
"Alhamdulillah kalau begitu karena keduanya sudah sepakat untuk melaksanakan pernikahan ini di hari Jumat yah kami akan kembali untuk menikahkan kalian," ucap pak ustad Yusuf.
Setelah mereka sepakat mereka pun pulang. Hati pak Hendry bahagia sekali walaupun mereka tidak muda lagi dan hal ini lah sudah lama dia impikan dan inginkan yang membuatnya gelap mata untuk membalas dendam kepada Wijaya Albert Kim Said dan keturunannya.
"Ya Allah semoga dengan pernikahan kami ini tidak akan ada lagi korban dari keegoisan dan dendam dari hati seseorang dan maafkan Mama tidak bisa mengutarakan hal ini kepada kalian," bathin Bu Elisha dalam hatinya.
Hanya pak Hendry lah yang merasakan kebahagiaan diantara semua orang yang hadir. Tak henti-hentinya Pak Hendry mengucap syukur karena akhirnya dirinya bisa bersatu kembali dengan wanita pujaan hatinya. Pak Hendry bertekad dan berjanji tidak akan menyakiti Elizah.
Villa yang awalnya bercat putih tulang sekarang Villa itu sudah diganti dengan warna cat nuansa biru. Semua furniture rumah pun diganti dengan yang baru, barang-barang elektronik juga sudah diganti.
Tuk... tuk.. tuk..
Suara kaki seseorang yang menapaki undakan tangga dengan langkah kaki lebarnya. Wajahnya tampak garang dan sesekali berlari kecil, langkanya menandakan seseorang itu sedang tergesa-gesa.
"Papa!" panggilnya.
Pak Hendri menoleh ke arah sumber suara dan tersenyum kearah anaknya. Pak Hendry yang melihat putranya berlari ke arahnya sudah mengetahui alasan dari anak angkatnya untuk mencari keberadaannya.
"Ada apa nak?" tanya Pak Hendry sekedar basa-basi saja.
"Tolong jelaskan kepada ku apa maksud dan tujuan papa menikahi Mama dari musuh lama kita?" tanya Ahmad dengan raut wajah yang tidak bersahabat dan tidak enak dipandang mata yang sudah duduk di kursi dan wajahnya nampak tegang dan urat-urat seluruh wajahnya seakan ingin keluar.
"Ayo sini mendekat ke arah Papa," pintanya Pak Hendry yang tidak ingin membalas perkataan Ahmad dengan suara yang keras pula tapi sedikit lembut dari biasanya sambil menepuk kursi yang ada di sebelahnya.
"Saya tidak setuju dan juga tidak suka dengan rencana pernikahan Papa dengan perempuan itu yang jelasnya hentikan rencana bodoh Papa sebelum papa menyesal," geramnya Ahmad yang sedikit tegas.
__ADS_1
"Dengarkan baik-baik Papa Nak, Papa akan jelaskan semuanya," bujuk Pak Hendry yang berusaha untuk meyakinkan putra angkatnya tapi sudah dianggap anaknya sendiri.
Karina mencepol asal rambutnya sehingga semakin cantik dipandang mata. Karina sibuk melayani pembeli yang semakin banyak mengelilingi sepedanya. Karina Ahmad adalah gadis yang terlahir dari keluarga kurang beruntung.
Ayahnya sudah lama meninggal dan Ibunya kembali menikah tapi sayangnya suami dari ibunya pemalas dan suka judi bahkan suka mabuk-mabukan. Karina anak pertama dari tiga bersaudara. Dua Adiknya terlahir dari bapak sambungnya.
"Saya tidak suka jika Papa menikah dengan dia, apa Papa lupa gara-gara siapa yang menyebabkan kematian putri papa? apa Papa sudah melupakan semuanya!!" Kesalnya Ahmad yang sudah berapi-api kembali mengingat beberapa tahun silam.
"Papa masih ingat dengan jelas hal itu nak, tapi apa kamu tahu sifat adik kamu itu dan penyebab adikmu meninggal karena obsesinya sendiri yang membuatnya mati. Papa ingin memperbaiki hidup papa disisa usia Papa, dan Papa tidak ingin disisa umur Papa harus hidup sendiri berteman dengan sepi dan kelak jika Papa tua apa kamu sanggup untuk selalu menemani dan merawat Papa, dan jika kamu kelak punya kehidupan sendiri apa kamu masih siap untuk bersama Papa? tentu tidak Nak." Jelasnya Pak Hendry dengan suara yang dilembutkan agar Ahmad emosinya reda.
"Papa! Aku siap dan sanggup untuk menjaga Papa hingga papa tidak mampu berdiri lagi, dan tidak suka dengannya gimana kalau dia hanya mencintai Papa sedangkan saya tidak, apa lagi jika dia tahu saya yang pernah ingin mencelakai anak dan menantunya Papa!!' bentaknya Ahmad yang sudah tegang bahkan suaranya sudah naik beberapa oktaf.
Hidup ini tak akan indah
Ceria ini tak kan ada
Tanpa kau ada di sisi
Kekasihku, kau bunga mimpiku
Tiada yang lain hanya dirimu
Yang kusayang dan selalu kukenang
'Kan selalu bersama dalam suka dan duka
__ADS_1
Dirimu satu yang kumau
takkan lagi ada selain dirimu
Cinta suci hanyalah untukmu
Dengarlah kasih, kaulah dambaanku
Walau kan datang badai menghadang
Kita kan selalu bersama
Tetap satu dalam cinta
Tiada yang mampu merubah
Wajah manis yang lembut dan ayu
Bagaikan untaian mutiara
Takkan kulepas hingga akhir masa
Kan selalu bersama dalam suka dan duka
"Arman insya Allah Mama Elisabeth akan menyayangimu sepenuh hatinya dan cobalah untuk membuka hati dan menerimanya, dan Papa mohon besok datanglah di acara Papa, dan Papa sangat berharap kedatangan kamu" ucap Pak Hendry yang memegang punggung tangannya.
__ADS_1