Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 277


__ADS_3

"Apa kamu tidak ingin duduk dulu, capek loh kalau harus berdiri terus sambil marah-marah?" tuturnya Pak Hendry.


Ratna yang sedang marah-marah langsung duduk dan melempar tasnya di sembarang tempat. Pak Hendry yang melihat kejadian tersebut hanya geleng-geleng kepala.


"Ya Allah lembutkanlah hati putriku dan berilah hidayah agar dia segera menyadari kesalahan dan kekeliruannya selama ini, dan maafkan lah saya ya Allah yang selama ini telah salah mendidiknya," batinnya Pak Hendri.


"Tolong tarik nafas yang dalam lalu buanglah perlahan-lahan," perintah pak Hendry kepada putri angkatnya sambil berdiri di hadapan anaknya dengan senyuman teduhnya.


Ratna langsung mengikuti perintah papanya. Ratna sudah sedikit bisa bernafas lega dan tidak marah-marah lagi.


"Papa melakukan hal itu karena Papa tidak ingin melihat kamu semakin tambah tidak terkendali saja dan semakin terjerumus ke arah hal-hal yang negatif dan tidak pantas kamu lakukan, dan papa sudah sepakat dengan kakakmu untuk memblokir semua kartu kredit maupun kartu debit kamu dan mulai detik ini kamu harus bekerja dan berusaha untuk menafkahi hidup kamu sendiri," jelas pak Hendry yang panjang lebar hingga ke pulau Merauke.


"Ini semua gara-gara istri baru papa, pasti dia yang memberikan saran kepada papa untuk melakukan semua ini kepada Ratna!!" teriak Ratna yang sudah melempar tasnya ke hadapan papanya.

__ADS_1


Pak Hendry tidak bisa mencegah apa yang dilakukan oleh Ratna karena seperti itu lah karakter dan tempramen Ratna jika, dia marah dan hal itu terjadi pada Ratna sejak kecil.


Pak Hendry hanya menatap ke arah putrinya dan berharap putrinya bisa mengerti dan menerima keputusannya itu. Ratna tidak bisa berkata apa-apa lagi jika papahnya yang sudah berbicara.


Ratna langsung berjalan ke luar tanpa ingin mendengar perkataan dari papanya lagi. Ratna sangat marah dan orang yang pertama dia ingin hancurkan adalah mama Elisabeth sebagai ibu tirinya.


Ratna akui kalau dirinya hanya lah anak angkat tapi Ratna tidak pernah diperlakukan tidak adil semenjak Ibu angkatnya pergi dari Villa yaitu ibu Linda yang tidak pernah ingin disebut Mama oleh anak angkatnya jika pak Hendry tidak ada di rumah.


"Maafkan papa nak, papa melakukan hal ini untuk kebaikan kamu sendiri, semoga putriku bisa berubah dan suatu saat mengerti dengan apa maksud dari semua yang aku putuskan untuk nya," batinnya Pak Hendry dengan penuh penyesalan.


"Awas kamu yah, aku pasti akan buat perhitungan untuk kamu dan tunggulah pembalasanku," geramnya Ratna.


Ratna kemudian mengemudikan mobilnya hingga ke depan panti asuhan yang pernah dia tempati dan diangkat menjadi anak di keluarga pak Hendry hingga sekarang.

__ADS_1


Ratna meneteskan air matanya ketika mengingat masa-masa anak-anaknya yang kurang bahagia. Sedangkan anak-anak di panti tersebut dengan bebas bercanda, bermain Sesuai dengan yang mereka harapkan.


Karina kaget setelah mendengar total uang yang masih harus dia bayar, "Banyak mamat sih Mbak, boleh diganti sebagian pakai beras atau pakai jasa bersih-bersih hehehehe," Karina membatin.


"Makasih Mbak, saya akan usahakan secepatnya" ucap Karina sambil berlalu dari hadapan Mbak itu.


"Apa salahku sehingga aku harus menjadi anak angkatnya dan apa aku salah jika aku ingin menjadi seperti mereka yang kehadiranku sangat dibutuhkan oleh seseorang," umpatnya Ratna.


Ratna semakin terisak saja dalam tangisnya. Dan tidak menerima kenyataan bahwa dirinya hanya anak angkat. Ratna kemudian membawa mobilnya berkeliling ibu kota Jakarta dan hingga arah mobilnya berhenti di depan taman yang cukup ramai di sore hari itu.


"Aku ingin seperti mereka yang walaupun hidup serba kekurangan tapi mereka hidup di dalam keluarga yang utuh dengan keluarga kandungnya mereka sendiri," batinnya Ratna.


Ratna melihat ada satu keluarga yang sedang berkumpul bersama di sebuah taman sambil menikmati indahnya pemandangan taman tersebut. Ratna menghapus jejak air matanya.

__ADS_1


Ratna lalu mengemudikan mobilnya ke arah lain dikarenakan senja telah datang, matahari telah terbenam di ufuk barat dengan kilauan cahayanya yang membuat mereka yang senang dengan cahayanya menikmati indahnya warna matahari yang sedang terbenam.


Ratna duduk di atas kap mesin mobilnya. Ratna melihat banyaknya orang yang sedang sibuk berlalu lalang dengan membawa berbagai macam kantong kresek yang berisi beberapa takjil untuk persiapan buka puasa mereka bersama dengan keluarga atau pun dengan orang terkasih.


__ADS_2