Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 119


__ADS_3

"Apa aku mencintainya? tapi semua rasa yang aku rasakan tidak boleh terjadi dia sudah menikah dan usia kami terpaut jauh sekali."


Dia berendam di dalam air dengan busa sabun mandi yang sudah memenuhi permukaan bathub tersebut. Wangi dari aroma terapi mampu membuatnya rileks dan santai.


"Aku harus membantunya,aku sudah berjanji padanya, dan semoga dia segera mendapatkan bukti yang kuat untuk segera menggugat cerai suaminya yang bajingan itu."


Sedangkan di dalam ruangan yang sangat mewah seorang perempuan sedang berendam di dalam bathtub nya juga. Dia kembali teringat saat-saat dia refleks memeluk tubuh pria brondong yang baru dikenalnya.


Senyuman tersungging di bibirnya saat teringat kembali dengan perlakuannya sendiri yang sedikit agresif memeluk tubuh Zidane.


"Kamu masih muda, tapi tubuhnya sungguh sangat seksi," tuturnya yang menertawai dirinya sendiri yang mulai tergoda dengan anak muda bau kencur itu.


Dia sudah berfantasi liar jika membayangkan bagaimana bentuk tubuhnya Zidane yang kekar dan berotot di usianya yang baru 18 tahun lebih itu. Mimpinya buyar seketika saat pintu kamar mandinya diketuk.


"Jika Roy menginginkan tubuhku mulai detik ini aku harus pintar berakting dan berbohong, aku jijik disentuhnya lagi."


Dia segera menyelesaikan mandinya dan bergegas berpakaian secepat kilat. Dia tidak mau disiksa lagi hanya karena gara-gara terlambat. Dia menyalakan alat perekam video sebelum membuka pintunya.


Roi tidak tersenyum sedikit pun kepada istrinya. Bahkan dia memeluk erat seorang wanita yang berpakaian sangat seksi setengah telanjang.


Tangan Roy langsung memegang kuat dagunya Listie dengan cengkraman kuku tajamnya yang mampu melukai ujung dagunya.


"Aaahhh sakit Mas," teriaknya.


"Sakit!!! ini belum seberapa hukuman yang Kamu dapatkan akibat dari ulahmu yang nekat kabur dari Istanaku."


Listie merintih kesakitan saat kulitnya lecet dan terkelupas akibat tancapan kuku tajam Roy. Darah segar sudah menetes membasahi leher jenjangnya.


"Mas tolong lepaskan sakit sekali Mas," ucapnya yang meratap memohon agar segera dilepaskan.


"Aku tidak akan melepaskan Kamu, hari ini aku akan memberikan pelajaran yang sangat berarti untuk Kamu, agar Kamu sadar siapa Kamu di sini."

__ADS_1


Roy menampar sebanyak lima kali wajahnya lalu dengan kuatnya mendorong tubuh Listie hingga terjerembek dan berbenturan dengan tembok.


"Aaaaaaahhhhhhhh!!!"


Roy dan kekasih selingkuhannya hanya tersenyum melihat kesakitan yang dialami oleh Listie.


Listie terduduk di atas lantai dan mengelus punggungnya yang sakit. Tidak berhenti di situ, Roy kembali menarik rambutnya dengan sekuatnya hingga ada beberapa helai rambutnya terlepas dan rontok dari akarnya.


"Aaaahhhh su-dah Mas, sa-kit se-kali," teriaknya yang kembali disiksa.


"Listie lihat baik-baik apa yang akan Saya lakukan bersama Kekasih baruku, Kami akan melakukannya di depan matamu."


Roy berdiri lalu menginjak tangan kirinya Listie.


"Aaaaahhhhhhhh!!!!"


Teriakan kembali menggema di dalam kamar pribadinya Listie. Betapa sakitnya tubuhnya dipukuli berulang kali hingga dia menyerah dan tidak tahan lagi. Dia terbaring di atas lantai untuk mengurangi rasa sakitnya.


Listie memalingkan wajahnya dan menatap ke arah alat perekamnya.


"Ya Allah tolonglah aku, bebaskan aku dari tempat terkutuk ini, aku juga ingin bahagia seperti perempuan di luar sana."


Tangisannya pecah seketika, dia sesegukan dan meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan. Dia berharap besar pada Zidane untuk segera membantunya dan mencarikan solusi yang tepat untuk permasalahannya.


"Aku harus mengambil beberapa berkas penting milik orang tuaku, setelah itu barulah aku kabur dari sini."


Roy sama sekali tidak jijik bersetubuh dengan banyak wanita dalam sehari. Hal itu dia lakukan sebagai tumbal pesugihannya.


Mereka melakukan hal itu hingga berulang kali banyaknya. Roy sama sekali tidak merasakan kelelahan. Setelah perempuan itu terkapar akibat ulahnya, dia menelpon anak buahnya untuk mengantar seorang wanita cantik yang lebih seksi dari pada yang tadi.


Roy kembali bersetubuh di hadapan Listie hingga mencapai kepuasan yang dia inginkan. Air matanya terus menetes membasahi pipinya hingga jatuh ke atas lantai.

__ADS_1


"Ya maafkanlah hambaMu ini yang banyak dosa dan tolonglah aku agar penderitaan ini segera berakhir."


Suara tangisannya sama sekali tidak dihiraukan oleh Roy bahkan Roy sudah melupakan keberadaannya di dalam kamar itu.


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...

__ADS_1


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2