
Rezeki merupakan anugerah artinya segala sesuatu yang kita miliki baik itu rezeki sehat, rejeki harta, rezeki kebahagiaan, rejeki kecerdasan, itu semua merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.
Sebagai umat yang taat kepada Tuhannya, kita harus pandai-pandai bersyukur terkait dengan semua rejeki yang kita dapat.
"Mama kira kamu sudah baikan dan tidak akan bertambah parah penyakitmu tapi ternyata,...." ucap Ibu mertuanya Hana yang menangis tersedu-sedu.
Sedangkan baby Nathan dan Noah sudah diamankan ke dalam kamarnya dan mencoba untuk memberikan asi kepada baby kembar agar bisa tenang dan diam dari tangisnya.
Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.
"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskannya."
Dokter Rindiani segera memeriksa kondisi Hana yang sudah histeris dan mengamuk untung saja tangan dan kakinya terikat kuat.
Dokter Riandi menatap ke arah Bu Elisha,"Maaf Bu sepertinya Hana kita harus bawa segera ke rumah sakit jiwa karena ini sudah diluar kendali jika ia melihat putranya lagi pasti ia akan kembali mengamuk dan membahayakan kesehatan Hana dan baby Nathan dan Noah sendiri," terang dokter spesialis jiwa Dokter Rindiani.
Perawakan dari bapak tersebut sangat garang dan sangar dengan kumisnya yang panjang hitam lebat, tubuh yang masih nampak kekar dan berotot berjalan ke arah mereka. Alan langsung melompat dari atas pohon kelapa tersebut padahal sudah setengah jalan.
__ADS_1
Pak Nawir langsung berjalan ke arah bapak tersebut. Pak Nawir langsung menjabat tangan sambil memeluk setengah badan bapak garang itu.
Sedangkan ibu Ratu menangis tersedu-sedu mendengar perkataan dari Dokter yang menyarankan Hana segera dibawa ke Rumah Sakit Jiwa saja.
"Apa itu jalan yang terbaik, apa sebaiknya dirawat di sini saja dokter?" tanyanya Bu Elisha.
"Maaf Tante ini jalan-jalan satu-satunya agar Hyuna bisa ditangani dengan baik dan segera sembuh," ucap dokter Rindiani.
"Kalau itu yang terbaik maka lakukanlah dok, walaupun kami berat untuk mengambil keputusan ini," jelas Nyonya Elisha.
"Hana maaafkan Mama nak, semoga kamu segera sembuh dari penyakitmu jika kamu dirawat di RS," ratap Bu Ratu.
Dibalik dinding kokoh itu Sedangkan ada seseorang yang berada di balik tembok kamar tidur Hana yang sedang menghubungi nomor handphone bosnya.
Wajahnya yang garang yang penuh kelicikan, "Saya sudah berhasil menyuntikkan obat ini ke tubuh Hyuna bos," sambil melihat spuit bekas yang sudah dipakai.
"Kerja yang bagus, tunggu aku akan transfer uang kamu segera," ucap orang tersebut di balik hpnya yang tertawa penuh kemenangan.
__ADS_1
"Selama aku hidup aku tidak akan berhenti untuk membuat hidup anak cucumu bebas menghirup udara, setiap saat aku akan menghantui kehidupan kalian kecuali kamu Elisah datang kepadaku dan berlutut untuk meminta hidup bersamaku hahahaha," orang itu tertawa terbahak-bahak tersebut sangat lah aneh dan membuat orang sekitar merinding takut.
Adit dan yang lainnya tidak mengetahui kalau Hana mengamuk dan hampir mencelakai putranya sendiri. Mereka belum diberitahu karena mereka bingung dengan yang terjadi, sehari sebelumnya Hana sudah berbicara dengan maid yang sedang membawa makanan untuk Hyuna.
Karena itu lah mereka heran dan terkejut melihat kondisi Hana yang benar-benar merasa shock hingga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sedangkan orang yang berada di balik tembok tersebut tanpa sengaja menjatuhkan sebotol obat yang sama seperti yang dipakai untuk menyuntikkan obat tersebut ke tubuh Hana.
Musuh dalam selimut yang membantu melancarkan aksi orang tersebut. Dan teman orang tersebut langsung menghapus jejak mereka di dalam cctv yang sempat terekam sebelum mereka mengganggu jaringan cctv dan mematikan cctv tersebut.
Andai saja Adit atau yang lainnya ada di sana pasti hal ini tidak akan terjadi. Dimas berada di luar kota, sedangkan Adit Wijayanto berada di Inggris sedangkan Emir pun berada di Turki bersama Rimah. Karena Oma Martha sedang sakit dan keadaannya sudah kritis.
Sehingga Emir dan Rima kembali ke Turki. Mereka pun mengalami ujian dalam rumah tangganya yang cukup besar.
"Itu tidak mungkin Aunty, apa yang Aunty lakukan aku tidak akan pernah bisa meninggalkan Rima bahkan kalian mengambil semua hartaku aku tetap dengan keputusanku," kekeh Emir
"Apa yang kamu harapkan dari perempuan macam diaaaaa, perempuan yang tidak ada apa-apanya, perempuan miskin yang hanya bisa hidup di bawah ketiak suami, kenapa kamu tidak meninggalkan dia dan menikah dengan perempuan pilihan aunty dan uncle kamu?" teriak Aunty Emir sambil menunjuk ke arah wajah Rimah.
Rima yang langsung mendengar hal tersebut shock dan tidak berhenti menangis. Dia tidak menyangka kalau kedatangannya mereka kembali ke Turki hanya ingin dipisahkan.
__ADS_1