Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 234


__ADS_3

Kehidupan dari semua pasangan suami-istri dan anggota keluarga Wijaya tentunya masalah yang mereka hadapi. Dan tidak mungkin hidup mereka selalu lancar damai yang namanya kehidupan pasti ada pasang surutnya.


Begitu pun cobaan pasti akan datang ke dalam hidup yang namanya manusia. Ada cobaan dari suami maupun Istrinya, ada cobaan kematian, ada cobaan yang datangnya dari keluarga inti sendiri dan ada cobaan yang datangnya karena adanya rasa tersakiti.


Yang akhirnya menimbulkan dendam yang berkepanjangan dan tak bertepi. Ada yang mengatakan jangan hidup kalau tidak mau menghadapi Masalah dan Ujian dari Allah SWT.


Kondisi Kim Park Hana yang sudah stabil sehingga tim dokter yang menangani kesehatan Hana pun mengizinkan Hana untuk pulang, tetapi menyarankan kepada anggota keluarga untuk tidak mengingatkan Hana dengan kenangan kematian suaminya Ricki.


Hal itu dilakukan bertujuan agar Hana tidak kembali terpuruk dalam kesedihannya. Kedatangan dan kepulangan Hana disambut antusias oleh segenap anggota keluarga Wijaya dan seluruh art maupun maid yang bekerja di kediaman utama keluarga Wijaya Wiguna Pratama maupun rumah pribadinya sendiri.

__ADS_1


Anggota keluarga merencanakan hari ini untuk berbagi kebahagiaan dan rasa syukur atas kesehatan Hana yang sudah membaik dan mereka ingin berbagi dengan seluruh masyarakat yang ada di sekitar area kompleks perumahan elit tersebut. Emilia sudah memesan banyak bahan pokok sembako.


Mulai dari beras dalam karung yang isinya masing-masing 10 kilo, minyak goreng yang menjadi primadona masyarakat yang harganya melambung tinggi karena susah untuk memperoleh minyak tersebut, Gula, terigu, teh, kopi, susu cap nona, kecap, ikan kaleng, mie instan yang sedap punya, sabun cuci, sabun mandi, sabun cuci piring, odol atau pasta gigi, dan shampo.


Sedangkan khusus untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah kebutuhan pokok tersebut mereka tambah dengan mukenah, baju koko, kopiah dan pakaian muslim untuk anak laki-laki dan perempuan segala usia.


Mereka pun tak lupa membuat makanan untuk menu buka mereka serta es campur buah dalam tempat akan mereka bagi dan spesialnya mereka sendiri terjun langsung untuk memasak semua makanan itu dan tentunya dibantu oleh maid.


Padahal Emier yang sedang ingin mencari keberadaan maminya terpaksa menundanya terlebih dahulu demi Hana yang sudah sembuh dari penyakitnya. Tetapi dari antusiasme mereka ada seseorang yang sedang ragu, bimbang dan bingung dengan sikap dan keputusan apa yang harus ditempuh.

__ADS_1


Apakah harus bertemu dengan orang tersebut atau harus menolak mentah-mentah. Dan jika dirinya menolak maka akan terjadi sesuatu lagi dengan anggota keluarganya dan di sini lah beliau mengetahui siapa dalang dibalik kejahatan dan musibah yang silih berganti menerpa keluarganya.


Setelah mereka shalat subuh, Dinda memerintahkan kepada para maid dan asisten rumah tangganya untuk membantunya berbelanja semua bahan pokok makanan takjil yang rencananya akan mereka buat.


Tetapi, Dinda berunding terlebih dahulu dengan saudara-saudaranya sebelum memutuskan untuk membuat menu-menu makanan yang akan mereka bagikan.


"Kalau menurut kalian kita beli daging saja atau beli dua ekor sapi, dan menurut kalian mana yang bagus dan lebih banyak hasilnya?" tanya Dinda ke arah saudaranya yang lain.


"Kalau menurut aku sih dagingnya saja langsung, biar gak terlalu repot lah dan menghemat waktu," timpalnya Elsa.

__ADS_1


"Kalau menurut aku sih lebih bagus beli sapi dua ekor ditempat pemotongan dan kita potong langsung saja di sana, hitung-hitung tulang iga dan bagian isi dalamnya bisa dibuat makanan khas makassar seperti, sop konro dan coto makassar, dan saya ingin menu makanan yang kita buat khas Indonesia dari Sabang sampai Merauke," imbuhnya Dena.


__ADS_2