Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 23. Lamaran Tak Terduga


__ADS_3

Hati Zoya perlahan berdebar dan semakin penasaran dengan sosok pria itu, tapi langkahnya seolah terhenti seakan-akan ada lem yang menempel di kedua kakinya itu.


"Ya Allah…. siapa pria itu dan siapa yang dia akan melamar, apa ini maksudnya Kak Key menyuruhku untuk pulang?" Cicitnya yang kebingungan dengan apa yang terjadi di dalam ruangan itu.


Zoya hari ini tidak pulang kembali ke Apartemennya, tapi mengemudikan mobilnya ke arah kediaman Neneknya. Sudah hampir dua minggu tidak kembali ke rumah Neneknya tersebut.


Rencana awalnya Zoya akan balik nanti bulan depan ke kediaman Nenek Elisabeth, tapi tadi sebelum masuk ke dalam mobilnya, kakak sepupunya menelponnya untuk segera pulang ke rumah utama.


Zoya bertanya alasan dia disuruh balik, tapi Keyna tidak mengatakan apapun karena Ia juga tahu persis hal tersebut, hanya menjalankan amanah Neneknya saja.


Dengan santai Zoya mengemudikan mobilnya ke jalan raya dan bergabung dengan pengendara mobil lainnya, yang malam itu cukup padat dikarenakan malam minggu seperti halnya di Indonesia jika malam minggu tiba.


Setiap kali mengingat perkataan Elang membuatnya tersenyum dan geleng-geleng kepala.


Bukan hanya Elang saja yang selama ini menyatakan niatnya untuk melamarnya, tapi hanya Elang saja yang cukup berani mengatakannya langsung di hadapannya.

__ADS_1


Zoya tetap pada pendiriannya dan keputusannya yang belum siap untuk menikah dan itu hanya alasan klise saja, sebenarnya Zoya belum memiliki pria yang dicintainya dan juga mencintainya lebih dari dirinya sendiri.


Prinsipnya Zoya lebih baik menikahi Pria yang benar-benar mencintainya dengan tulus jika dibandingkan rasa cintanya dengan cinta pria itu adalah lebih besar cinta pria itu untuknya.


Jika seperti itu maka pria itu akan melakukan apa pun untuk membahagiakannya dari pada harus hidup dengan pria yang rasa sayang dan cintanya lebih kecil dari Zoya.


Zoya bergerak segera memarkirkan mobilnya di dalam garasi rumahnya. Zoya melihat ada sebuah mobil mewah yang tidak pernah dilihat sebelumnya terparkir rapi di garasi.


Zoya turun dari mobilnya dan mengelilingi mobil tersebut dan mengamati keadaan mobil itu. Mobil itu terasa familiar di matanya Zoya," sepertinya aku pernah melihat mobil itu, tapi di mana?" tanyanya lalu memutar tubuhnya mengitari mobil tersebut.


Zoya sudah berpikir keras untuk mengingatnya, tapi tidak menemukan jawaban dari pertanyaan pertanyaannya sendiri sedangkan perasaannya merasakan bahwa mobil itu sangat familiar dengannya.


Zoya berlari kecil hingga ke depan pintu rumah Neneknya, karena pintu rumah itu tidak tertutup rapat sehingga Zoya dengan mudahnya mendengar sekilas dan samar-samar suara seseorang yang berbicara dari dalam ruangan tamu.


Tanpa sengaja zoya mendengar perkataan orang itu yang mengatakan ingin melamar cucu dari ibu Elisabeth.

__ADS_1


"Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Nyonya, saya datang ke sini dengan niat dan maksud yang baik, saya ingin melamar salah satu cucu perempuan nyonya Elisabeth," penuturan dari pria itu.


Pria itu sudah berhasil dilihat punggungnya oleh Zoya. Postur tubuhnya tinggi, tegap, potongan rambutnya pendek kulitnya tidak terlalu putih seperti layaknya kulit orang asli indonesia.


Pria itu memakai kemeja berwarna biru dongker dipadukan dengan celana panjang jeans biru tua yang sangat pas dan cocok di tubuhnya.


Hati Zoya perlahan berdebar dan semakin penasaran dengan sosok pria itu, tapi langkahnya seolah terhenti seakan-akan ada lem yang menempel di kedua kakinya itu.


"Ya allah siapa pria itu dan siapa yang akan dilamarnya, dan menyuruhku untuk pulang ,tapi kenapa nenek tidak menghubungiku hanya menyuruh kak Keyna, padahal Nenek kan bisa menghubungi nomor ku saja."


Di dalam ruangan itu sudah duduk semua cucunya Mama Elisabeth termasuk saudara kembarnya Zack Lee, dan sepupunya yang lain serta neneknya.


Key menyadari kedatangan adik sepupunya segera berdiri dan berjalan menyambut kedatangan Zoeya.


"Hey kok bengong saja, sini masuk, kita kedatangan tamu loh," ujarnya sambil menggandeng tangan Zoya.

__ADS_1


Zoya hanya menurut saja dan mengikuti langkahnya Key.


"Apa kah dia adalah Elang? tapi itu tidak mungkin lagian Elang hanya bergurau saja, semoga saja bukan Elang atau pun cowok lain yang datang melamarku."


__ADS_2