
"Makasih banyak sayang!" ujarnya Aulia yang kemudian mencium wangi mawar tersebut.
"Gimana suka gak dengan bunganya?" tanya Rangga.
"Suka pake banget mas, kok tahu aku suka bunga mawar?" tanya Aulia dengan penuh selidik.
"Gak mungkin aku bisa melupakan semua yang disukai oleh Istriku hingga rambutku memutih semua yang kamu sukai dan tidak insya Allah Mas akan ingat!" ungkap Rangga yang semakin menempelkan tubuhnya ke arah istrinya.
"So sweetnya suamiku, makasih," ucap Aulia.
"Boleh tutup matamu sebentar sayang?." pinta Rangga.
"Untuk apa sayang?" tanya Aulia.l dengan raut wajahnya yang keheranan.
"Tutup saja nanti kamu juga tahu." ucap Rangga yang tersenyum manis ke arah Aulia.
Aulia pun menuruti permintaan dari Rangga. Dan tidak banyak tanya lagi. Rangga langsung mengambil sebuah kotak dari dalam kantong bajunya dan langsung membuka lalu memasangkan langsung ke leher jenjang Aulia yang putih mulus.
Aulia jika tidak ada laki-laki lain di rumahnya pasti tidak memakai hijabnya. Rangga sengaja memperlambat gerakan tangannya di bagian leher jenjang Aulia. Aulia merasa geli.
"Sudah, buka matamu sayang," perintah Rangga.
Aulia langsung tersenyum melihat kalung yang sangat cantik sudah menghiasi lehernya.
"Indahnya, makasih banyak mas!" ucap Aulia yang gembira dengan pemberian Suaminya.
__ADS_1
Aulia sebenarnya biasa membeli kalung yang lebih mahal harganya dari pemberian Suaminya. Tetapi bagi Aulia pemberian Suaminya sangat lah spesial dan istimewa.
"Kamu suka?" tanya Rangga.
"Alhamdulillah aku suka Mas," ucap Aulia dan langsung mencium bibir Rangga sekilas.
Rangga yang diperlakukan manis oleh Aulia membuat sesuatu dibawah sana bergerak. Rangga langsung memegang tengkuk Aulia. Jarak ke-dua wajah mereka sudah tidak ada lagi. Aulia yang tahu suaminya menginginkan apa langsung menutup matanya.
Rangga me lu mat bibir Aulia dengan rakus. Aulia pun membalas perlakuan dari Rangga. Hingga pasokan nafas mereka berkurang. Apa yang mereka lakukan tidak sengaja ibu Anna melihatnya. Ibu Anna tersenyum malu-malu dengan kelakuan anak dan menantunya yang tidak kenal tempat saja.
Ibu Anna hanya geleng-geleng kepala saja dan langsung keluar dari arah dapur. Rangga tanpa makan malam langsung menggendong tubuh istrinya ke dalam kamarnya.
"Mas ingat aku ini lagi hamil loh," ucap Aulia yang malu-malu.
"Cukup malam ini saja karena sebentar malam kan kita mau makan sahur dan puasa selama sebulan penuh jadi untuk yang ini pun aku akan puasa," tuturnya Rangga yang sudah diliputi kabut gairah.
Hal tersebut dilakukan oleh beberapa pasangan Halal lainnya. Mereka menyatukan hasrat mereka yang seharian terpendam karena harus berjuang keras untuk mencari nafkah untuk keluarga mereka. Sedangkan Alan dibuat kelimpungan oleh permintaan dari Hyuna yang ingin makan songkolo bagadang.
Makanan khas Makassar. Hyuna tidak ingin berdekatan dengan Alan jika makanan tersebut belum ada.
"Pokonya songkolok begadang yang dibeli di warung bukan buatan Chef atau koki kita!!" Ketusnya Hyuna yang sudah berkaca-kaca matanya.
"Tapi sayang ini kan sudah jam 2 malam, Aku harus cari di mana?" ucap Alan yang sudah frustasi.
Alan mencari informasi warung mana yang jual songkolok begadang yang ada di Ibu kota. Sudah 1 jam belum juga ketemu yang jual. Karena Hyuna sudah tertidur akhirnya Alan memutuskan untuk memasak makanan tersebut dengan kemampuan bakat masaknya yang selama ini dia peroleh selama dirinya menjadi Kapten kapal. Yang sudah berlayar ke seluruh pelosok negeri maupun luar negeri.
__ADS_1
silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan my queen heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah....