Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 71. Keegoisan


__ADS_3

Jika jahat dibalas kejahatan, maka itu adalah dendam.


Jika kebaikan dibalas kebaikan maka itu adalah perkara biasa.


Jika kebaikan dibalas kejahatan maka itu adalah zalim.


Tapi, jika kejahatan dibalas kebaikan itu adalah mulia dan terpuji.


Half of my breath I exhale for my love Let my longing reach my angel


You are everything not separated by time Let the earth reject me still love you


Let your mama don't like your papa also forbid Even though the world refuses I'm not afraid


Still I say I love you


Because you are the star in my heart


nothing else can shake my love for you


You are everything not separated by time Let the earth reject me still love you


Let your mama don't like your papa also forbid Even though the world refuses I'm not afraid


Keep saying I love you


Don't bother anymore


I will carry the love that is planted in my heart until I die


You are everything not separated by time Let the earth reject me still love you


Let your mama don't like your papa also forbid Even though the world refuses I'm not afraid

__ADS_1


I keep saying I love you.


Abang bagaimanapun mereka adalah kedua orang tua Abang, tidak sepantasnya Abang bersikap kasar dan keras terhadap mereka," jelas Cilla dengan penuh kelembutan.


Andreas hanya menatap sepintas ke arah istrinya lalu kembali menatap tajam ke arah Papinya. Bukan dia marah kepada orang tuanya, tapi sifat dan tingkah laku mereka yang memutuskan untuk menjodohkannya dengan perempuan yang tidak dia suka dan cintai.


Di dalam relung hatinya yang paling terdalam, Andreas merasakan kerinduan yang sangat kepada mereka, terutama kepada Mamanya. Tetapi, rasa kecewanya berhasil menutupi kerinduannya itu sehingga keegoisan lah yang menang mengalahkan kerinduannya.


"Maafkan Andreas mi, aku sangat merindukan Mami, tapi disisi lain aku terlanjur kecewa dengan kenyataan jika kalian diam-diam memutuskan untuk menikahkanku dengan Laila gadis yang egois itu," Andreas membatin.


Emilia terus berjalan ke arah putranya, walaupun nantinya mendapatkan penolakan beliau tetap berusaha untuk mendekati putranya itu.Dengan mengulurkan tangannya ke arah tangan putranya itu.


"Andreas putranya Mami, gimana kabarnya sayang?" tanya Emilia dengan matanya sudah berkaca-kaca menahan kerinduan pada putra sulungnya itu.


Andreas tidak bergeming sedikitpun, hanya mampu terdiam seribu bahasa. Pricilla berniat menegur ibu mertuanya, tapi takut nanti Andreas marah kepadanya sehingga dia terpaksa mengurungkan niatnya tersebut. Pricilla menyentuh lengan suaminya agar suaminya membalas perkataan dari Maminya.


"Abang, Abang!! Dengar Pricilla dong, please!" ucapnya Cilla.


"Ya Allah luluhkan dan lembutkanlah hati dan perasaan suamiku,," batinnya Pricilla dengan penuh harapan.


"Andreas maafkan Mami sayang, Mami tidak bermaksud untuk melukai hati dan perasaan kamu, Mami dan Papi hanya berencana sayang kami belum berniat untuk menikahkan kalian lagian Mami menentang keputusan dari Papimu dan Alhamdulillah Papi setuju dengan permohonan Mami," jelasnya panjang lebar.


Emilia meneteskan air matanya saking sedihnya melihat putranya yang selama ini sangat penurut, sekarang harus membangkang dan benci kepadanya hanya karena gara-gara rencana yang hanya sekedar basa-basi semata saja. Adrian hanya menatap ke arah anak dan istrinya.


Dia terdiam sedari tadi, tidak mampu berucap sepatah kata pun juga. Delia dan Arya juga hadir di dalam ruangan keluarga tidak bisa berbuat banyak atau sedikit mencampuri urusan mereka. Mereka hanya menjadi pengamat dan pendengar setia saja tanpa ingin menggurui mereka, belum saatnya ikut menimpali pembicaraan mereka.


"Sayang, lihat Mami, sebesar itu kah rasa bencimu sama Mami? apa Mami tidak ada lagi artinya di dalam hidupmu sayang?" tanya Emilia yang ingin memegang dagu putranya, tapi selalu Andreas menolehkan dan menepis tangan perempuan yang telah melahirkannya.


Sikap Andreas yang sedikit kasar itu mengiris hatinya. Kecewa, sedih, menyesal dan tidak menyangka bercampur aduk jadi satu. Andreas berjalan meninggalkan Suaminya yang berdiri di samping istrinya.


Andreas tak lupa menarik tangan istrinya untuk segera ke atas lantai dua tempat di mana kamar pribadinya berada. Dia menangis tergugu melihat anaknya tidak menghiraukan dirinya sedikit pun. Hatinya hancur melihat putranya berlalu dari hadapannya.


"Andreas!! berhenti!! seperti itukah caramu bersikap kepada orang tuamu?" teriak Adrian dengan geram wajahnya sudah murka melihat sikap keras kepala putranya.

__ADS_1


Andreas hanya melirik sesaat ke arah Papinya tanpa membalas perkataan dari Papinya yang cukup emosi itu. Dia melenggang pergi tanpa sepatah kata pun lagi. Tetapi isyarat dari sorot matanya menandakan dia sedang tidak baik-baik saja.


----------------


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap dukung My Queen Heart dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika ada kesalahan dalam pengetikannya atau Typonya...

__ADS_1


__ADS_2