
Sedangkan Hyuna hanya menunduk dan malu. Hyuna sangat bahagia tapi disisi lain dirinya selalu menganggap Kalau Dia tidak pantas untuk Alan. Hyuna pun berniat untuk berbicara empat mata dengan Alan setelah Daddy-nya pulang.
"Saya tunggu kalian di Acaranya Aditya dan Helena dan kamu buktikan kepada Saya ketulusan dan keseriusan kamu," ucap pak Edward sambil tersenyum dan memandang ke arah Alan dengan penuh arti.
Pak Edward pun meninggalkan mereka dan yang lainnya segera mendekati Hyuna dan Alan. Mommy-mommy kece mendekati Hyuna dan mengucapkan selamat dan meminta Hyuna untuk menerima lamaran Alan.
"Hyuna, kami kaget melihat Alan melamar kamu langsung di depan Daddy mu, benar-benar nekat yah," ucap Elliana.
"Iya sangat berani dan saya sangat bahagia jika kamu menerima lamaran Alan," timpal Dessy menimpali.
"Iya Hyuna terima saja, lagian Alan itu pria yang baik dan pasti bertanggung jawab," ucap Delia ikut nimbrung yang sangat kepo dengan jawaban apa nantinya yang akan diberikan oleh pak Edward.
"Kalau menurut aku sih yes saja, coba lihat Alan apa kurangnya dia sebagai cowok, ganteng iya, baik iya, punya masa depan yang bagus tentunya, iya gak sih?" Pungkasnya Emilia yang kembali melanjutkan untuk menghabiskan minumannya.
"Kok kita sependapat yah Emilia," imbuhnya singkat Rina.
Hyuna tersenyum malu mendengar perkataan dari kakak sepupunya. Sebenarnya perkataan mereka benar adanya tapi Hyuna kembali teringat akan hidupnya yang sudah tidak sempurna. Hyuna pun diam-diam mengirimkan chat ke nomor Alan.
Hp Alan langsung berdering dan segera mengambil handphonenya yang ada di kantong celananya. Alan tersenyum manis ke arah Hyuna sebelum membuka dan membaca isi dari chat Hyuna.
"Boleh kita ketemu kak, tapi hanya kita berdua saja, ada yang ingin Hyuna katakan," isi chat Hyuna.
Alan pun langsung membalas pesan Hyuna.
__ADS_1
"Ok dimana dan kapan??" balas chat Alan.
"Kita ketemu di kamar aku saja kak sebelum berangkat ke Hotel di acara kak Aditya," balas Hyuna.
Semua orang Kembali ke dalam kamar masing-masing dan beristirahat sejenak sebelum berangkat ke Hotel tempat pelaksanaan acara Resepsinya Aditya dan Helena.
"Ya Allah apa yang harus aku katakan kepada kak Alan, dan kalau Dia bertanya siapa Pria yang berhasil merebut mahkotaku aku harus jawab apa?" tanya Hyuna pada dirinya sendiri yang sudah berderai air mata.
Hyuna memandangi pemandangan kota Sydney dari atas kamarnya. Hyuna perlahan-lahan membuka pintu jendela kamarnya dan segera berjalan ke arah luar balkon kamarnya. Hyuna pun merentangkan kedua tangannya untuk menghirup aroma udara Australia yang sedikit mengurangi rasa khawatir dan sedihnya.
"Syukur Alhamdulillah… aku masih bisa hirup udara segar," lirihnya Hyuna.
Hyuna pun sudah melaksanakan shalat ashar sebelum berdiri di Balkon kamarnya. Sehingga ada perasaan lega untuk menghadapi kenyataan yang akan terjadi. Hyuna sudah pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT apa pun yang menjadi keputusan Allah SWT itu lah yang terbaik untuknya.
Hyuna masih merentangkan kedua tangannya dan menutup kedua kelopak matanya. Tiba-tiba ada perasaan nyaman yang dirasakan oleh Hyuna. Hyuna awalnya kaget setelah menyadari kalau ada tangan yang melingkar di perutnya.
"Ini tidak boleh terjadi, aku sudah tidak pantas untuk menjadi calon istri siapa pun," gumamnya Hyuna.
Hyuna bahagia tapi langsung kembali teringat dengan kejadian itu lagi. Hyuna pun melepas paksa pelukan Alan dari pinggangnya.
"Maaf" ucap singkat Hyuna yang sudah berjalan Ingin meninggalkan Alan
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
__ADS_1
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya....