Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 46. Minggat Menuju Tanah Air


__ADS_3

Zack mengingatkan agar Andreas memakaikan hijab kepada pacarnya itu. Agar penyamaran mereka tidak ketahuan dan terbongkar sampai ke telinga anak buahnya Papanya Pricilla.


"Makasih, kalau Nenek bertanya suruh menelpon saja ke nomorku,tapi jangan tanya kedua orang tuaku, apapun itu ok," ucapnya sebelum meninggalkan Zack.


Zack yang hanya tersenyum tipis ke arah mereka dan menganggukkan kepalanya tanda setuju dan siap menjalankan amanah dari kakak sepupunya itu. Andreas menarik tangannya Cilla lalu membimbing Cilla hingga ke depan Toilet.


"Pakai pakaian ini dan kalau tidak tahu lihat di Mbah Google caranya untuk pakai hijabnya," tutur Andreas.


Cilla segera berjalan tergesa-gesa ke arah dalam Toilet karena tidak ingin membuang waktunya lebih lama lagi.


"Hati-hati," ucap Andreas dengan memberikan senyumannya yang manis dan tulus.


Cilla awalnya kesusahan saat memakai hijabnya, tapi berkat bantuan dari google dan Youtube Cilla tidak menemukan kesulitan untuk berarti. Pricilla pun tergesa-gesa merapikan pakaian bekas pakainya lalu membuangnya ke tong sampah. Saat dia membuka pintu Toilet dan berjalan ke tempat Andreas menunggunya, Ia melihat ada beberapa anak buah Daddy-nya yang sedang berjaga dan berkeliling memeriksa satu persatu orang yang keluar dari sana.


"Kenapa bisa pengawalnya Daddy ada di sini? apa mereka tahu jika Saya akan ke Luar Negeri?" ucapnya yang bersembunyi di balik bunga yang kebetulan ada di sekitar area Toilet.


Cilla memeriksa ke dalam tasnya yang kebetulan tadi tidak sengaja melihat ada kain yang bisa dijadikan alat penutup wajahnya. Ia pun segera memakai kain itu sebagai penutup hidung hingga mulutnya jadi Wajahnya tidak ada yang mengenalinya.


"Semoga saja Andreas tidak ketahuan, Aku harus segera keluar dari sini secepatnya."


Pricilla segera keluar dari pintu Toilet dan berusaha untuk berjalan tenang dan bersikap biasa saja. Apa yang dilakukannya berhasil juga. Orang yang mencarinya satupun dari mereka tidak ada yang tahu padahal banyaknya pengawal yang berjaga di area yang dia lewati itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah," ucapnya saat sudah lolos dan melihat tubuh tinggi tegapnya Andreas.


Cilla celingak-celinguk lalu berlari ke arah Andreas. Sedangkan Andreas sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru dengan jaket tebal membungkus tubuh atletisnya.


"Ayok pesawatnya sudah mau berangkat,"ujarnya.


Mereka berjalan selalu bergandengan tangan bahkan di depan pengawal Daddy-nya mereka sedikit pun tidak merasa takut atau cemas jika mereka ketahuan. Mereka begitu yakinnya tidak akan ketahuan oleh mereka.


Beberapa saat kemudian, pesawat yang mereka tumpangi sudah tinggal landas menuju Indonesia, Jakarta Airport Soekarno Hatta.


"Sampai di Indonesia, Aku akan menikahimu, kamu siap menjadi istriku nanti?" Tanya Andreas lalu menyerahkan sebuah kotak beludru yang sangat cantik ke hadapan Pricilla.


"Apa Kamu bersedia menjadi ibu dari anak-anakku kelak dan menjadi pendamping hidupku hingga akhir waktuku apa pun yang terjadi?" ucapan itu membuat Priscilla perlahan meneteskan air matanya di balik khimarnya itu.


Dia hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum penuh Rasa haru dan bahagia. Andreas menyematkan cincin bertahtakan berlian di tengahnya sedangkan pinggirnya ada batu Ruby yang menambahkan kemewahan dan kecantikan cincin itu.


"Sesampainya kita di Indonesia, kita langsung ke Rumah Uncle Arya, beliau sudah mengurus semua persiapan pernikahan kita," katanya sambil melingkarkan tangannya ke tangan kanannya Cilla.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:


__ADS_1


Dilema Diantara Dua Pilihan


Diantara Dua Pilihan


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar


Pelakor Pilihan


Aku hanya sekedar baby sitter


Cinta Ceo Pesakitan


Tetanggaku Idola Suamiku


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers….

__ADS_1


__ADS_2