Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 121


__ADS_3

Dia segera menelpon nomor hp asisten rumah tangganya yang membantunya selama ini.


"Ingat taburkan obat itu ke dalam makanan mereka dan tidak apa-apa, jika Kamu masukin dosis yang banyak dan satu hal lagi Kamu harus pura-pura ikut buang air besar," terangnya.


"Siap Nona dan setelah aman Nona segera kabur dari sini, dan jangan pernah pikirkan masalah yang ada di sini," balasnya.


"Makasih banyak Mbak" air matanya menetes membasahi wajahnya.


"Sama-sama Nona, ini sudah sepantasnya aku lakukan untuk Nona jika dibandingkan dengan bantuan dan uluran tangan Nona untuk keluargaku di Kampung," terangnya.


"Kalau gitu udah dulu nanti mereka segera menyadari ada keanehan di sini."


Listi segera mengakhiri panggilan telponnya. Dia bahagia karena banyaknya orang-orang jahat yang mengelilinginya ternyata masih ada seorang yang baik dan bersedia menolongnya untuk segera bebas dari penjara itu. Listie berjalan ke arah kamar pribadinya Roy dengan cara berjalan mengendap-endap dengan sangat pelan dan lambat.


Hingga semut yang diinjaknya pun tidak bakalan mati. Listie celingak celinguk memperhatikan ke sekelilingnya. Dia bisa bernafas lega, karena ada pembantu yang dia hubungi sebelumnya dan ikhlas membantunya. Lalu masuk ke dalam kamarnya Roy.


Dia segera mencari berkas yang dia butuhkan hingga ke dua matanya berbinar-binar bahagia. Berkas yang dia cari sudah berada di dalam tangannya.


"Syukur alhamdulillah sudah saya dapatkan,aku harus segera pergi."


Langkah kakinya sedikit terseok-seok karena kesakitan serta tangannya yang bagian kiri agak sulit dia gerakan, tapi tidak menghalanginya untuk segera meninggalkan rumah itu.


Listie berjalan ke arah kamar pribadinya Roy dengan cara berjalan mengendap-endap dengan sangat pelan dan lambat. Hingga semut yang diinjaknya pun tidak bakalan mati.


Listie celingak celinguk memperhatikan ke sekelilingnya. Dia bisa bernafas lega, karena ada pembantu yang dia hubungi sebelumnya dan ikhlas membantunya. Dia sedikit mempercepat langkahnya setelah semakin dekat dengan kamarnya. Perih dan nyeri yang dirasakannya dia berusaha untuk menahannya.

__ADS_1


Sakit dan nyeri itu pasti tapi, demi kebebasannya dia berusaha untuk melawannya. Listie meraih tas ranselnya lalu memasukkan ke dalam tas berkasnya serta beberapa uang kas serta beberapa barang-barang penting untuk dia pakai nantinya. Satu pun dia tidak membawa pakaiannya.


"Bismillahirrahmanirrahim."


Dia membuka jendela kamarnya dan menuruni tangga yang sudah tersedia sedari tadi. Tangannya kepeleset saat ingin memegang undakan tangga ke dua setelah dia sudah menuruni anak tangga. Malam itu cukup sepi, sehingga memudahkannya untuk pergi dari sana.


Listie berjalan ke arah jalan poros dengan tudung di kepalanya. Dia melakukan hal tersebut agar tidak mudah dikenali oleh siapa pun.


"Zi angkat dong telponnya, Tante mohon datanglah ke sini," ucapnya yang masih berusaha menelpon Zidane.


Dia melihat ada cahaya lampu sorot dari sebuah mobil. Senyumannya mengembang setelah melihat dengan jelas, kalau mobil itu adalah sejenis Taxi angkutan umum. Dia segera maju dan menghentikan laju mobil itu. Dan supir taxi itu mengehentikan laju mobilnya.


"Pak kita ke jalan A yah," ucapnya yang sudah duduk di kursi penumpang.


Sehingga Zi segera bangkit dari tidurnya dan mengambil pakaiannya serta kunci mobilnya. Setelah melihat rekaman yang dikirim oleh Listie, dia perlihatkan kepada kantor polisi dan membuat laporan penganiayaan dan tidak kekerasan dalam rumah tangga KDRT. Lalu mendatangi ustadz yang dia kenal.


Dia ingin bertanya tentang gugatan perceraian apa dibolehkan seorang istri menggugat suaminya jika dalam konteks dalam hal seperti ini. Zidane segera mengemudikan mobilnya ke jalan yang akan didatangi oleh Listie. Dia senyam senyum sendiri saat dia tahu akan bertemu dengan Tante cantik yang sudah mengusik ketenangan hatinya. Dia melihat Listie yang berdiri di ujung Taman. Lalu mematikan mesin mobilnya.


Dia tanpa segan dan aba-aba langsung memeluk tubuhnya Listie dari belakang. Dia tidak berontak sama sekali karena dia mengenal wangi parfumnya. Malahan hanya terdiam saja Sambil meresapi rasa yang ada di antara mereka.


...----------------...


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...


__ADS_1


dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...

__ADS_1


__ADS_2