Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 39. Rasa Malu


__ADS_3

Amanda menarik tangan Cilla hingga mereka saling bertatapan satu dengan yang lainnya. Amanda hanya tersenyum licik ke arah amanda sedang Pricilla awalnya sangat antusias dan berani untuk menggoda Alexander Agung, tapi sekarang nyalinya menciut sebesar biji kacang. Pricilla salah tingkah sendiri setelah bertemu kembali dengan Amanda.


"Bagaimana kabarmu Margaretha Agatha Pricilla?" tanya Amanda yang sudah duduk kembali ke kursinya dengan wajahnya yang mengingat kejadian tadi pagi.


Agung menatap ke arah Amanda yang keheranan karena mendengar dari mulut tunangannya menyebut nama Cilla dengan lengkap.


Pricilla tidak tahu harus menjawab apa perkataan dan pertanyaan dari Amanda. Jika mengingat kejadian tadi pagi saat dirinya didorong oleh Amanda yang cukup membuat bokongnya sakit hingga sekarang.


Sakitnya masih sangat terasa, apalagi ditambah dengan perbuatan ekstrim pura-pura jatuhnya yang dia sengaja sendiri, semakin menambah parah sakit pantatnya.


Pricilla awalnya tidak masalah melakukan hal itu yang penting dia berhasil membuat Alexander Agung simpatik dan kasihan padanya, tapi yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan dan ekspektasinya.


Malahan dirinya harus kembali bertemu dengan gadis yang cukup berani melawan sekaligus menantang dirinya, yang akhirnya membuatnya terluka dan menahan malu sendiri.


"Kenapa cewek bar-bar ini ada di sini, ada hubungan apa dengan Mas Agungku?"


Pricilla menatap ke arah Amanda dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.


"Cantik walaupun tanpa make up," batinnya Pricilla.


Baru kali ini ada yang memuji lawan dan rivalnya. Pricilla mengakui jika Amanda memang sangat cantik di matanya.


"Aku harus mencari tahu siapa sosok gadis ini apa jangan-jangan dia adalah kekasih sekaligus tunangannya Mas Agung?"


Amanda menatap jengah ke arah Pricilla yang tiba-tiba mematung dan seperti orang yang sedang linglung saja. Amanda berdiri dan menjentikkan jarinya di hadapan wajah Pricilla yang wajahnya sudah nampak luntur make up-nya yang terkena keringatnya yang bercucuran.

__ADS_1


Pricilla langsung berkedip dan gelagapan karena sudah ketahuan sedang melamun.


"Ayok sini duduk, apa Kamu mau kaki jenjangmu itu karieses dan kecantikan Kamu akan pudar dan luntur dimakan keringat Kamu," tutur Amanda dengan seringai liciknya.


Pricilla seperti kerbau yang dicocol hidungnya langsung menurut apa yang dikatakan oleh Amanda. Sedangkan Agung bangga dengan sifat Amanda yang ternyata tidak mudah dibully.


"Ternyata gadisku tidak selemah yang seperti dugaan ku selama ini yang hanya bisa menangis saja jika ada yang mengganggunya."


"Amanda ayok gabung dengan Kami, sedari tadi Kami sudah lama menunggu kedatangan Kamu loh," terang Agung.


Pricilla sudah duduk di hadapan Amanda dan Agung sedangkan Agung dan Amanda berdampingan di meja tersebut layaknya sepasang pengantin yang duduk di hadapan Pak KUA saja.


"Cilla kenalkan ini Amanda kekasihku, pujaan hatiku, dan calon istriku serta calon Ibu dari anak-anakku kelak," tutur Agung yang sengaja berbicara seperti itu di depan Pricilla agar yakin dan percaya dengan status mereka.


"Lengkap amat Mas," ucap Amanda yang tersenyum setelah mendengar perkataan dari Agung yang cukup panjang dan lengkap itu.


Perlakuan Agung kembali membuat Amanda tersipu malu, wajahnya sudah memerah menahan rasa malunya. Hingga rona merah itu sangat nampak diwajah cantiknya. Hingga sudah seperti buah ceri.


"Mas Aku kan jadi malu," jawabnya sambil memegang tangan tunangannya itu.


Mereka melupakan jika ada orang ketiga diantara mereka, tapi bukan Pelakor. Pricilla harus rela jadi penonton setia dari kebucingan dan kemesraan yang mereka lakukan di hadapan cewek cantik yang jomblo akut itu.


"Heeeemmm," Pricilla berdehem untuk mengalihkan perhatian mereka agar mereka tahu jika ada orang lain selain mereka di meja itu.


Agung dan Amanda refleks menoleh ke sumber suara dan saling berpandangan dan tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Maaf, kami lupa kalau kamu masih ada di sini," ucap Amanda lalu menutup mulutnya untuk menahan tawanya.


"Kalian jahat sekali sama Cilla," ujarnya yang kemudian menangis tersedu-sedu di hadapan Amanda untuk mendapatkan simpatik dari orang terutama pada Agung.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Diantara Dua Pilihan


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar


Pelakor Pilihan


Aku hanya sekedar baby sitter


Cinta Ceo Pesakitan


Tetanggaku Idola Suamiku


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


__ADS_1


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers….


__ADS_2