Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 103


__ADS_3

Elang tersenyum ke arah calon mertuanya. Dengan dukungan dari mereka membuat perasaan Elang melambung tinggi hingga ke Langit ke tujuh. Raditya segera mengirim chat ke nomor hpnya Aditya untuk mencari tahu siapa Elang.


Setelah ditatap oleh Arya. Dia segera bertindak untuk melaksanakan perintah dari Arya tersebut. Arya mengamati dari ujung kaki hingga ujung rambutnya, Elang bukanlah orang biasa saja.


"Aku yakin Elang bukanlah pria yang mudah di ganggu dan dari wajahnya seperti seseorang yang memiliki kekuasaan yang tidak terbantahkan."


"Aku tahu Ayah mencari tahu siapa saya, tapi yang Ayah akan dapatkan hanya sebatas sebagai CEO ternama saja, bukanlah pemimpin Black Dragon."


Senyuman Elang mengisyaratkan bahwa dia suka dengan apa yang dilakukan oleh ke dua calon mertuanya. Berarti mereka tidak sekedar menerima lamaran begitu saja tanpa mengetahui asal usulnya.


Zoe masih tidak bergeming sedikit pun, dia masih terdiam seribu bahasa. Sehingga tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkannya. Rina dan Dessy yang melihat Zoe seperti orang bisu yang tidak tahu harus berbicara apa segera menengahi mereka.


"Nak Elang berdirilah, gak baik dilihatin terus sama orang-orang."


Rina membantu Elang. Dengan memegang tangan Elang dengan penuh kelembutan. Dessy pun membantu Elang untuk berdiri.


Perlakuan yang diberikan oleh keluarga Zoe membuat hatinya tersentuh. Dia teringat kembali kepada mendiang Maminya. Perhatian yang tulus beliau berikan untuk Elang.


Begitu besar walaupun Maminya hanya memberikan perhatian beberapa tahun saja, sebelum beliau meninggal dunia dalam kecelakaan maut.


"Nak Elang, berikan kesempatan dan waktu kepada Zoe untuk berfikir matang dan Mama janji Zoe pasti akan menerima pinangan Kamu."


Delia menjelaskan kebisuan putrinya. Delia yakin Zoe belum yakin dengan apa yang dia rasakan. Delia dan Arya tidak ingin memberikan tekanan, paksaan atau pun intervensi terhadap apa pun keputusan anak-anaknya. Mereka selalu memberikan kebebasan penuh kepada anaknya untuk memilih jalan hidup mereka.


Baginya orang tua, itu hanya bisa memberikan nasehat dan masukan yang terbaik untuk mereka, tampa harus memaksakan kehendak dan mengatur pilihan hidup mereka. Zoe masih berdiri mematung di depan mereka. Elang tidak menyangka jika reaksi dari Zoe akan seperti itu.


Hingga suaranya yang sedari tadi ditunggu oleh Elang akhirnya bersuara juga.

__ADS_1


"Abang, berikan aku waktu untuk berfikir, Aku tidak bisa begitu saja memutuskan bahwa akan menerima atau pun menolaknya."


Hatinya terenyuh saat Elang mendengar pujaan hatinya memanggilnya dengan sebutan Abang.


Dia sangat bahagia hanya dipanggil seperti itu saja sudah woow, apalagi jika Zoe sudah mengatakan kalau dia setuju akan semakin lengkap sudah kebahagiaannya.


"Abang akan menunggu sampai kapan pun, hingga ujung usiaku, Aku akan selalu setia menunggu jawabanmu itu."


"Kalau gitu kami pamit pulang dulu, datanglah ke rumah untuk membahas semua ini dengan baik, Ayah tunggu Kamu di rumah nak."


Arya berkata seperti itu,agar Elang tidak berkecil hati.


"Makasih banyak Ayah, insya Allah dua hari lagi saya akan datang ke rumah Ayah."


"Kalau gitu Kami pamit duluan, Kami mau istirahat soalnya."


Delia berpamitan lalu mereka memberikan senyuman yang tulus sebagai perpisahan untuk sementara waktu.


Mereka sama-sama saling mengucapkan salam. Elang tersenyum ke arah Zoe yang sedari tadi tersenyum malu-malu selalu menunduk tidak berani menatap ke arah Elang. Zoe tidak seperti biasanya jika mereka bertemu.


"Ternyata Kamu juga bisa malu-malu, Aku semakin sayang denganmu gadis kecilku."


Arya berjalan beriringan dengan Emre, Adrian dan Dimas. Mereka berbincang-bincang setelah sudah jauh dari tempat Elang berdiri hingga detik ini.


"Apa kalian sudah mendapatkan informasi tentang Elang?"


Emre langsung memberikan hpnya karena dia tidak bisa menjelaskan semuanya mulai dari mana. Arya membaca artikel biodata tentang Elang. Mereka terkejut setelah membaca keseluruhan data diri Elang.

__ADS_1


......................


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2