Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 149


__ADS_3

"Zoe, Abang tidak sabar melihat kamu hamil, pasti kamu semakin cantik," ujarnya sebelum memejamkan matanya menuju mimpi indahnya sambil memeluk tubuh istrinya dengan penuh kehangatan dan kemesraan.


Kebersamaan, ikatan yang kuat dan saling menghargai serta saling melengkapi kekurangan dari seluruh anggota menjadikan hubungan yang selalu akrab di dalam keluarga besar Wiguna Albert Kim Said.


Hingga ancaman dalam bentuk apapun tidak bisa mengganggu kebersamaan dan kasih sayang dari mereka. Bertahan Dalam Penantian membuat mereka menemukan cinta sejati yang tulus dari dalam hatinya mereka.


Belum sempat Adrian dan Emilia untuk mengutarakan kejujuran di depan keluarga besarnya ternyata sudah keduluan sama pak Wiguna yang tidak langsung mendengar perkataan mereka.


Adrian dan Emilia dibuat harap-harap cemas oleh Pak Wiguna. Untung saja Baby Kirana langsung terbangun dari tidurnya dan diam-diam mendekati kakeknya yang duduk tanpa sepengetahuan dari Adrian maupun Emilia. Baby Kirana dibawah ke ruangan khusus pertemuan keluarga.


Yang ada di sana kaget sekaligus tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Pak Wiguna menggendong putri Adrian dan Emilia. Mereka saling bertukar pandang dan tidak mengerti dengan keadaan yang ada.


"Kenapa dengan kalian, apa ada yang salah atau ada yang aneh dengan Ayah?" tanya Pak Wiguna kepada semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


Arya tidak mampu menelan salivanya dengan baik, sedangkan Eliana sungguh tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Ayahnya.


"Apa Emilia dan Adrian sudah ketahuan atau apa?" Tanya Arya pada dirinya sendiri.


Delia segera memberi kode kepada Arya sedangkan Arya pun bingung dengan sikap Ayahnya.


"Perkenalkan ini cucu perempuan Saya, anak dari Adrian dan Emilia," ucap pak Wiguna.


Mama Elisabeth yang mendengar langsung, perkataan suaminya langsung kaget dan tidak sengaja menjatuhkan piring yang ada di tangannya. Bukan hanya Mama Elisabeth yang Kaget bahkan Alan yang pertama kalinya berkumpul dengan keluarga besar dari kakeknya.


Mereka pun tidak menyangka kalau adik sepupunya sudah menikah dan mempunyai anak, yang Alan ketahui adalah Emilia masih single. Delia segera berdiri dan membantu ibu mertuanya untuk membersihkan pecahan beling dari piring tersebut. Mama Elisabeth pun mendekati Suaminya dan meminta penjelasan.


Sedangkan pecahan piring tersebut sudah dibersihkan oleh og kapal tersebut. Delia dan Rina beserta Dessy menggantikan Mama Elisabeth untuk menata makanan di atas Meja.

__ADS_1


"Apa maksud Ayah?" tanya Mama Elisabeth di depan suaminya.


Pak Wiguna tersenyum kepada istrinya sebelum membuka mulutnya.


"Ayok duduk disini sayang, gak baik kita ngomong kalau kamu berdiri, apa kamu tidak mau menggendong cucumu?" tanya Pak Wiguna.


Mama Elisabeth pun menuruti perkataan dari pak Wiguna.


"Cantik kan cucu kita Ma," tutur Pak Wiguna yang memuji paras cantik anaknya Adrian.


Mama Elisabeth langsung menggendong dan memeluk tubuh cucunya dan menangis tersedu-sedu.


"Kamu sudah besar yah nak, nenek bahagia melihatmu tumbuh dengan baik," ujarnya Mama Elisabeth sambil menciumi seluruh wajah cucunya.


"Nenek geli loh, jangan cium lagi, he-he-he" ucap baby Kirana yang tertawa terbahak-bahak karena dihujani ciuman oleh neneknya.


"Dia Cantik seperti Mamanya, tapi hidungnya seperti hidung Adrian yah Ayah" ucap Mama Elisabeth yang menoel hidung mancung baby Kirana.


"Zi Marah sama Kakek nenek kalau cuma gendong Kirana mulu," rajuk Zi yang langsung berlari ke arah kakeknya dan menangis.


"Kok Cucu Kakek nangis, hilang loh tampannya Zi kalau nangis," ungkap Pak Wiguna yang berusaha membujuk Cucunya yang merajuk.


"Zo Marah sama kakek nenek, Zi tidak cuka kalau cuma Kirana yang disayang" ucap Zi yang merajuk dalam pangkuan kakeknya.


"Kakek sama Nenek sayang semuanya, Zi, Kirana dan Kakak Zi juga semuanya Kakek sayangi jadi jangan ngambek lagi yah nak" bujuk oak Wiguna kepada baby Zi.


****************

__ADS_1


 


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2