Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 146


__ADS_3

Kabar kematian Adiguna bersamaan dengan lahirnya dua junior dari Pricilla yang sudah hampir tiga jam berjuang untuk melahirkan anak kembarnya.


"Alhamdulillah, Makasih banyak ya Allah.. Engkau telah memberikan kami anugerah terindah dalam hidup putraku," ucap Emilia sembari mengelus wajahnya.


Sedangkan Zack semakin dibuat khawatir karena kondisi adiknya sudah tidak sadarkan diri yang awalnya sempat bercanda dengan kakaknya.


"Zidane,sadarlah dek, Abang ada di sini, Abang mohon sadarlah," ucapnya dengan deraian air matanya.


Zidane tubuhnya semakin pucat, hingga keringat membasahi seluruh tubuhnya. Zack segera menghubungi pihak rumah sakit untuk segera bersiap menunggu dan menjemput kedatangan mereka.


"Papa, aku mohon cepatlah kesini, Zidane sudah tidak sadarkan diri," ucapnya yang sangat sedih melihat kondisi dari adiknya.


"Tunggu, papa akan segera ke sana," ucap Arya yang tidak peduli lagi dengan yang terjadi di lokasi tersebut.


"Apa yang terjadi Arya?" Tanyanya Dimas.


"Kita harus segera ke rumah sakit, kondisi Zidane kritis dan mereka belum sampai ke rumah sakit," jawabnya Arya yang bergegas menuju mobilnya.


Orang-orang menyerahkan semua penanganannya ke tangan pihak kepolisian. Mereka sudah bergerak untuk menyusul Zack.


Tampak sangat jelas terlihat di wajahnya mereka kecemasan dan ketakutan, mereka masih teringat kejadian saat Pak Hendri meninggal dunia di hadapan mereka.


"Aditya, tolong segera jemput Zack di Lobby Rumah Sakit, kondisi Zidane kritis tapi jangan biarkan ada orang disitu yang tahu," ucap Emre lagi.


"Baik, saya akan segera ke sana, dan kamu berhati-hatilah," balasnya Aditya yang mematikan sambungan teleponnya lalu berbalik dan betapa terkejutnya saat melihat siapa orang yang sedari tadi berdiri di belakangnya.


"Aditya!! Katakan padaku apa yang terjadi dengan Zidane putraku?"tanyanya Delia yang menarik lengan bajunya Aditya.


Aditya ingin menjawab pertanyaan dari Delia, mereka langsung dikejutkan oleh suara orang-orang yang mendorong bangkar rumah sakit menuju ruang operasi yang diatasnya sudah terbaring lemah dan tak berdaya Zidane putra bungsunya.


"Tidakkkkk!!!" Teriak Delia lalu berlari ke arah gerombolan orang itu.

__ADS_1


Semua orang yang mendengar teriakannya Delia segera mengalihkan pandangannya ke arah Delia yang sudah berlari. Mereka pun menyusul Delia yang sudah ikut bergabung bersama beberapa suster dan dokter.


"Putraku apa yang terjadi padamu nak, Mama ada di sini, sadarlah sayang," ucapnya yang memeluk tubuh putranya tepat di depan pintu masuk ruang operasi.


"Delia sabar, kamu harus tenang kalau tidak Kasihan Zidane pasti dia juga akan terbebani melihat mamanya sedih," ucap Rina dengan merangkul tubuh Delia.


Beberapa saat kemudian, rombongan Arya pun sudah datang, mereka semua berdiri di depan pintu ruang operasi dengan penuh harap.


Hingga tiga jam berlangsung, operasi itu pun berjalan dengan lancar. Zidane dapat segera diselamatkan nyawanya.


"Syukur Alhamdulillah, putraku bisa diselamatkan," tuturnya dengan mengusap wajahnya.


Semua sangat bersyukur karena nyawanya Zidane masih bisa diselamatkan, kondisinya cukup stabil setelah selesai dioperasi. Delia dan Zoeya selalu berada di rumah sakit untuk menunggu dan menjaga Zidane hingga satu minggu telah berlalu.


Zidane sudah berada di rumahnya, acara akad nikah dan resepsi pernikahan dari Elang dengan Zoeya. Serta Agung dan Amanda hari itu juga akan dilaksanakan.


Awalnya akan kembali ditunda tapi, Zidane menolak hal itu sehingga hari ini acara itu pun dilaksanakan. Tamu undangan dan keluarga sudah memadati dan memenuhi aula tempat acara.


Acara sudah diputuskan berjalan seperti rencana sebelumnya. Pak penghulu yang ditugaskan oleh KUA setempat telah datang. Tapi, karena kedua orang tuanya calon pengantin wanita masih hidup sehingga diserahkan pada Arya, sedangkan Amanda mengingat Mark papinya sudah meninggal dunia maka diserahkan kepada Raditya sebagai Kakaknya.


"Baiklah kalau begitu, kami serahkan semuanya pada bapak Alimuddin sebagai pihak KUA yang menggantikanmu," ujarnya Adrian.


Setelah disepakati, akhirnya Amanda akan dinikahkan oleh Pak Alimuddin. Elang sudah duduk di hadapan Arya mereka sudah saling berjabat tangan untuk melaksanakan ijab kabul.


"Saya Nikahkan dan kawinkan engkau Elang dengan putriku Zoeya Saldana dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai dengan uang senilai 30 juta 100 ribu rupiah, dengan emas 6 gram 24 karat dibayar tunai," ucap Arya ke hadapan para saksi.


"Saya terima nikah dan kawinnya Zoeya Saldana binti Arya Wiguna Albert Kim Said dengan mas kawin tersebut tunai," ucap Elang yang lebih lantang dari Arya Papa mertuanya.


"Gimana para saksi apakah sah?" Tanyanya Pak penghulu sembari menatap ke seluruh orang yang berada di dalam ruangan itu.


"Sah," jawab mereka serempak.

__ADS_1


"Alhamdulillah," jawab Deli yang sangat bahagia karena melihat putrinya tercinta bisa menikah.


****************


 


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2