
"Alhamdulillah makasih banyak sayang," puji Hyuna yang melap sisa makanan yang ada di sekitar area bibirnya.
Tapi yang membuat Alan kembali pusing setelah mendengar perkataan dari Hyuna yang menginginkan dibuatkan lagi coto khas Makassar. Alan tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Hyuna.
"Ya Allah cobaan apa lagi ini?" Batinnya Alan dengan mengusap wajahnya dengan gusar.
Bukan hanya Alan yang dibuat ketar-ketir dengan permintaan ngidam aneh dari istrinya Hyuna. Setiap dalam tiga jam Hyuna meminta makanan yang kadang tersedia tidak setiap saat. Hal itu kadang membuat Alan keheranan dengan permintaan Hyuna yang nyeleneh dan paling membuat Alan kelimpungan. Jika Hyuna sudah ngambek dan tidak akan memberikan jatah untuk bercocok tanam kepada Alan.
Tapi Alan masih bersyukur karena masih bisa melayani dan memberikan semua yang diinginkan oleh Hyuna bisa dipenuhi oleh Alan. Banyak perempuan hamil yang saat dirinya sedang hamil dan ngidam tapi tidak didampingi oleh suami mereka. Sore harinya mereka berziarah ke makam Oma Estella dan Pak Wiguna.
Seperti itulah kebiasaan mereka jika akan menyambut kedatangan bulan suci ramadhan. Kesedihan terasa disaat Mama Elisabeth menabur bunga di atas pusara Pak Wiguna. Air mata mereka tak terasa membasahi pipi mereka.
Kehilangan sosok Ayah masih mereka rasakan hingga sampai sekarang. Mereka satu persatu menabur bunga secara bergantian di atas pusara Oma Estella dan Ayah mereka Wiguna Albert Kim Said.
Malam harinya mereka berangkat ke Mesjid untuk melaksanakan shalat tarawih pertama di bulan suci Ramadhan. Tawa bahagia terpancar dari wajah mereka dalam menyambut bulan suci ramadhan. Mereka tidak henti-hentinya bersyukur karena masih bisa bertemu kembali dengan bulan yang penuh berkah dan penuh maghfirah.
Arya membeli banyak kembang api yang akan rencananya mereka bakar setelah pulang tarawih. Beberapa saat kemudian, Arya yang memimpin anak-anak serta seluruh orang yang bekerja di rumahnya untuk bersama-sama menyalakan kembang api.
Emre dan Dimas pun tidak mau kalah dengan Arya dan baby Zi. Suasana tersebut sangat ramai dan kental dengan nuansa kekeluargaan..Arya pun mengundang beberapa masyarakat yang sempat datang ke masjid untuk ikut merayakan menyambut kedatangan bulan suci ramadhan.
Acara tersebut hingga pukul 12 malam. Hari ini adalah hari pertama makan sahur sehingga Mama Elisabeth meminta kepada semua anak dan keponakannya yang ada di dalam negeri untuk makan sahur dan puasa pertama di kediaman Utama. Aneka makanan sudah tersedia di atas Meja makan. Semua menu makanan khas Indonesia.
__ADS_1
Mulai makanan dari Sabang sampai Merauke. Dan chef-nya kediaman Utama Wiguna khusus malam ini mereka hanya jadi penonton dan membantu sedikit saja. Karena Delia dan Mommy kece lainnya Dessy dan Rina yang memasak menggantikan perannya chef.
Mereka sudah duduk manis di kursi masing-masing. Dari sekian banyaknya menu makanan yang tersedia buah kurma tidak pernah absen di ataseja makan. Buah kurma adalah makanan wajib yang harus ada jika mereka menjalankan ibadah puasa. Mereka kemudian makan setelah Arya memimpin Do'a sebelum sahur.
Mereka makan dengan penuh khitmad dan lahapnya anak-anak pun antusias untuk ikut menjalankan ibadah puasa walaupun mereka hanya berpuasa setengah hari saja dan mereka belum wajib berpuasa.
"Makanannya sangat lezat, selalu saja enak," sahut mama Elisabeth.
"Buatan Delia emang dari dulu tidak ada duanya," puji Emre.
"Biasa saja kok, lagian makanan ini bukan cuma saya yang masak tetapi dibantu oleh Dessy dan Rina, Aulia sama Hyuna," pungkasnya Delia merendah.
"Iya betul tuh, Delia sangat membantu kami saat kami ingin belajar masak, karena kami Ingin semua makanan yang masuk ke dalam perut suami kami adalah buatan dari tangan kami sendiri," tuturnya Dessy.
"Iya Mama selama Dessy bisa masak, Aku semakin betah makan di rumah dan tidak tahu kenapa makanan yang dimasak Dessy selalu membuat aku cepat kenyang dan ada yang lain kalau bukan masakan Dessy yang aku makan," ungkap Dimas yang ikut berkomentar.
silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan my queen heart loh...
dilema diantara dua pilihan
__ADS_1
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah....
__ADS_1