
Baru beberapa langkah kakinya melangkah masuk lebih dalam lagi, Bunda Aulia sudah berjalan ke arah mereka untuk menyambut kedatangan pasangan pengantin baru.
"Assalamu alaikum," ucap salam keduanya setelah mereka berhadapan.
"Waalaikum salam," balas Dokter Aulia.
Pricilla segera mencium punggung tangan Bundanya lalu cipika cipiki.
"Kamu yah nikah saat Bunda sibuk di meja operasi," jelas Bunda Aulia.
"Maaf Bunda nikahannya dadakan soalnya, itu Andreas tidak ingin ada orang lain yang tahu pernikahan Kami," jawabnya.
"Apa!! emangnya Kamu ini anaknya siapa?? harus main petak umpet saja saat nikahan, Kamu itu penerus Keluarga Besar Wiguna Albert Kim Said bukan rakyat jelata yang harus diam-diam menikah," tutur Aulia yang sedikit jengah dengan perkataan dari ponakan sepupunya itu.
Andreas hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Bundanya. Seperti itulah sifat bundanya. Selalu saja tidak ingin dianggap sebelah mata dan tidak suka jika ada yang meremehkan atau merendahkan anggota keluarganya. Beliau akan berada di garis terdepan untuk membela keluarganya.
"Maafkan Andreas Bunda, pasti bunda tahu apa alasannya yang melatar belakangi sehingga saya memilih untuk menikah secara dadakan," tuturnya.
Mereka berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan Prakteknya berada. Sambil berbincang-bincang santai.
"Aku juga heran dengan Papi Kamu, mungkin dia sudah melupakan dulu bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan restu dari Mama Elisabeth dan Papa Wiguna, Aku tidak habis pikir Andreas kenapa Papi Kamu berbuat seperti itu," ucapnya.
"Iya bunda, Papi lupa kalau ini tahun 2022 di mana bukan lagi jamannya Siti Nurbaya yang harus menikah dengan jodoh yang sudah ditentukan oleh ke dua orang tuanya," ujarnya.
"Suatu saat jika bunda bertemu dengan Papi Kamu biarkan Bunda yang akan menghadapinya," jelas Bunda Aulia yang ikut geram dengan sikap dan keputusan sepupunya itu.
"Aahh lupakan masalah Papi Kamu, kalau dia yang kita bahas nggak akan ada habisnya," ucapnya yang tersenyum manis ke arah pasutri yang ada di sampingnya.
"Betul apa yang dikatakan oleh Bunda," jawabnya.
Sedangkan, Pricilla hanya terdiam dan menjadi pendengar tanpa ada niatan untuk mencampuri urusan mereka berdua.
__ADS_1
Pricilla hanya sesekali tersenyum manis ke arah ke duanya. Pricilla senang karena sebagian besar keluarga besar dari suaminya sangat humbel dan tidak pernah membedakan status mereka, walaupun Cilla juga bukan orang miskin tapi setidaknya mereka selalu memandang orang itu sama saja, tidak ada bedanya.
"Silahkan masuk ke ruangan Bunda, maaf yah sayang ruangan Bunda sempit," ucapnya yang merendah padahal ruangan itu sangat lah luas dan dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan kedokteran yang sangat canggih.
"Ini mah luas banget Bun ruangannya bahkan anak kecil saja bisa main bola di sini,iya kan Abang?" tanya Pricilla.
"Alhamdulillaah, thanks atas pujiannya loh cantik," ucapnya saat mendudukkan tubuhnya di atas kursi kebesarannya.
Andreas dan Cilla pun ikut duduk di hadapan dokter Aulia.
"Bunda mulai periksa Kamu yah tapi bunda ingin bertanya beberapa hal terlebih dahulu sama Cilla," ucapnya yang tersenyum simpul ke arah Andreas.
Andreas yang melihat senyuman dari Bundanya tidak mengerti dengan maksud dari senyuman itu.
"Sejak kapan Kamu mengetahui jika Kamu hamil, dan haid Kamu terakhir kalinya itu kapan?" tanya dokter Aulia.
"Kalau taunya kalau aku hamil itu kemarin pagi sih Bun, dan terakhir kali Aku datang bulan itu sekitar dua bulan lebih kayaknya,"
Cilla pun segera menuruti perintah dari Bundanya. Dokter Aulia segera mengoleskan jel ke atas perut datarnya Cilla lalu mengarahkan alat khusus untuk mengetahui kondisi janinnya hingga hasilnya diketahui di layar komputer.
"Lihat sepertinya kandungan Kamu sudah jalan tiga bulan, Alhamdulillah semuanya sehat, ibunya sehat dan calon bayinya juga," jelasnya.
Wajah Andreas sumringah melihat bayinya yang masih sangat kecil itu. Matanya berkaca-kaca saking bahagianya melihat janin yang ada di dalam rahim istrinya.
Andreas pun memegang tangan Cilla dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.
"Syukur Alhamdulillah kalau mereka sehat," ucap Andreas yang selalu berseri-seri seperti halnya dengan Cilla.
"Sudah yah Bunda?" tanya Cilla lalu menarik kembali pakaiannya yang sedikit tersingkap ke atas tadi.
"Bunda akan resepkan obat dan vitamin paling terbaik untuk calon bayi kalian, ini cicitnya Paman Wiguna jadi tidak boleh asal saja," jelasnya.
__ADS_1
"Makasih banyak Bunda," ujarnya Cilla yang bahagia saat mengetahui jika calon anaknya baik-baik saja.
Thank you God, you have entrusted this little angel in my body. I'll take care of it with all sincerity.
Getting a gift in the form of a child's trust is a source of happiness that is awaited by a husband and wife. Having children adds to the completeness of a family.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Maaf jika ada kesalahan dalam pengetikannya atau Typonya...