
"Maafka Mami Zulham, gara-gara Mami kamu harus pergi untuk selamanya," ucap Oma Ella di depan pintu kamarnya.
Oma Ella segera menghapus jejak air matanya karena Emre sudah berjalan mendekat ke arahnya. Oma Ella menetralkan perasaannya dan menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Emier!" panggil Oma Ella.
Emir yang mendengar namanya disebut segera lalu mempercepat langkahnya dan mendekati Omanya dan langsung memeluk tubuh Omanya.
"Hmm sepertinya ada bau-bau minta sesuatu ni," tanya Bu Ella kepada Emir seraya bercanda.
Nyonya Ella sangat tahu jika putra sulungnya itu mendekatinya dan bermanja-manja dengan dirinya pasti ada sesuatu yang anaknya menginginkan dan minta seperti biasanya.
"Nenek selalu tahu banget kalau saya menginginkan sesuatu?" timpalnya Emir.
"Nenek, apa aku bisa bicara sebentar dengan nenek?" tanya Emir yang meminta kepadanya.
"Mau bicara apa? kalau gitu ikut Oma ke suatu tempat," timpalnya Bu Ella kemudian dan berlalu dari hadapan Emir dan berjalan ke suatu ruangan khusus.
Oma Ella sudah tahu maksud kedatangan Emre ke kamarnya dan pasti ingin mengetahui tentang kedua orang tuanya terutama Maminya. Mereka masuk ke dalam suatu ruangan yang sampai sekarang masih sangat terjaga dan terawat.
Ruangan itu adalah ruangan khusus barang-barang peninggalan kedua orang tuanya Emir. Banyak lukisan yang masih utuh dan bagus yang berjejer di dinding tembok ruangan tersebut. Dan dari sekian banyak lukisan yang ada ia tiba-tiba berdiri di depan lukisan seorang perempuan.
Perempuan itu adalah keturunan Korea dengan kulit putih, wajah oval dan kedua mata yang sipit yang jelas berbeda dengan mata orang asli pribumi Turki. Emir tanpa ditunjukkan oleh seseorang tentang siapa perempuan di dalam lukisan itu.
Emier sangat tahu dengan jelas bahwa itu adalah perempuan yang berjuang dengan sekuat hati dan ikhlas menerima kesakitan yang sangat hebat saat beliau melahirkannya.
Tanpa mereka sadari kalau ternyata Hana mendengar percakapan mereka. Awalnya Hana ingin membawakan makanan siang untuk Ricki suaminya. Tetapi, Hana ingin memberikan kejutan kepada Ricky
Sesampainya di kantor Hana tidak menemukan keberadaan suaminya. Jadi Hyuna berniat untuk pulang. Sesampainya di loby perusahaan, Hana melihat Ricky memutar mobilnya dan menuju ke area rumah sakit.
Bahkan tidak sedikit seorang ibu yang mempertaruhkan nyawanya demi kelahiran si buah hati mereka. Emier memegang bingkai lukisan tersebut dan tidak segan untuk meneteskan air matanya.
"Mami, saya Ingin sekali bertemu denganmu," lirihnya Emiere yang sudah meneteskan air matanya saat ia menangis.
"Maafkan nenek nak, ini semua gara-gara keegoisan Nenek yang lebih mementingkan dan mengutamakan harga diri dan martabat daripada kebahagiaan anaknya sendiri," tempiknya Bu Ella.
__ADS_1
Nyonya Ella yang menangis tersedu-sedu dibalik punggung lebar Emir. Ia kemudian berjalan ke arah lemari yang ada di pojok ruangan tersebut. Lalu mengambil sebuah buku diary Daddy-nya Emier yang sudah nampak kusam. Emre pun segera mengambil buku harian tersebut dan berjalan ke arah meja yang tersedia di dalam ruangan tersebut.
Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.
Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.
Meja yang selalu daddy-nya pakai dulu jika melukis atau pun membaca. Di dalam buku diary itu terdapat banyak kenangan kisah cinta antara Daddy dan Mommy nya. Emir pun sudah tahu perjalanan kisah percintaan antara Mami dan daddy-nya.
Kamu mau sembunyi dimana
Aku bisa mengendus baumu
Jangan pernah lari dariku
Karena kita telah berjanji
Biar matahari bohong pada siang
Pura-pura tak mau panas
Sembunyikan cinta yang ada
Aku tak perlu bahasa apapun
Untuk mengungkap aku cinta kamu
Aku tak pernah beristirahat
Untuk mencintai Kamu sesuai janjiku, promise
Seribu wajah menggoda aku
Yang ku ingat hanya wajah kamu
janjiku tak pernah main-main
__ADS_1
Sekali kamu tetap kamu
Where do you want to hide?
I can smell your smell
Never run from me
Because we promised
Let the sun lie at noon
Pretending not to be hot
No need to torture yourself
Hide existing love
I don't need any language
To reveal I love you
I never rest
To love you according to my promise, promise
A thousand faces tease me
All I remember is your face
I promise never play
Once you're still you
"Silahkan Nak, carilah Mommy kamu dan bawa kembali Mami kamu kesini Nak dan berkumpul dengan keluarga besar kita, Nenek ingin meminta maaf di depan mami mu," ujarnya ibu Ella.
__ADS_1
"Insya Allah… Nenek aku akan mewujudkan keinginan Nenek," timpalnya Emir..