
Zoya hanya menurut saja dan mengikuti langkahnya Key.
"Apa kah dia adalah Elang? tapi itu tidak mungkin lagian Elang hanya bergurau saja, semoga saja bukan Elang atau pun cowok lain yang datang melamarku."
"Sini duduk di sampingnya adikmu Amanda," Tutur Neneknya.
Nenek Elishabet menyambut kedatangan cucunya yang paling beliau sayangi. Selama ini hanya Zoya yang selalu menurut dengan semua perintah dan perkataannya.
Sedangkan yang selalu saja membantah jika ada yang disampaikan oleh Neneknya. Terutama tentang pernikahan pasti mereka akan menolak dengan berbagai macam alasan.
Untungnya Zoya belum ada yang datang langsung ke rumah utama untuk melamarnya, semuanya langsung menghadap ke Ayahnya Arya Wiguna Albert Kim Said.
Ayahnya langsung menolak dengan sepihak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sebelumnya kepada putrinya.
Ayahnya sudah tahu jika putrinya pasti akan menolaknya mentah-mentah dengan berbagai macam alasan.
"Maaf karena semua cucuku sudah berada di sini, dari itulah jelaskan kepada nenek siapa cucuku yang ingin kamu pinang?" tanya Mama Elisabeth dengan penuh wibawanya.
Cowok itu tidak mengalihkan pandangannya sejak kedatangan Amanda dan duduk di hadapannya. Bahkan pria itu terus tersenyum bahagia melihat wajah Amanda.
" 15 tahun aku menunggumu dan mencarimu akhirnya hari ini aku ingin menjadikan kamu sebagai istriku, semoga saja kamu sudah bersiap untuk menjadi pendampingku dan siap menjadi ibu dari anak-anakku."
__ADS_1
Zack memandang penuh arti ke arah pria yang mereka kenal sebagai salah satu dosen muda di kampusnya mereka. Zoya pun menutup mulutnya saat baru menyadari jika Pria yang berniat melamar itu adalah Dosennya yang sering marah-marah kepadanya.
"Saya ingin melamar cucu Nyonya yaitu Amanda Putri Mark," ucapnya dengan lantang Alexander Agung.
Masih ada yang ingat dengan seorang anak kecil yang memberikan kejutan di hari ulang tahun Pak Wiguna sewaktu di Panti Asuhan dengan memberikan sebuah lukisan wajah Wiguna Albert Kim Said.
Dia adalah Alexander Agung yang mulai dari SD hingga menamatkan S2 nya di Inggris London berkat bantuan dan uluran tangan dari kebaikan hati Pak Wiguna. Sejak pertemuan itu Alexander sudah berniat jika kelak nanti dan sukses, Ia akan kembali dan melaksanakan nazarnya itu untuk melamar salah satu Cucu Tuan Besar Wiguna.
Amanda yang disebut namanya oleh Dosennya di Kampus tidak percaya apa yang didengarnya dan langsung memeluk menatap penuh tanda tanya ke arah Alexander.
Mama Elisabeth tersenyum dengan niat dan maksud baik dari Alexander yang sesuai Beliau dengar adalah salah satu Dosen Muda yang berprestasi di Kampus cucunya yang kebetulan beliau berasal dari Indonesia.
Amanda jatuh cinta pada pandangan pertama kalinya saat Alexander perdana jadi dosen pengganti di dalam kelasnya.
Zoya dan Key yang mendengar perkataan dari adik sepupunya itu langsung menyanggahnya.
"Aku.., itu tidak mungkin Amanda, Aku masih ingin kuliah dan belum siap menjadi istri," jawab Zoya sambil menunjuk ke arahnya.
"Key juga, aku tidak mau lah," ucapnya sambil menatap ke arah Zack yang hanya terdiam sedari tadi tanpa ada niatan untuk ikut menimpali pembicaraan mereka.
Mama Elisabeth hanya tersenyum melihat tingkah laku dari cucu gadisnya itu.
__ADS_1
"Amanda sayang, Pak Alexander dosen Kamu di kampus yah?, kalau begitu bagus banget, ada yang bisa jagain Kamu dan Walaupun kalian nantinya sudah menikah Kamu masih bisa lanjutkan kuliah Kamu loh," terang Mama Elisabeth.
"Apa yang dikatakan oleh Nenek benar sekali Amanda, jangan menolak jika ada yang sudah serius dan mantap ingin mempersuntingmu, Kalau menurut Kakak Pak Alexander tipe Cowok yang jentel banget berani mengungkapkan perasaannya dihadapan orang lain bukan malah berbuat bodoh hanya untuk menutupi perasaannya pada seseorang," jelas Andreas lalu melirik ke arah Zack.
Sedangkan Zack yang dilirik menatap tajam ke Andreas, Andreas hanya membalas tatapannya Zack dengan senyuman khasnya.
"Aku sangat setuju dengan perkataan dari Andreas, Amanda mungkin banyak di luar sana Pria yang menyukaimu, tapi untuk memilih dan mencari salah satu dari mereka yang serius untuk menikahimu mungkin akan sulit," ujar Raditya Kakak sambung Amanda.
"Bagaimana sayang?" tanya Neneknya sambil memegang ke dua tangan cucunya itu.
Amanda melihat ke arah sepupunya satu persatu mereka hanya menganggukkan kepalanya dan terakhir dia menatap ke arah Alexander dengan wajah yang berseri-seri menahan malu.
"Bismillahirrahmanirrahim."
Amanda pun menganggukkan kepalanya tanda dia setuju untuk menikah dengan Alexander Agung seorang anak panti Asuhan yang sukses dan berhasil berkat kegigihan dan keuletannya dalam menjalani perkuliahannya.
Alexander sudah berjanji kepada Tuan Besar Wiguna yang tidak akan membuat kecewa orang-orang yang sudah menaruh kepercayaan kepadanya.
"Alhamdulillah Makasih banyak," ucap Alexander dengan wajah yang penuh rona bahagia.
"Kamu tenang saja Kalau tentang ke dua orang tuanya Kamu tidak perlu merisaukannya, Insya Allah mereka setuju dengan keputusan dan pilihan Amanda," ucap Mama Elisabeth yang mengerti kegelisahan yang terpancar dari raut Wajahnya itu.
__ADS_1