
"Waktunya makan siang Nak, Mama suapi kamu yah tapi pakai langsung tangan Mama gak apa-apa kan?" ucap Mama Elisabeth yang ingin membantu Arman makan.
Arman hanya menganggukkan kepalanya dan ingin mencoba makan dari tangan Mamanya. Selama dalam hidupnya Arman tidak pernah makan dengan tangan seorang ibu, selama Arman masih bayi dia disuapi oleh baby sitternya.
Bu Elisabeth pun mulai menyuapi Arman menggunakan tangannya langsung tanpa bantuan alat makan seperti sendok atau garpu. Arman merasakan nikmatnya sangat berbeda jika makan dari tangan seseorang mama yang tulus menyayangi kita dengan tangan orang lain.
"Kamu suka ikannya dicelupin ke dabu-dabunya atau gimana Nak?" tanya Mamanya.
"Dicelupkan ikannya saja Ma," ucap Arman.
Itu adalah ucapan yang untuk pertama kalinya berbicara langsung dengan Mama Elisabeth dengan suara yang sedikit lembut dan manja layaknya seorang anak kecil yang bermanja-manja dengan ibunya. Arman sendiri heran karena ucapannya itu refleks terlontar dari bibirnya.
Tanpa ada pemikiran sebelumnya sedangkan Mama Elisabeth sudah meneteskan air matanya sambil Terus menyuapi putranya. Arman menghapus jejak air mata Mama nya dengan jarinya. Mama Elisabeth langsung memegang tangan putranya dan semakin terharu dengan perlakuan putranya itu.
"Jangan menangis lagi Ma, maafkan Arman Ma..ma," imbuhnya Arman.
Arman yang ingin memeluk tubuh mamanya tapi tidak bisa karena kemampuan geraknya yang terbatas dan kalau banyak goyang kakinya akan ngilu dan sakit. Mama Elisabeth meraih tangan putranya lalu terus menciumi tangan putranya saking bahagianya mendengar dirinya yang dipanggil Mama oleh putranya yang sudah sekian lama dia nantikan.
__ADS_1
"Mama sangat bahagia mendengar kamu memanggil nama Mama Nak, saking bahagianya Mama sampai-sampai Mama tidak bisa menahan air mata ini," tampiknya Mama Elisabeth.
"Maafkan Arman yah Ma, Arman sudah banyak dosa dan kesalahan Arman sangat besar Ma bahkan gara-gara Arman mertuanya Mama meninggal dan..." ucapan Arman terhenti karena Mama Elisabeth menutup mulutnya.
"Sudah nak jangan diteruskan lagi, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan karena manusia itu tidak ada yang sempurna Nak karena kesempurnaan itu hanya Allah yang maha sempurna dan maha memaafkan hambanya yang ingin bertaubat dan berubah jadi manusia yang lebih baik," jelas Bu Elisha.
Nyonya Elisabeth yang membantu Arman untuk membersihkan mulutnya setelah makan siang.
"Tapi gimana caranya Arman untuk berubah ma shalat dan pegang Al-Qur'an saja Arman tidak pernah," pungkasnya lesu Arman.
"Jangan menyerah sebelum kamu mencoba dan mama akan membantumu nak dan kita akan cari seseorang yang bisa membantu kamu untuk mengaji," harap Bu Elisyah yang menyemangati Arman.
Seseorang yang berada di balik pintu ikut hanyut dalam keharuan yang terjadi antara seorang anak dengan seorang Ibu yang telah lama terpisah bukan dua tahun atau sepuluh tahun tapi 30 tahun lamanya.
Mereka terpisah sehingga tidak mudah untuk memperbaiki dan mengisi waktu yang telah terbuang karena adanya pihak yang memanfaatkan hal tersebut.
"Aku berjanji pada kalian papa akan memberikan yang terbaik untuk kalian dan papa tidak akan pernah menyakiti kalian lagi dan papa akan menjadi pelindung kalian " batinnya Pak Hendri.
__ADS_1
Pak Hendry menghapus air mata yang membasahi pipinya. Pak Hendry bersyukur karena berkat kehadiran istrinya yang mampu membawa kebaikan di dalam rumahnya.
Pak Hendry bahagia karena pilihan dan keputusannya untuk menikah kembali dengan mantan istrinya sangat berpengaruh baik terhadap dirinya secara pribadi serta putranya.
Walaupun dengan jalan yang salah. Setiap manusia punya kesempatan ke dua untuk menjadi manusia yang lebih baik dan ingatlah manusia itu tempatnya salah dan khilaf.
Hari ketiga dari kalangan teman-teman dari mempelai wanita maupun laki-laki. Dan yang terakhir hari ketiga, semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali datang berbondong-bondong untuk memberikan doa restu kepada dua pasang pengantin tersebut.
Martin dan yang lainnya sangat bersyukur karena akhirnya masih diberi kesempatan dan waktu oleh Allah untuk melihat kebahagiaan dari anak cucunya. Amairah tak henti-hentinya menangis dalam kebahagiaannya.
Cinta Yang Tulus terjaga di dalam hatinya hingga akhir hayatnya. Cinta yang saling menghargai satu sama lain. Cinta yang tidak memandang status derajat atau pun harta. Itu lah Cinta Yang Tulus.
kita manusia wajib membantu siapa pun yang ingin berubah dan memperbaiki dirinya menjadi manusia yang semakin baik. Tak ada gading yang tak retak. Tidak ada manusia yang sempurna karena yang sempurna itu hanyalah milik Allah.
Selama kamu masih ada waktu dan Ingin berubah maka berubah lah untuk menjadi lebih baik lagi walaupun kadang banyak yang mencibir atau pun tidak percaya dengan apa yang akan kamu lakukan.
Arman hari ini mulai belajar bacaan Shalat dan tata cara wudhu tapi baru sekedar teori saja karena kondisi Arman yang belum bisa untuk praktek langsung. Mama Elisabeth dengan sabar dan telaten membantu Arman untuk belajar.
__ADS_1
Pintu kamar Arman di ketuk oleh seseorang. Mama Elisabeth pun berdiri dan langsung membuka pintu kamar tersebut.