sarungnya karena kedinginan dan duduk di kursi tunggu. Karina terlelap di bangku tersebut.


Hingga beberapa saat kemudian, operasi tersebut telah selesai dan berjalan lancar. Perawat keluar untuk mencari keberadaan orang yang mengantar pasien tersebut. Perawat tersenyum melihat Karina yang tertidur pulas di atas kursi panjang tersebut.


Perawat sebenarnya kasihan untuk membangunkan Karina tapi karena administrasinya harus diselesaikan sebelum pasien dipindahkan ke dalam ruangan perawatan.


"Mbak, Mbak bangun temannya sudah selesai dioperasi," terang Perawat tersebut yang sedang berusaha untuk membangunkan Karina.


Karina pun terbangun dari tidurnya dan langsung bangkit dan merapatkan sarungnya Karena cuaca semakin dingin.


"Maaf Mbak saya ketiduran, ngantuk banget soalnya," ucap Karina yang malu-malu karena kedapatan tertidur.

__ADS_1


"Teman Mbak sudah dioperasi jadi tolong selesaikan secepatnya administrasinya agar pasien segera dipindahkan ke ruangan perawatan," jelas Suster tersebut.


Karina bengong dengan perkataan dari Suster tersebut dan bingung mau ambil uang dari mana. Uang sepeserpun tidak punya. untuk Mmkan sahur saja cuma sepotong roti dan segelas air putih saja.


"Maaf Mbak, apa Mbak mendengar perkataanku?" tanya Mbak suster tersebut.


"Eeehhh maaf Mbak, saya akan segera menyelesaikan semua administrasinya," Jawab Karina yang gelagapan karena terciduk sedang tertidur.


Lalu Karina bangkit dari duduknya, dompet yang sempat dia pegang tadi terjatuh. Karina pun memungut dompet itu. Lalu memeriksa isi dari dompet tersebut yang berwarna coklat susu yang bahannya sangat lembut dengan merek terkenal.


Karina merapikan rambut dan mencepol rambut panjangnya secara asal saja kemudian berjalan ke arah resepsionis dan bagian administrasi untuk melunasi biaya perawatan dan operasi Arman.


"Maaf ini kartu bisa dipakai untuk melunasi tunggakan pembayaran perawatan atas Nama Arman Mbak?" tanya Karina yang mengambil kartu Kredit Milik Arman yang berwarna hitam.

__ADS_1


Pegawai tersebut langsung mengambil kartu kredit tersebut, "Maaf Nomor pinnya berapa?" tanya Mbak pegawai itu.


Karina pun bingung karena tidak tahu nomor pin kartu milik Arman. Karina memeriksa isi dompet Arman dan mengeluarkan semua uang yang ada di dalam dompet tersebut dan ternyata ada sekitar 5 juta isi dari dompet tersebut.


Aku ambil uangnya dulu yah pak untuk bayar uang muka perawatan bapak, aku tidak punya uang soalnya dan kartu kredit bapak juga tidak bisa aku pakai.


"Maaf apa saya boleh bayar segini dulu Mbak, nanti nyusul untuk pelunasannya," ucap Karina sambil menyodorkan uang sejumlah 5 juta tersebut.


"Kami terima uang ini tapi pihak rumah sakit menunggu Mbak untuk melunasinya hingga jam 1 siang kalau Mbak belum melunasi nya terpaksa kami pindahkan Teman mbak ke Ruangan perawatan lain dan sisa pembayarannya adalah 245 juta yah Mbak," terang mbak itu.


Karina kaget setelah mendengar total uang yang masih harus dia bayar, "Banyak mamat sih Mbak, boleh diganti sebagian pakai beras atau pakai jasa bersih-bersih hehehehe," Karina membatin.


"Makasih Mbak, saya akan usahakan secepatnya" ucap Karina sambil berlalu dari hadapan Mbak itu.

__ADS_1


Karina berjalan masuk ke kamar perawatan Arman sedangkan Arman sudah berada di atas bangkar rumah sakit di dalam kamar perawatan VIP. Karena sudah pukul 4 pagi, mata Karina tersisa 5 watt, Karina pun terlelap di samping tangan Arman sambil duduk di kursi.


__ADS_2