Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 31. Bertemu Kawan Lama


__ADS_3

Mentari pagi sudah menyinari bumi dengan cahayanya yang berkilauan. Cahayanya mampu menghangatkan seluruh alam semesta.


Kicauan burung-burung yang bertengger di atas dahan ranting pohon semakin menambah syahdunya suasana pagi itu. Daun-daun banyak yang berguguran tertiup angin.


Amanda tidak percaya jika Pak Agung dosen killer yang ternyata akan menjadi calon suaminya nanti. Amanda serasa bermimpi dan masih kadang tidak percaya, bahkan heran dengan kenyataan yang ada.


Cowok yang selama ini diam-diam dia sering perhatikan dan mengagumi pria itu, tapi belum ada rasa cinta yang dia rasakan hanya sekedar rasa kagum saja.


Tetapi, saat pria itu datang melamar nya dengan begitu berani dan gagahnya di hadapan Nenek dan semua sepupunya, barulah Amanda mulai membuka hatinya untuk mencintai Agung.


Agung tidak menyangka jika Pricilla menemukan rumahnya. Padahal ini yang ke lima kalinya Alexander Agung berpindah rumah.


Agung tidak menyangka jika ada perempuan yang bertindak seperti itu yang nekat melakukan apa pun demi ego dan obsesinya semata.


Agung tidak ingin bersikap kasar terhadap Pricilla sehingga lebih memilih untuk berpindah tempat dari satu Universitas ke Universitas lainnya.


Tapi kali ini, Agung benar-benar sudah dibuat kelimpungan dan tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk mengatasi sikap dari Cilla tersebut.


Agung berharap setelah bertemu dengan Amanda, Cilla akan berubah pikiran dan mengalah untuk mengjauh dari hidupnya.

__ADS_1


Keesokan harinya, Amanda berangkat ke Kampusnya bersama dengan Zoeya Kakak sepupunya sedangkan Keyna hari ini masuk siang sehingga Key tidak bareng dengan mereka.


Zoe yang mengemudikan mobilnya, Amanda duduk di sampingnya yang sedang menyandarkan kepalanya ke belakang. Zoe memperhatikan wajah Amanda yang kadang tersenyum sendiri tanpa Zoe tahu sebabnya itu.


"Apa seperti itu rasanya jatuh cinta setelah resmi mereka bertunangan?" Gumamnya.


Zoe menatap sekilas ke arah kakak sepupunya itu. Zoe hanya terpaut sekitar enam bulan saja dengan Amanda.


Tetapi sikap dewasa yang dimiliki oleh Zoe diantara ke dua sepupunya membuatnya sikap dan perilaku dirinya lebih dewasa dari kakak sepupunya dari segala hal.


"Amanda, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Zo yang masih setia menyetir mobilnya dan sekilas melirik Amanda.


"Emangnya mau tanya apa?" tanya Amanda yang sudah merubah gaya posisi duduknya yang langsung menghadap ke arah Zoe.


"Heeemm, apa yang Kamu rasakan saat pertama kali jatuh cinta?" tanya Zoe yang nampak serius dengan pertanyaanya itu.


Amanda heran dengan pertanyaan dari Zoe, tapi Amanda hanya tersenyum sebelum menjawab pertanyaan itu yang sepertinya Zoe sangat kepo dengan hal tersebut.


"Jatuh cinta aku pun tidak tahu untuk menggambarkannya, tapi intinya saat kita jatuh cinta ada perasaan aneh yang muncul dari dalam dada," jawabnya.

__ADS_1


"Apa hanya itu dan perasaan yang seperti apa yang kamu maksudkan?" tatapan Zoe dengan penuh pertanyaan lagi.


Amanda pun menjawab semua itu pertanyaan dari Zoe dengan wajah yang berbinar saking bahagianya jika bercerita tentang apa yang dia rasakan saat ini.


"Dada terasa berdetak sangat kencang seolah-olah kita mengalami gangguan pada jantung, setiap kali bertemu dengannya ada perasaan yang membuncah dalam dada, grogi, nerves, wajah bersemu merah, selalu ingin mendengar suaranya dan melihat dirinya, hemm apa lagi yah?" ucap Amanda yang tidak tahu lagi mengartikan arti kata mencintai.


"Ooohh seperti itu yah," ujarnya.


Amanda melirik ke arah Zoya lalu berkata," jangan-jangan Kamu lagi jatuh cinta yah?" tanya Amanda sambil memajukan wajahnya ke arah Zoe Saldana Arya Wiguna yang sedang menyetir mobilnya.


Zoe menggeser kepalanya Amanda lalu kembali fokus menyetir mobilnya.


"Iihh apaan sih loh, gak jelas amat sih, Aku hanya sekedar bertanya saja Kok gak lebih atau pun ada niat gimana itu," kilahnya yang lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


"Ayo lah Zoe ngaku saja, aku yakin Kamu suka sama seseorang cowok, lihat wajahmu yang memerah itu," ucap Amanda lalu memajukan wajahnya semakin dekat dengan wajah Amanda hingga Zoe kehilangan konsentrasinya dalam mengemudikan mobilnya.


Tiba-tiba dari arah yang berlawanan di depan belokan pertigaan jalan. Di depannya ada mobil yang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi juga dengan mobil berwarna merah.


Zoe bahkan tidak menurunkan laju mobilnya malahan semakin menambah kecepatannya, entah kenapa Zoe tidak menurunkan kecepatan mobilnya dan seakan-akan menantang pengendara mobil merah itu.

__ADS_1


__ADS_2