
Hyuna lalu membuka matanya dan menatap ke arah orang yang sudah memberinya rasa nyaman dan aman. Tapi orang tersebut masih menutup matanya dan ikut menikmati tiupan angin sepoi-sepoi di sore hari itu. Hyuna tersenyum senang dengan kehadiran Alan.
"Ini tidak boleh terjadi, aku sudah tidak pantas untuk menjadi calon istri siapa pun," gumamnya Hyuna.
Hyuna bahagia tapi langsung kembali teringat dengan kejadian itu lagi. Hyuna pun melepas paksa pelukan Alan dari pinggangnya.
"Maaf!" ucap singkat Hyuna yang sudah berjalan Ingin meninggalkan Alan
Tapi, Alan malah menarik tangan Hyuna dengan kuat sehingga tubuh Hyuna kembali ke dalam pelukan Alan lagi. Hyuna pun meneteskan kembali Air mata ketidakberdayaannya.
Hyuna menangis tersedu-sedu di dalam pelukan Alan. Ia yang menyadari bahwa Hyuna menangis karena kemeja biru tua yang dipakainya basah terkena tetesan air mata Hyuna..
Alan pun menengadahkan wajahnya Hyuna karena Alan ingin melihat langsung wajah Hyuna. Alan langsung menghapus jejak air matanya Hyuna dengan jari tangannya yang halus.
"Maaf, Aku tidak pantas untuk kakak nikahi dan aku tidak pantas kakak cintai," ucap Hyuna yang menyentuh hidung mancung Alan.
Mereka sekarang saling berhadapan dan berpelukan. Alan sangat sedih melihat kondisi Hyuna.
"Apa Aku tidak pantas untuk menikahimu Hyuna, apa aku tidak pantas untuk bahagia dengan wanita pilihan hatiku?" tanya Alan pada Hyuna.
Hyuna langsung menggelengkan kepalanya, "Kakak sangat pantas untuk bahagia dan menikah tapi bukan dengan Hyuna," ucap Hyuna yang kembali menangis.
"Tolong katakan padaku apa alasannya kamu berkata seperti itu?" tanya Alan yang sudah mulai serius.
Hyuna tidak mampu untuk merangkai kata untuk menyampaikan kejujuran dan kebenaran itu.
__ADS_1
"Maaf Aku....." ucapan Hyuna terpotong karena Alan langsung me lu mat bibir Hyuna. Mereka pun saling berbagi, saling meresapi dan menyelami perasaan masing-masing lewat penyatuan mereka.
Hingga pasokan udara menipis yang membuat mereka menghentikannya. Hyuna menoleh ke arah lain karena sangat malu dengan apa yang barusan dua lakukan. Hyuna yang awalnya menolak tapi lambat laung Hyuna pun membalas ciu maan Alan yang dirasakan oleh Hyuna sangat lihai dan memabukkan.
Alan menyentuh bibirnya yang masih basah. Alan pun tersenyum manis. Ini yang pertama kalinya Alan alami dan lakukan tapi Hyuna seakan-akan menuntun Alan untuk melanjutkan dan lebih lagi. Sedangkan Hyuna tidak menyangka pertahanan dirinya sangatlah lemah.
"Maaf Aku sudah tidak pee rasa waaan lagi kak, tutur Hyuna sendu.
Awalnya Alan kaget dan tidak menyangka kalau perkataan itu yang akan dia dengar dari bibir Hyuna. Tapi bagi Alan itu bukanlah menjadi permasalahan yang harus dipertanyakan atau pun dikhawatirkan.
Bagi Alan apapun yang terjadi pada masa lalu Hyuna bukanlah haknya untuk mempertanyakan hal itu. Karena bagi Alan semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki hidup dan melupakan kesalahan itu.
Hyuna kembali berlari ke dalam kamarnya tapi Alan kembali memegang tangan Hyuna dan menarik tangan Hyuna dan kembali memeluk tubuh Hyuna.
"Apapun yang terjadi dengan kamu di masa lalumu, Aku tidak permasalahkan dan tidak keberatan, satu hal yang perlu kamu ketahui kalau aku sangat mencintaimu dan cintaku ini tulus," ucap Alan.
Alan pun menyambut tangan Hyuna dan langsung memakaikan cincin emas yang begitu cantik dan pas di jari manis Hyuna. Alan sangat bahagia setelah Hyuna menerima cincin tersebut.
"Makasih," ucap Hyuna yang tersenyum malu sekaligus sangat bahagia.
Alan pun berdiri dan berusaha mensejajarkan tingginya dengan tinggi Hyuna. Alan kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Hyuna. Hyuna yang awalnya malu akhirnya memberi sinyal agar Alan melanjutkan apa yang ingin dia lakukan.
Mereka kembali menikmati keindahan sore hari dengan melalui penyatuan bibir mereka. Perlahan-lahan tubuh Hyuna terbaring ke atas ranjang. Ciu maan Alan semakin menuntut, Hyuna pun perlahan memberikan akses untuk Alan. Mereka kembali melanjutkan di atas ranjang milik hotel. Dan yang terjadi lah sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi.
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
__ADS_1
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
__ADS_1
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya....