
"Pokonya songkolok begadang yang dibeli di warung bukan buatan Chef atau koki kita!!" Ketusnya Hyuna yang sudah berkaca-kaca matanya.
"Tapi sayang ini kan sudah jam 2 malam, Aku harus cari di mana?" ucap Alan yang sudah frustasi.
Alan mencari informasi warung mana yang jual songkolok begadang yang ada di Ibu kota. Sudah 1 jam belum juga ketemu yang jual. Karena Hyuna sudah tertidur akhirnya Alan memutuskan untuk memasak makanan tersebut dengan kemampuan bakat masaknya yang selama ini dia peroleh selama dirinya menjadi Kapten kapal. Yang sudah berlayar ke seluruh pelosok negeri maupun luar negeri.
Alan dibuat kelimpungan menghadapi sikap dan permintaan dari Hyuna yang menginginkan makan berbagai masakan hanya dalam jangka waktu tiga jam saja.
Seperti sekarang ini, Hyuna yang menginginkan makan makanan khas Makassar yaitu songkolo bagadang yaitu makanan yang bahan dasarnya dari beras ketan.
Alan sudah mencari lewat aplikasi yang ada di hpnya tapi tetap tidak menemukan penjual yang menjual makanan tersebut. Alan pun geleng-geleng kepala karena sekarang baru jam 1 malam. Hyuna tidak memperhatikan jadwal ngidamnya
"Ya Allah seperti ini kah rasanya menghadapi ujian istri yang ngidam?" tanya Alan pada dirinya sendiri.
Akhirnya Alan menemukan cara membuat songkolo begadang melalui panduan aplikasi di hp nya. Alan menggunakan keahlian memasaknya yang dia miliki sehingga tidak terlalu sulit untuk membuat makanan tersebut. Yang menjadi rintangannya adalah ternyata stok buah kelapa tua di rumahnya sudah habis.
Alan pun kembali geleng-geleng kepala karena sudah membangunkan semua anggota keluarganya dan asisten rumah tangganya untuk mengerahkan mereka mencari kelapa tua utuh ataupun kelapa parut. Bahkan Alan sudah memberikan iming-iming hadiah kepada artnya Jika mendapatkan kelapa tua.
"Ya Allah susahnya mencari kelapa tua tersebut, apa kalian sudah mendatangi semua warung dan pasar tradisional yang menjual kelapa tua?" Gumam Alan yang duduk di hadapan ARTnya.
"Kami sudah mencari ke seluruh pelosok pasar tapi tidak ada yang bangun dan membuka pintu mereka, dan ada satu warung menjual kelapa tapi ternyata stok kelapanya habis," jelas Mbak Siti.
__ADS_1
Mereka kembali terdiam dan memikirkan cara di mana mereka bisa menemukan kelapa tersebut yang menurut mereka lebih mudah menemukan berlian dari pada kelapa. Alan pun tertawa saking susahnya mendapat kelapa.
Tiba-tiba ada Mbak Sari yang langsung menyarankan kepada Alan. Tetapi Alan langsung tertawa terpingkal-pingkal dengan masukan dan saran dari Security-nya.
"Bos gimana kalau kita pergi mencari langsung ke pohonnya karena cuma itu jalan satu-satunya yang kita punya," saran Pak Nawir salah satu Security rumahnya.
"Itu ide yang bagus juga bos, pasti kita akan mendapat langsung kelapanya bahkan kita bisa memilih buah kelapa tua yang bagus," timpal Pak Kadir tukang kebunnya.
"Itu ide yang brilian Bos, pasti nona muda akan bahagia dan tidak akan marah-marah lagi," jelas ibu Tini kepala pelayan Keluarga Alan.
"Tapi kalau dekat sini sih sepertinya tidak ada bos, seingaktu ada tapi.." ucapan pak Nawir terpotong dan khawatir jika Alan bosnya akan menolak masukannya tersebut.
"Tapi apa? jangan bicara setengah saja lanjutkan," sarkas Alan yang jengah dengan penuturan dari Pak Nawir.
Alan langsung berdiri dan mengambil kunci mobilnya tetapi belum sampai ke pintu pak Nawir langsung berucap lagi.
"Tapi bos kalau untuk ke daerah tersebut tidak bisa dijangkau menggunakan roda empat tapi kita ke sana harus memakai sepeda motor," sanggah Pak Nawir yang menunduk karena takut jika bos-nya marah.
silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan my queen heart loh...
__ADS_1
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah....