Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 109


__ADS_3

"Zoe, Andrew ini pengusaha muda dan masuk kategori sukses di usianya yang terbilang masih muda," jelasnya.


Zoe Saldana yang namanya disebut oleh Talia segera balas menatap sahabatnya itu.


"Zoe Kamu kan belum punya pacar, jadi sebaiknya kalian saling berbincang-bincang agar kalian bisa lebih dekat lagi."


Setelah mendapatkan lampu merah, Andrew semakin gencar mendekati Zoe. Zoe sifatnya yang ramah, humble, dan mudah bergaul membuat mereka cepat dekat satu sama lain. Gelas yang dipegangnya hampir saja retak, setelah mendengar berbagai rayuan dan gombalan maut yang diucapkan oleh Andrew untuk Zoe.


"Dasar pria jelek, beraninya menggoda calon istriku, dia belum tahu siapa aku rupanya," umpatnya dengan wajahnya yang mulai memerah, rahangnya mengeras tangannya terkepal kuat.


Mata dan wajahnya memerah, genggamannya semakin kuat memegang gelasnya hingga hampir saja gelas itu pecah di tangannya. Hingga larut malam mereka masih asyik bercanda dan berkumpul bersama.


Karena merasa sudah dekat dengan Zoe, Andrew dengan lancang dan beraninya menyelipkan anak rambutnya Zoe yang terjatuh mengenai wajahnya itu.


Adegan romantis mereka menjadi tontonan dari beberapa orang terdekat dari mereka. Tidak terkecuali dengan seseorang yang sedari tadi berusaha menahan amarah dan cemburunya.


"Makasih banyak," ucapnya.


Linda dan Roi sudah berpamitan entah ke mana, tinggallah Zoe, Andrew, Septi dan Talia serta dua orang pemuda yang masing-masing duduk di sampingnya.


Tidak hanya sekedar itu saja, Andrew bahkan melap ujung bibirnya Zoe dengan menggunakan jarinya. Zoe semakin memerah wajahnya diperlakukan seperti itu oleh seorang pria dalam seumur hidupnya.


Andrew memegang tangannya Zoe dan berniat ingin mengutarakan perasaannya di depan Zoe. Tetapi, baru ingin membuka mulutnya untuk mengucapkan kata tiba-tiba, datang seorang pria d antara mereka.


Zoe terkejut saat melihat siapa pria yang duduk di kursi. Septi dan Talia terkesima dan tidak berkedip melihat sosok pria yang menurutnya sangat tampan dan wajahnya mirip dengan oppa Jhi Chan Wook itu.


Hingga mulut mereka terbuka lebar dan menganga hingga lalat bisa terbang ke dalamnya.

__ADS_1


"Maaf anda salah orang, gadis yang ada di depanmu adalah calon istriku," terangnya dengan menatap tajam ke arah Andrew.


Andrew hanya tersenyum meremehkan perkataan dari Elang. Dia tidak percaya dengan apa yang barusan diucapkan oleh Elang.


"Maaf di mana buktinya jika Anda adalah calon suaminya cewek tercantik di Sini?" Andrew ingin menantang langsung Elang.


Andrew sangat tidak percaya dengan penuturan dari Elang, apa lagi tidak bukti yang memperkuat pernyataannya.


"Kalau Anda tidak percaya aku akan buktikan di hadapan semua orang dan khusus di hadapanmu," terangnya.


Elang berdiri dan melangkah maju ke hadapan Zoe, hingga jarak mereka semakin sedikit saja. Nafas keduanya sudah saling memburu dan menerpa hidung mancung keduanya. Elang menarik dengan penuh kelembutan tengkuk lehernya Zoe.


Lalu mendaratkan ciuman di atas bibirnya Zoe. Elang ******* bibir seksi dan tebal dengan penuh gairah cinta. Aksi nekatnya Elang membuat sahabat Zoe tidak berkedip dan tidak percaya dengan apa yang mereka perbuat. Beberapa pengunjung Kafe itu melihat dan menjadi saksi pembuktian diri dari Elang.


Mereka merasa apa yang dilakukan oleh Elang sungguh luar biasa dan sangat berani. Mereka dibuat tercengang dengan kelakuan mereka. Zoe hanya terdiam mematung dan tidak tahu harus bertingkah seperti apa lagi. Ciuman pertamanya berhasil didapatkan oleh Elang.


Wajahnya memerah menahan rasa malunya. Wajahnya sudah seperti buah tomat yang matang. Awalnya ciumannya sedikit kasar karena tidak ada balasan dari Zoe. Membuat Elang bahagia karena itu tandanya Elang adalah pria yang pertama mencicipi manisnya bibir merah merona milik Zoe.


Zoe tanpa disadarinya sudah mengalunkan tangannya di leher Elang. Mereka lupa daratan dan melupakan orang yang menonton secara langsung dan Live mereka. Andrew langsung pergi dari sana, Sedangkan yang lain masih asyik menikmati tontonan live tersebut.


Mereka saling berkenalan satu sama lainnya. Giliran Andrew Andika sahabatnya Roi yang sedari tadi menatap Zoeya dengan tidak bosan-bosannya. Mereka berjabat tangan, berkenalan untuk lebih akrab lagi. Zoe hanya sesekali tersenyum menanggapi perbincangan mereka.


"Andrew," ucapnya lalu mengulurkan tangannya ke arah Zoe.


"Zoe," jawabnya singkat.


Talia yang memperhatikan gerak geriknya Andrew mengerti dengan arti pandangan dan tatapannya ke arah Zoe.

__ADS_1


......................


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2