
Pemotongan kambing aqiqah orang-orang sempat heboh dikarenakan kambing yang akan dipotong lepas dari ikatannya. Adit, Martin, Anjas dan Emir dibuat kelimpungan untuk menangkap kambing tersebut yang lari-larian.
"Ya Allah seumur hidupku baru kali ini ingin menyembelih kambing aqiqah harus terlepas dari ikatannya," tuturnya Pak ustadz Maulana Yusuf yang mengeluh.
Beliau yang diserahi tugas untuk menyembelih dan memotong kambing aqiqah baby kembar yang tidak kuasa geleng-geleng dan menahan tawanya melihat para Daddy hot dan kece memburu Ingin menangkap kambing tersebut.
Kekompakan dan kebersamaan dalam suatu keluarga bisa meringankan beban dari anggota keluarga yang menghadapi masalah dan cobaan hidup. Karena semakin tinggi pohon akan semakin kencang pula tiupan anginnya.
Sebagai manusia yang berfikir sepatutnya kita harus berserah diri kepada Allah SWT dan bergantung kepadanya untuk menyerahkan segala urusan hidup kita di dunia.NManusia hanya bisa berusaha dan beriktiar serta tawakkal dan perbanyak berdo'a untuk kelancaran dan keselamatan dalam hidup ini.
Seperti halnya ujian dan cobaan yang dihadapi oleh Hana sejak kematian kedua orang tuanya yaitu Kim Hyuna dan Alan. Ia mulai memulai membenahi dirinya. Tapi cobaan datang lagi ketika suaminya Ricki harus meninggal dunia dalam kecelakaan maut.
Mereka bersatu padu untuk membantu dalam meringankan beban dan mengobati Hanya defresi. Semua keluarga sangat sedih dengan keadaan Hana. Tetapi mereka tidak ingin menyerah dengan keadaan dan terus berusaha mengupayakan kesembuhan Hyuna.
Delapan bulan kemudian, Baby Nathan dan Noah sudah bisa duduk bahkan sudah merangkak kesana kemari membuat baby sitternya kerepotan. Karena bayi kembar itu yang lincah dan aktif tanpa ada yang menyadari yang dilakukan olehnya.
"Jangan banyak bicara Ayah," cegahnya Arya.
"Kelak jika Ayah sudah tidak ada apa pun cobaan yang kalian hadapi teruslah bersatu jangan ada yang egois nak," nasehatnya Pak Wiguna yang kemudian sesak nafas lagi.
Dokter ingin memberikan dan memasangkan alat pernafasan tersebut kepada Pak Wiguna tetapi pak Wiguna menolaknya.
"Ayah harus pakai alatnya yah!" Bujuknya Emilia.
__ADS_1
"Maafkan Ayah Nak, Ayah sangat menyayangi kalian," ucap pak Wiguna.
"Ayah tidak punya salah apa pun kepada kami," ucap Delia dengan berusaha untuk menahan air matanya.
Nathan yang merangkak menuju kamar tempat perawatan Mamanya begitu pun dengan yang dilakukan oleh Noah. Kebetulan pintu kamarnya Hana terbuka lebar karena perawat yang memberikan obat untuk Hana.
Perawat itu lupa menutup rapat pintunya, sehingga memudahkan baby Noah Nathan masuk ke dalam kamar tersebut. Mereka perlahan merangkak mendekati tempat tidur mamanya.
Sedangkan Hana yang sedang duduk menatap ke arah taman yang kadang membuatnya tersenyum melihat kupu-kupu yang terbang yang sedang mencari nestar madu di kuncup bunga itu. Mereka berdua semakin merangkak untuk mendekati mamanya sambil mengoceh.
"Ma.. ma.. ma," ucap celotehan Nathan dan Noah.
Tapi Hana yang hidup dengan dunianya sendiri tidak menyadari jika putranya sudah berada di dalam kamarnya. Baby Nathan sudah berada di kakinya Hana. Bahkan baby Noah berulang kali memegang kaki Hana dengan tangan mungilnya.
Sedangkan di luar sana, baby Sitter dan pengasuhnya sudah mencari keberadaan Baby Noah dengan Nathan dan belum memberitahukan Mama Elisa tentang Baby kembar yang hilang entah kemana.
"Noah cakep yuk keluar nak jangan ngumpet dong, Mbak sudah capek loh cariin kamu," ucap Mbak Erna baby sitter dari keduanya yang memeriksa semua kolong lemari, meja maupun tempat tidur.
"Nathan! Iya nih jangan main petak umpet sama Mbak Zie dan Mbak Erna yah apa kalian gak kasihan sama kami," ratapnya Mbak Zie yang ikut mencari keberadaan dari baby Arjuna.
Karena mereka yang sama-sama merangkak mencari keberadaan Baby Twins N membuat tubuh mereka saling tabrakan sendiri. Mereka sama-sama terduduk dan menertawai diri mereka sendiri.
"Sakit loh bokong aye," keluhnya Mbak Zie.
__ADS_1
"Pantat ane juga sakit," ujarnya Mbak Erna yang meringis dan tertawa terbahak-bahak dengan ulahnya sendiri.
"Pantat kamu sih gede banget jadi gini nih jadinya," sarkasnya Mbak zie yang memeriksa pantatnya.
"Iya yah, kok semakin besar yah," timpalnya Mbak Erna yang heran sendiri.
"Gimana gak besar itu pantat kalau kamu makan gak kira-kira dengan porsi makanmu," cibir Mbak Zie yang sudah tertawa terpingkal-pingkal.
Mereka tidak menyadari kalau mereka diperhatikan oleh Mama Elisa dan Mama Ratu sedari tadi. Mereka pun ikut tersenyum melihat tingkah dari baby sitter cucunya. Canda tawa dari semua yang kerja di kediaman utama keluarga Wijayanto.
Mereka merasakan bebas dan tidak terkekang maupun terbebani dengan aturan dari majikan mereka. Karena Bu Elsa memang disiplin tetapi, tidak membatasi atau pun melarang jika mereka bersantai sambil bercanda bareng.
Hal itu dilakukan agar mereka bisa bekerja lebih rajin dan giat serta dan ikhlas dalam bekerja. Sehingga suasana dalam keluarga sangat kental dengan suasana yang nyaman, aman, dan penuh kekeluargaan.
"Heeemmm!" Nyonya Elsa berdehem pun agar mereka berhenti untuk tertawa terbahak-bahak.
Mbak Erna dan Mbak Zie terdiam dan menunduk karena mereka tidak menyangka jika apa yang mereka perbuat disaksikan secara live oleh Nyonya besar mereka.
"Maafkan kami Bu," ucap sendu keduanya.
"Ada yang bisa jelaskan kepadaku tentang apa yang kalian lakukan?" tanya Nyonya Elsa yang sudah mulai berbicara dan bersikap serius.
Sedangkan Mbak Erna dan Mbak zie saling berdorongan karena tidak ada yang berani jujur atas menghilangnya baby kembar mereka. Aku sangat bersabar menghadapi semua ini. Nyonya Elisah sangat baik.
__ADS_1