
"Selamat Rangga, sudah menjadi calon Ayah," tutur Presdir PT Tobacco yang mereka temani untuk berdiskusi tentang proyek kerjasama mereka.
Barulah Rangga tersadar dengan tingkah absurnya. Rangga tersenyum malu-malu dan meminta maaf atas kelakuannya yang membuat rapat mereka terganggu dan tertunda.
"Maaf atas khilaf aku, Aku terlalu gembira dan bersemangat karena istriku sudah hamil lagi," ucap Rangga.
"Tidak apa-apa kok, itu hal wajar dan lumrah, siapa pun yang ada diposisi kamu pasti akan bahagia dan antusias," pungkasnya pak Agung Wijaya.
Rapat pun kembali dilanjutkan hingga Sore hari dan akhirnya kerja sama mereka pun dapatkan. Rekan-rekan kerja Rangga satu persatu mengucapkan selamat kepada dirinya.
"Selamat yah Rangga, istri kamu kembali hamil lagi," ucap Dewie.
"Iya moga kali ini akan selamat lahiran dan ibu dan bayinya selamat dan sehat," timpalnya Dini ikut menimpali.
"Amin ya rabbal alamin, makasih banyak ya atas do'a kalian," Jawab Rangga senyum kebahagiaan tidak pernah pudar dari wajah Rangga.
Rangga pun pulang ke rumahnya dan tidak sabar ingin bertemu dengan Aulia.
"Sayang kamu di mana?" ucap Rangga yang mencari keberadaan Istrinya karena tidak melihat keberadaan Aulia di ruang tamu maupun di kamarnya.
"Sayang kamu baik-baik saja kan, Aulia sayang kamu di mana?" tanya Rangga.
Karena Rangga tidak menemukan keberadaan Aulia di kamar, ruangan pribadi dan ruang tamu akhirnya Rangga memutuskan untuk ke dapur karena haus sudah berteriak dan berlari keliling rumahnya. Aroma masakan yang tercium dari arah dapur membuat perut Rangga tiba-tiba berbunyi.
__ADS_1
"Lapar, Lupa aku kan belum makan," gumam Rangga yang tersenyum mendengar bunyi perutnya sambil melirik ke arah jam tangannya.
Beberapa hari kemudian setelah mereka menikah, Rangga dan Aulia memutuskan untuk membeli rumah dari hasil tabungan mereka sendiri dan meminta ijin kepada ke dua orang tuanya untuk pindah dan tinggal di rumah itu.
Ibu Anna pun ikut bersama mereka yang awalnya menolak karena tidak mau mengganggu kebersamaan mereka. Tetapi Aulia bersikeras untuk mengajak ibu mertuanya tinggal bersama mereka.
Ibu Anna yang hanya sebatang kara sehingga Aulia tidak tega melihat ibunya Rangga hidup seorang diri diusianya yang sudah lansia. Rangga yang melihat istrinya sedang sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk suami dan mertuanya.
Kaget dengan perlakuan Rangga yang tiba-tiba datang dari arah belakang dan langsung memeluknya. Untung saja masakannya sudah matang dan siap untuk dihidangkan, kompor pun sudah dimatikan jadi aman.
"Mas Rangga iihh jangan tiba-tiba datang peluk gitu, aku kan kaget Untung aku gak pegang pisau karena aku pikir mas Rangga perampok," ketusnya Aulia yang sudah membalik badannya ke arah depan Rangga.
"Maafkan Mas yah, mas tidak sengaja." ucap Rangga sambil menyodorkan sebuket bunga mawar merah yang sangat cantik untuk Aulia.
"Gimana suka gak dengan bunganya?" tanya Rangga.
"Suka pake banget mas, kok tahu aku suka bunga mawar?" tanya Aulia dengan penuh selidik.
"Gak mungkin aku bisa melupakan semua yang disukai oleh Istriku hingga rambutku memutih semua yang kamu sukai dan tidak insya Allah Mas akan ingat!" ungkap Rangga yang semakin menempelkan tubuhnya ke arah istrinya.
silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan my queen heart loh...
__ADS_1
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah....
__ADS_1