
"Entah perasaan apa yang aku rasakan ini, aku selalu ingin melihat dan mendengar celotehannya," ucapnya lalu tersenyum saat mengingat kejadian tadi saat dia mendengar dan merasakan denyut jantungnya Cilla.
Andreas terus mengemudikan kendaraannya. Hingga sudut matanya melihat punggung seseorang yang sedari tadi dia ingat. Senyuman itu langsung terpancar dari sudut bibirnya Andreas. Segera membunyikan klakson mobilnya ketika sudah berada di belakang Margaretha Agatha Pricilla.
Cilla yang mendengar suara klakson mobil itu segera menghentikan langkah kakinya lalu menoleh ke arah Andreas dengan menyuguhkan senyuman manisnya. Setelah melihat siapa yang berada di balik kemudi itu.
Andreas lalu membuka pintu mobilnya dan memberikan kode kepada Cilla agar segera naik ke mobilnya. Pricilla menunjuk ke arah dadanya dengan jari telunjuknya sendiri. Pricilla menyangka jika yang dimaksud Andreas adalah orang lain bukan dirinya. Pricilla celingak-celinguk mencari keberadaan seseorang yang dimaksudkan oleh Andreas dan ternyata hanya dia seorang diri saja.
Andreas hanya tersenyum melihat tingkahnya Pricilla.
"Ayok masuk, aku antar Kamu pulang mumpung Aku lagi baik," tawarnya kepada Pricilla yang sepertinya sedikit memaksa.
Pricilla tanpa pikir panjang langsung masuk dan duduk di samping Andreas.
"Kok diam saja?" tanya Andreas yang melihat ke arah Pricilla yang hanya terdiam seperti patung saat sudah duduk di kursi penumpang.
Andreas memajukan sedikit tubuhnya untuk meraih setbel untuk membantu Pricilla yang seperti orang yang baru pertama kali naik mobil saja. Pricilla pun langsung menolehkan wajahnya ke arah Andreas dengan tiba-tiba sehingga hidung mancung mereka saling bertabrakan satu dengan yang lainnya.
Andreas menatap ke dalam bola matanya Cilla yang begitu bening dan jernih itu sehingga pantulan dirinya sangat jelas terlihat.
Pricilla pun membalas tatapan Andreas tapi tatapannya begitu memuja dan mendamba seakan-akan memberikan sinyal kepada Andreas lewat matanya yang menginginkan sesuatu bukan sekedar tatapan semata saja.
"Kenapa wajahnya semakin tampan jika dilihat dari jarak sedekat ini, debaran jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, dan hal ini tidak pernah Aku rasakan jika bersama Mas Agung."
"Bulu matanya yang lentik, hidungnya yang mancung sedikit bangir, bibirnya yang mungil tapi terkesan seksi merah merona seperti buah delima membuatku Ingin menyesap manisnya."
Andreas semakin memajukan wajahnya hingga jarak mereka semakin terkikis saja. Cilla refleks menutup matanya yang membuat Andreas tersenyum penuh arti. Andreas menyentuh bibir itu sebelum mengecup sekilas bibir itu, Cilla yang merasakan ada benda kenyal dan basah menyentuh bibirnya langsung membuka mulutnya. Pricilla membuka akses untuk Andreas berbuat lebih di atas bibir seksi itu.
Andreas memegang tengkuk leher jenjangnya Cilla. Lidahnya bertautan dengan lidah Cilla. Mereka sama saling bertukar Saliva. Ciuman yang awalnya hanya sekedar saling mengecap biasa hingga saling ******* begitu dalamnya. Tangannya Andreas menekan tombol power untuk menutup rapat pintu dan jendela mobilnya.
Mereka belum berhenti saling menciumi dan mendamba satu sama lain. Awalnya hanya sekedar bermain di bibirnya saja hingga tangan Andreas bergerilya masuk ke dalam pakaian yang dipakai oleh Cilla cukup longgar sehingga bebas membuka pengait bra Cilla.
Cilla yang merasakan tangannya Andreas membuka pengait branya hanya terdiam saja yang seakan-akan menunggu dan mengijinkan Andreas untuk berbuat lebih di atas tubuhnya.
Tangannya Andreas perlahan meremas benda kenyal itu satu persatu. Mount Everest milik Cilla begitu kenyal dan sangat menantang hingga Andreas semakin tertantang untuk menikmatinya lebih dari sekedar meremas saja.
Tautan bibir mereka terlepas dan Cilla merebahkan tubuhnya ke belakang. Lalu menoleh ke arah lain karena malu jika melihat wajah pria yang berhasil menjadi Orang yang pertama menyentuhnya itu.
Andreas menyingkap sedikit pakaian seksi yang dipakai oleh Cilla dan menenggelamkan kepalanya di sela mount Everest itu. Tangannya yang satu sibuk me re mas bu ah dada sangat menggoda iman itu. Bibirnya sibuk menikmati Seakan-akan dirinya sudah berbulan-bulan kehausan saja.
