
Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku daripada mengungkapkannya.
Menantimu dalam doa lebih bermakna daripada menjelaskannya .
Agung mencoba untuk mengecup keningnya Amanda, tetapi sedikit ragu. Ia antara mau, malu dan segan bercampur menjadi satu bagian di dalam hati dan pikirannya.
Agung refleks mendaratkan bibirnya di atas kening Amanda yang membuat keduanya grogi dan debaran jantung mereka semakin memompa lebih cepat.
Sehingga telinga mereka mampu mendengar debaran tersebut saking kuatnya jantung mereka berdetak.
Dua insan yang sama-sama mengalami jatuh cinta dan adalah pengalaman pertamanya dalam mengenal cinta membuat mereka saling bertatapan dan mematung di tempatnya.
Amanda yang tersipu malu wajahnya berseri-seri kemarahan seperti buah ceri sedangkan Agung pun mengalami hal yang sama wajahnya tersipu malu. Agung pun kembali membisikkan sesuatu kata-kata ke telinga Amanda.
Mereka berdekatan sangat intim sekali dan membuat tubuh Amanda bersentuhan secara tidak langsung dengan tujuh tegap nan tinggi milik Agung.
"Jika kelas Kamu usai, besok temani Mas ke rumah temannya Mas yah, kebetulan ada acara yang diadakan teman dosen Mas," lirihnya di telinga Amanda.
Hembusan nafasnya mampu membuat Amanda kegelian. Tiba-tiba muncul perasaan yang aneh dari dalam dirinya, yang entah hanya bisikan tersebut sudah mampu membuatku bergetar.
Suara lembut yang terlontar dari bibirnya yang ******* Suaranya menyapu ke rongga telinganya, membuat jantung Amanda kembali berdendang ria.
Amanda hanya mengangguk kan kepalanya tanda setuju dengan permintaan pertama sekaligus menjadi kencan pertama mereka.
Setelah resmi menjadi tunangan sekaligus calon suami istri. Agung kemudian berjalan masuk ke dalam mobilnya dan bersiap untuk pulang.
"Assalamualaikum," ucap agung.
Sebelum mobilnya melaju meninggalkan amanda yang terdiam mematung merenungi dan mengingat saat-saat Agung mencium keningnya.
"Waalaikumsalam, hati-hati yah Mas," ucapnya sambil melambaikan tangannya yang mengantar kepulangan Agung dari kediaman Neneknya.
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
__ADS_1
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Kuberharap engkaulah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih untuk mencintaiku Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih untuk mencintaiku Akhirnya ku menemukanmu
__ADS_1
Amanda berjalan perlahan masuk kembali ke dalam rumahnya. Senyuman tidak pernah pudar dari wajahnya. Rona merah masih menghiasi wajahnya yang cantik jelita nan ayu itu.
Amanda menutup rapat-rapat pintu dan tidak lupa untuk mengunci kenop pintu itu.
Baru saja ingin memutar knop pintu, Amanda dikejutkan oleh kedatangan sepupunya yaitu Zoeya dan Keyna.
Mereka memukul pelan punggung Amanda secara bersamaan. Amanda yang diperlakukan seperti itu langsung terlonjak kaget dan memegang dadanya.
"Astagfirullahaladzim, Kakak ihh senangnya kagetin orang deh, Kakak mau lihat aku terkena serangan jantung?" Pekik Amanda yang tersentak kaget seketika itu.
Amanda dengan wajah seriusnya saat mengucapkan kata-kata itu.
Key dan Zoe hanya tergelak tawanya menanggapi perkataan dari Amanda dan mereka hanya nyengir kuda saja.
"Makanya itu jadi orang jangan suka senyum-senyum sendiri, entar ada yang lihat loh dikirain orang gila," ucap Key yang nyengir saja saat melihat Amanda yang wajahnya pucat pasi.
"Iya betul apa yang dikatakan oleh Key, Kami perhatikan Kamu sedari tadi senyum-senyum sendiri dari awal masuk hingga menutup pintu gitu, apa jangan-jangan.....?" tanya Zoya sambil memegang ujung dagunya lalu mengerlingkan matanya di hadapan Amanda.
Reaksi Amanda langsung berubah seketika mendengar perkataan dari Zoya.
"Apa jangan-jangan mereka melihatku dicium oleh Mas Agung yah?, semoga saja tidak, kan malu kalau mereka sampai lihat." Batinnya Amanda yang harap harap cemas.
Amanda terdiam sesaat sambil memikirkan jawaban apa yang akan jawabnya untuk menutupi kejadian yang terjadi antara Dia dan Alexander Agung.
"Ayo ngaku saja, apa yang Kamu lakukan,?" tanya Key sambil menggoyangkan badannya dan pinggulnya.
"Ti-dak ada Kok, tidak ada yang Saya tutupin dari kalian, sumpah," ucapnya yang tergagap karena Amanda tipe gadis yang sulit sekali untuk berbohong dan akan cepat ketahuan jika dia berbohong itu terbaca dari cara bicara yang tiba-tiba gagap, mimik dan gesture tubuhnya yang mengatakan dan menjelaskan semuanya.
Key dan Zoya semakin tertawa terbahak-bahak melihat sikap adik sepupunya itu.
Diantara mereka bertiga yang paling lugu dan polos adalah Amanda yang paling tidak bisa diajak untuk berbohong.
Zoe dan Key saling bertatapan dan menaikkan alis mereka tanda untuk terus-menerus menggoda Amanda hingga mau berterus terang di depan mereka.
Zoe dan Keyna semakin berulah dan mengerjai Amanda, mereka suka melihat wajah Amanda yang menurut mereka lucu. Jika sedang terpojok.
__ADS_1
Amanda beringsut ke belakang hingga punggungnya membentur pintu. Key dan Zoya pun ikut maju sehingga wajah mereka semakin dekat saja.