
Kamar apartemen yang bernuansa pink soft itu menjadi saksi penyatuan dan pergulatan dua insan anak manusia yang sama dilanda asmara.
Mereka melakukannya atas dasar suka sama suka, alasannya hanya satu karena cinta dan sayang, walaupun tidak sepantasnya mereka lakukan di saat mereka belum ada status pernikahan yang mengikatnya.
Rintihan demi rintihan, de sa han terdengar memenuhi ruangan itu. Suara merdu mereka menggema ke seluruh ruangan.
Walaupun hal yang mereka lakukan adalah hal yang pertama kalinya dan pengalaman pertamanya, tapi mereka cukup ahli untuk sama-sama saling melengkapi.
"Aaahhhh sakit," teriaknya Pricilla saat benda tumpul itu berhasil mengoyak dan menghantam hingga bagian terdalam bagian sensitifnya.
Selaput darahnya pun hancur diakibatkan oleh kuatnya hantaman itu yang butuh berapa kali percobaan hingga berhasil tembus.
Pricilla menarik seprei dengan kuat hingga buku-buku urat di tangannya nampak dengan jelas. Berbagai penetrasi dan gaya dilakukan oleh Andreas. Andreas tidak main-main dalam mengeksplorasi potensi yang ada di dalam tubuhnya Cilla.
Perih, sakit,ngilu bercampur menjadi satu bagian, tapi perlahan rasa itu berubah menjadi kenikmatan yang tidak terkira hingga meminta lebih lagi dari apa yang dilakukan oleh Andreas.
Ukuran milik Andreas cukup besar dibandingkan dengan ukuran pria asli pribumi. Maklumlah dalam darahnya tercampur darah orang Korea, Indonesia dan Inggris. Hingga percampuran darah dan genetik membuatnya terlahir sangat tampan dan menjadi pria yang sangat tampan dan ganteng.
"Kamu suka sayang?" tanyanya yang masih belum menyelesaikan permainannya.
Andreas me re mas benda kenyal itu awalnya dengan halus dan perlahan, tapi lama-lama begitu menuntut dan terkesan sedikit kasar. Hingga Pricilla dibuat tidak berdaya dengan sentuhan demi sentuhan yang dilakukan oleh Andreas.
"Aku sangat suka, i love you Baby," ucapnya Pricilla.
Pricilla mengangkat tubuhnya lalu mengecup bibir Andreas yang ngos-ngosan memacu dirinya itu. Mereka melakukannya berulang kali hingga tak terkira sudah berapa kali mereka mengulanginya.
Hingga semburan lava panas itu menembus hingga ke dalam rahimnya Pricilla yang tidak memakai penghalang apa pun. Tubuhnya pun tumbang terkulai lemas di samping tubuh polos kekasihnya yang baru sekitar satu jam yang lalu itu.
Andreas memeluk tubuh seksi kekasihnya itu lalu mengecup kening Pricilla dengan begitu lembutnya. Pricilla memeluk erat Andreas lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
"Selamat tidur Baby," ucap Pricilla lalu mencium bibir sepintas milik Andreas hingga perlahan matanya terpejam.
__ADS_1
Ke esokan harinya...
Andreas sudah meninggalkan Kamar itu setelah baru saja membuka kelopak matanya, pria itu mendapatkan telpon dari Maminya jika dia harus kembali ke rumahnya yang ada di London Utara.
Tapi, sebelum pulang Andreas memeriksa semua lemari pakaian milik Cilla dan membuang semua pakaian yang menurutnya sangat tidak layak untuk dipakai oleh Pricilla dan memisahkan pakaian yang akan dipakai Pricilla jika mereka akan bertemu.
Cilla masih menikmati istirahatnya setelah berolahraga cukup lama hingga tubuhnya terasa remuk redam. Ketika jam di dinding menunjukkan pukul 12 siang barulah mata indah dengan bulu mata lentik terbangun dari tidurnya.
Pricilla menoleh ke arah kanannya, tapi yang dia cari sudah tidak berada di sampingnya. Hanya ada satu tangkai mawar merah dengan selembar kertas yang bertuliskan.
"Maaf aku harus pulang tanpa pamit dan menunggumu bangun terlebih dahulu.
Jangan cari semua pakaian yang kurang bahanmu itu, aku sudah menyumbangkan ke Orang. Maaf hanya setangkai mawar merah yang bisa aku persembahkan untuk kekasihku tersayang.
I love you Margareth Agatha Pricilla."
Pricilla tersenyum di saat membaca tulisannya Andreas yang cukup rapi itu. Air matanya perlahan menetes dan bahagia karena mempersembahkan harta yang paling berharga dalam hidupnya yang seharusnya dia persembahan untuk kekasih halalnya kelak.
Cilla ingin bangkit dari duduknya, tapi langsung menjerit kesakitan, rasa perih dibagian sensitifnya membuatnya harus kembali terduduk di atas ranjangnya dan memegang bagian yang sakit itu.
"Auuuhh sakit, ternyata enaknya hanya sesaat saja, tapi sakitnya lumayan," ucapnya yang menertawakan sendiri perkataannya.
Andreas sudah berada di dalam mobilnya, tapi senyuman kebahagiaan tidak pernah luntur dari wajahnya.
"Ternyata rasanya nikmat tidak terkira, tapi gimana kalau Cilla hamil, apa dia akan siap dan bersedia Aku nikahi? kalau Dia tahu dirinya hamil nantinya,"
Andreas sudah memarkirkan mobilnya di dalam garasi rumah ke dua orang tuanya. Mesin mobilnya pun sudah mati. Lalu berjalan perlahan ke dalam rumahnya, tapi langkahnya terhenti ketika dia mendengar Papinya Adrian Maulana Kim Said berbicara.
"Kita jodohkan saja mereka,lagian anak-anak kita sudah besar cukup dewasa untuk membina hubungan rumah tangga," tuturnya.
"Benar kata Kamu Adrian, putriku pasti sangat bahagia jika dia mendengar rencana kita ini," timpal rekan bisnisnya sekaligus sahabatnya Adrian.
__ADS_1
"Tapi, menurut Aku sebaiknya kita diskusikan dan bicarakan baik-baik dulu sama mereka rencana kita ini, jangan sampai anak-anak kita sudah sama-sama memiliki kekasih yang tidak kita ketahui," jelas Emilia Maminya Andreas.
"Apa yang dikatakan oleh Emilia sangat benar adanya ini bukan jamannya Siti Nurbaya lagi yang harus dijodohkan baru bisa menikah, ingat kita Pa, dulu juga menikah karena keinginan kita masing-masing," ujar Ibu Yuanita.
Emilia menatap ke arah suaminya yang kurang setuju dengan perkataan dari suaminya itu. Emilia memegang tangan suaminya, Adrian langsung menatap wajah istrinya itu lalu menganggukkan kepalanya agar istrinya tidak perlu cemas dan mengkhawatirkan semuanya.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Diantara Dua Pilihan
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
Pelakor Pilihan
Aku hanya sekedar baby sitter
Cinta Ceo Pesakitan
Tetanggaku Idola Suamiku
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
I love you all Readers….
__ADS_1