Lenguhan kecil keluar dari bibirnya Cilla yang terdengar begitu seksi di telinga Andreas. Hingga dering Handphonenya membuat suasana romantis mereka harus terganggu oleh deringan telponnya Cilla. Andreas segera bangkit dari atas tubuhnya Cilla.
Begitu pun juga dengan Cilla yang segera memasang pengait branya kembali dan memperbaiki pakaiannya dan penampilannya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Apa yang aku lakukan, kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku dengan baik? hanya melihat bibirnya dan pakaiannya yang sangat seksi itu membuatku lupa daratan dan menginginkan sesuatu."
Cilla tersenyum manis ke arah Andreas sebelum mengangkat telponnya. Cilla menyentuh bibirnya Andreas yang masih basah sisa dari Pertukaran saliva mereka.
"Daddy," ucapnya sebelum mengangkat telponnya dan menaruh telunjuknya di atas bibirnya.
Tangan Andreas tidak mau diam malahan kembali mengelus paha mulusnya Cilla yang tidak tertutup apa-apa. Cilla yang kegelian segera memutuskan panggilan telponnya. Cilla lebih berani lagi dan maju ke depan hingga mereka kembali menikmati ciuman yang begitu panas dan gairahnya. Hingga nafas mereka ngos-ngosan dan tersengal.
"Mulai besok jangan memakai pakaian seperti ini lagi, Kamu bisa memakai yang seperti ini cukup di depanku saja, harus tertutup tidak boleh ada pria lain yang melihatnya," ucap Andreas.
Pricilla menganggukkan kepalanya dan tanda setuju saja dengan permintaan dari Andreas.
"Mulai detik ini kamu adalah kekasihku Ok," ucap Andreas lagi.
"Antar aku pulang yah Bang ke Apartemen, Kita lanjutkan dan sana," ucap Cilla tepat di telinga Andreas.
Andreas tersenyum penuh arti dan bahagia karena mendapatkan lampu hijau dari gadis yang berhasil membuatnya tergoda dan tertarik. Selama ini Andreas terlalu sibuk dengan urusan pekerjaannya dan studinya.
Sehingga melupakan rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Dengan Pricilla, dia mendapatkan apa yang selama ini dia tidak pernah lakukan. Mobil mereka sudah memasuki area Apartemennya yang sangat mewah itu. Cilla menggandeng tangan Andreas dengan begitu mesranya.
Pintu apartemen itu terbuka dan langsung tertutup otomatis. Andreas tak segan menggendong tubuh seksinya Cilla. Hingga ke dalam kamar pribadinya Cilla.
Kamar yang sangat kental dengan nuansa anak cewek itu dengan warna pink yang dominan. Andreas membaringkan tubuhnya Cilla di atas ranjang king size-nya Cilla.
"Baby Kamu adalah orang yang pertama dalam hidupnya Cilla yang berhasil menyentuh tubuhku, Cilla tidak ingin ada wanita lain yang Baby sentuh okey," ucapnya.
Andreas yang sudah berkabut gairah itu tidak tahan lagi dan langsung menerjang tubuhnya Cillla. Andreas dengan sedikit kasar membuka baju Cilla hingga ke pengaman segita bermuda itu.
Andreas tidak tahan saat melihat semua aset miliknya Cilla yang sangat menggoda iman itu. Andreas merangkak di atas tubuhnya te lan jangnya Cilla lalu langsung mengungkungnya tanpa ampun lagi.
Jeritan dan de sah an meluncur dari bibirnya Cilla saat Andreas memainkan bagian yang paling terpenting dari tubuhnya Cilla. Mereka pun melakukan hubungan terlarang. Dua anak manusia yang sama dimabuk cinta melupakan konsekuensi dari perbuatan mereka.
Cilla yang melupakan jika Dia berjanji dengan daddy-nya sedangkan Andreas melupakan janjinya pada Maminya Emilia jika hal itu tidak akan pernah dia sentuh dan lakukan tanpa dasar adanya ikatan suci tali pernikahan. Godaan dari orang ketiga lebih kuat dari janji mereka. Itu lah sisi lemahnya anak cucu Adam.
Diraba dulu ah, ah diraba dulu
Diraba isi hatinya
Bila kau cari bila kau cari seorang kekasih
Lihat di lihat dulu siapakah dia
Besar apa tidak, rasa cemburunya
__ADS_1
Besar apa tidak, kasih dan sayangnya
Jangan kau buka, jangan kau buka pintu hatimu Bila kau rasa bila kau rasa tak satu hati
Panjang apa tidak cara berpikirnya
Karena bercinta bukanlah mainan
Setelah bosan dia menghilang
kuat apa tidak menahan curiga
Karena bercinta banyak godaannya
bisa-bisa cinta jadi berantakan
Bukan yang tampan
Bukan hartawan
Mencari pacar lelaki setia.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Diantara Dua Pilihan
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
Pelakor Pilihan
Aku hanya sekedar baby sitter
Cinta Ceo Pesakitan
Tetanggaku Idola Suamiku
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
I love you all Readers….