Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 122


__ADS_3

Dia ingin bertanya tentang gugatan perceraian apa dibolehkan seorang istri menggugat suaminya jika dalam konteks dalam hal seperti ini. Zidane segera mengemudikan mobilnya ke jalan yang akan didatangi oleh Listie.


Dia senyam senyum sendiri saat dia tahu akan bertemu dengan Tante cantik yang sudah mengusik ketenangan hatinya. Dia melihat Listie yang berdiri di ujung Taman. Lalu mematikan mesin mobilnya.


Dia tanpa segan dan aba-aba langsung memeluk tubuhnya Listie dari belakang. Dia tidak berontak sama sekali karena dia mengenal wangi parfumnya. Malahan hanya terdiam saja Sambil meresapi rasa yang ada di antara mereka.


Dia melihat Listie yang berdiri di ujung Taman. Lalu mematikan mesin mobilnya. Dia tanpa segan dan aba-aba langsung memeluk tubuhnya Listie dari belakang.


Dia tidak berontak sama sekali karena dia mengenal wangi parfumnya. Malahan dai hanya terdiam saja sambil meresapi rasa yang ada di antara mereka.


"Aaahh!" teriaknya saat tangannya Zi tanpa sengaja menyenggol tangannya Listi yang terluka.


Beberapa luka yang terdapat pada tubuhnya Listie tidak nampak jelas hanya samar-samar saja dikarenakan pengcahayaan lampu yang minim. Zidane segera memeriksa tubuhnya Listie yang terluka.


"Apa yang terjadi pada Tante dan semua ini ulahnya siapa?" tanyanya yang sudah khawatir melihat kondisi dari Listie.


"Tidak apa-apa kok, ini sudah biasa terjadi pada saya," jawabnya.


"Ini tidak boleh dibiarkan berulang-ulang, kalau seperti ini terus Tante bisa mati," ujarnya.


Perkataan dari Zi membuat hatinya menghangat. Untuk pertama kalinya dia diperlakukan seperti itu oleh seorang pria seumur hidupnya.


"Ya Allah kenapa hati ini bahagia hanya dengan ucapan seperti itu saja, membuatku terbang melayang hingga ke ujung langit tertinggi."


"Bagaimana kalau kita ke Kantor Polisi agar bisa memperkuat tuntutan kita?" tanyanya yang terus memeriksa beberapa luka lebam yang ada ditubuhnya Listi yang memar dan sudah membiru.


"Tapi!! aku takut jika Roy datang dan membuat keadaan semakin parah saja," balasnya.


"Tante tidak perlu khawatir dengan hal itu, serahkan semuanya pada Zidane, insya Allah semuanya akan baik-baik saja," terangnya.


"Tapi Zi, Kamu itu belum tahu siapa Mas Roy, dia itu tipe pria yang berbahaya dan punya banyak relasi di Kantor Polisi nantinya apa yang kita usahakan akan berakhir sia-sia saja," ujarnya.

__ADS_1


Zidane memegang ujung pundaknya Listie, "Tante yakinlah bahwa apa yang akan kita lakukan nantinya akan berjalan lancar sesuai dengan apa yang kita harapkan," jelasnya.


Setelah berbicara seperti itu, mereka berjalan meninggalkan taman akan berangkat ke Kantor Polisi. Zidane memegang tangan Listie lalu mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan hingga ke dekat mobilnya yang terparkir. Zidane segera menghubungi nomor uncle nya.


Tut.. Tut.. Tut..


"Nggak diangkat, apa Uncle Dimas sedang ini dengan Aunty Dessy? hehehe," senyumannya mengembang saat membayangkan apa yang sedang dilakukan pasutri di tengah malam.


Listi yang melihat hal tersebut geleng-geleng kepala lalu mencubit lengannya Zi.


"Pasti isi kepala loh ngeres yah, sedari tadi senyum senyam sendiri," ucapnya.


"Gak lah Tante, cuma itu anu..."


"Apa anu, ayok jujur apa yang sedang Kamu pikirkan?" tanyanya dengan mendekatkan wajahnya ke depan Zidane.


"Pokoknya ga ada Tante, aku hanya..."


Kedua mata mereka saling beradu pandang. Satupun tidak ada yang berkedip. Hingga tanpa disadari, Listi yang notabene dengan pengalaman yang banyak, berinisiatif terlebih dahulu.


Dia mengalungkan tangannya ke leher Zidane, lalu mulai mengecup bibir seksi milik Zidane. Zidane yang diperlakukan seperti itu terlonjak kaget karena seumur hidupnya, ini lah yang pertama dia berdekatan sangat dekat dengan seorang perempuan.


Matanya membulat sempurna, bibirnya menganga hingga Listie tersenyum dan mendapatkan rambu-rambu untuk berbuat lebih dan melanjutkan apa yang sudah dia mulai.


Memancing pemuda bau kencur yang tidak memiliki pengalaman sekali pun tentang ciuman. Listi menuntun Zi untuk segera saling menautkan kedua bibirnya. Di awalnya hanya terdiam dan terpaku meresapi ciuman yang hangat dari Listie.


Listi menggigit kecil bibirnya Zi, hal itu dia lakukan agar Zi mengikuti permainannya. Si yang diperlakukan seperti itu perlahan tapi pasti sudah mengetahui dan mengimbangi permainan bibir Listi. Mereka berciuman di samping mobilnya.


Zidane mampu melayani kemahiran dan keahlian dalam bermain lidah dengan Wanita yang sudah banyak makan asam garam kehidupan percintaan. Mereka saling *******, saling bertukar saliva hingga ciuman mereka memiliki durasi yang cukup lama.


Lesti tersenyum karena Zi tipe cowok yang mampu membuatnya bahagia. Yang pertama kalinya, tetapi Zidane tidak mau kalah dengan perempuan yang perlahan sudah merebut hatinya.

__ADS_1


Dering hpnya Zi membuat mereka harus mengakhiri ciuman yang begitu syahdu itu. Zidane menghapus jejak salivanya yang ada di ujung bibirnya Listi sebelum mengangkat telponnya.


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...

__ADS_1


__ADS_2