
Mereka disambut oleh Helena, awalnya mereka tidak mengenali Helena dikarenakan gaya berpakaian Helena sudah tertutup dan tidak seperti waktu datang ke Indonesia yang pakaiannya agak seksi dan terbuka.
Semua mata yang memandang Helena kagum dengan perubahan Helena. Helena langsung memeluk Delia, Dessy, Emilia, Eliana,Rina dan Hyuna dengan bergantian.
"Assalamu alaikum Helena" ucap salam Delia.
"Waalaikum salam Delia" jawab salam Helena.
"Kamu semakin cantik loh dengan penampilan barumu" puji Dessy.
Helena tersenyum malu-malu dengan pujian Dessy.
"Iya betul kata Desy dengan dandanan mu yang sekarang ini aku yakin Aditya pasti akan Semakin sayang dan jatuh cinta sama kamu," ucap Eliana.
"Amin, Alhamdulillah Kakak, makasih atas pujiannya," jawab Helena sembari tersenyum manis.
Mereka berbincang-bincang sambil berjalan ke arah Mobil yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan mereka. Rombongan mereka dibawah ke salah satu hotel terbaik di Sidney Milik keluarga Helena.
Mereka sudah duduk di dalam mobil. Mereka kembali melanjutkan perbincangan mereka yang sempat tertunda.
"Alhamdulillah berkat kalian semua sehingga aku memutuskan untuk berhijrah," jelasnya Helena yang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya di depan yang lain.
"Maksudnya Helena, Aku kurang mengerti dengan ucapanmu??" tanya Emilia.
"Sewaktu aku ke Indonesia aku merasa kok aku serasa ditelanjangi oleh kalian loh dan diantara kalian cuma aku yang tidak pakai hijab, karena itu lah aku memutuskan untuk memakai hijab dan Alhamdulillah orang tua dan calon mertuaku mendukung pilihanku ini," terang Helena panjang lebar.
"Syukur alhamdulillah kalau begitu, kami sangat senang jika kamu sudah memutuskan hal itu," ujar Rina.
"Moga Istiqomah yah Helena," timpal Delia sambil memegang tangan Helena.
"Amin yra," jawab Helena yang tersenyum manis ke arah mereka.
Sedangkan di kediaman orang tua Aditya, Daddy Aditya kaget saat melihat dengan jelas gelang yang dipakai oleh Aditya. Aditya kaget dengan reaksi Daddy-nya.
"Aditya tolong temui Daddy di ruangan pribadi Daddy setelah kamu makan," ucap daddy-nya yang segera menyelesaikan makannya dan berlalu dari hadapan mereka yang ada di meja makan.
__ADS_1
Aditya bingung dengan sikap daddy-nya yang tidak seperti biasanya. Ada raut wajah sendu yang terlihat dari wajah daddy-nya.
"Aditya ke ruangan Daddy dulu," ucap Aditya yang sudah selesai makan malam.
"Ya Allah, apa itu Gelang yang pernah aku kasih ke Kim Nara? tapi itu tidak mungkin, kenapa bisa Aditya memakai gelang itu??" tanya daddy-nya Aditya pada dirinya sendiri.
Aditya pun berjalan ke arah Ruangan pribadi daddy-nya. Aditya harap-harap cemas karena takut jika apa yang Dia rasakan kepada Helena ketahuan oleh daddy-nya.
"Kim Nara, Aku sangat merindukanmu Sayang, hati ini masih seperti dulu walaupun aku sudah hidup dengan wanita lain, tapi posisi kamu di dalam hatiku tidak akan terganti sampai kapan pun," sahut Daddy-nya Aditya yang duduk di kursi kebesarannya sambil melihat Figura seorang wanita cantik.
Wanita tersebut lah yang mampu menggetarkan hati dan perasaannya serta wanita itu lah yang merubah sifat buruknya dulu.
Tidak lama kemudian Pintu pun diketuk oleh Aditya.
"Masuk saja," tuturdaddy-nya.
Aditya pun berjalan ke hadapan daddy-nya. Pak Edward melihat sekilas ke arah Aditya. Yang kemudian menyuruh Aditya untuk duduk.
"Apa Daddy bisa bertanya sesuatu kepada kamu?" tanya Pak Edward Ayah dari Aditya yang menatap ke dua mata putra sulungnya.
"Aditya, apa kah Daddy bisa kita bisa berbicara sementara waktu?" tanya Pak Edward Chen.
"Bisa, silahkan Dad," imbuhnya Aditya.
Sebelum membuka sesi pertanyaan pak Edward melihat wajah putra sulungnya dengan seksama.
Tatapan pak Edwards yang tidak biasa beralih ke pergelangan tangannya. Pak Edward secara refleks memegang tangan Aditya setelah yakin kalau gelang itu adalah gelang miliki Kim Nara waktu mereka menikah dulu pak Edward berikan sebagai mahar Kim Nara.
Aditya pun heran dengan sikap daddy-nya, "Aditya kamu dapat gelang ini di mana?" tanya pak Edward yang sudah meneteskan air matanya.
Aditya tidak tahu harus menjawab apa karena Aditya takut ketahuan jika mereka bertunangan dan akan menikah karena adanya perjanjian antara dirinya dengan Helena.
"Maksud Daddy gelang ini yang aditya pakai?" tanya balik Aditya kepada daddy-nya sambil memegang gelang tersebut.
"Saya dapat gelang ini dari seseorang Daddy," jawab Aditya dihadapan daddynya.
__ADS_1
"Tolong lah Aditya katakan kepada Daddy siapa pemilik gelang tersebut??" tanya pak Edward yang sudah tampak marah.
Akhirnya Aditya menjelaskan kepada daddy-nya siapa pemilik gelang tersebut dan menjelaskan kenapa gelang itu bisa sampai ada di tangannya. Pak Edward tidak menyangka ternyata dirinya memiliki seorang putri.
Tetapi pak Edward belum yakin dan percaya kalau itu adalah milik anaknya. Pak Edward ingin bertemu langsung dengan gadis yang Aditya katakan adalah pemilik dari gelang tersebut.
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya....
__ADS_1