Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 115


__ADS_3

"Kamu ngeles melulu sedari tadi, kalau Kamu memang tidak ada hubungan apa pun dengan istriku, kenapa istriku ada di dalam mobil Kamu?" tanyanya yang sudah semakin tersulut emosinya.


"Kau kan sudah bilang dari tadi kalau Kamu ingin tahu jawabannya dan kejelasannya tanya sama istrimu, aku kenal namanya saja kagak apa lagi punya hubungan sepesial."


Pak Polisi dan Pria itu menatap bersamaan ke arah tempat di mana berada perempuan yang cukup cantik di usianya yang sudah 32 tahun itu. Perempuan itu hanya tersenyum saja, dan tidak ada rasa pusing atau pun marah dengan perkataan dari mereka


"Apa yang dikatakan oleh bocah itu sangat benar adanya, aku kabur dari rumah suamiku dan diam-diam masuk ke dalam mobilnya," jelasnya.


Pak polisi menatap balik ke arah suaminya si wanita.


"Maaf kalau begitu urusan ini bukan sepatutnya dibahas di sini tapi, kita urus secara pribadi, dan saya sudah putuskan kalau Anda Zidane tidak bersalah sedikit pun, dan sedikit masukan tolong selesaikan semuanya di rumah bapak saja."


Pak polisi menutup berkas perkara mereka yang sudah dia tandatangani.


"Jadi sudah sangat jelas kalau saya tidak bersalah sedikit pun, apa saya sudah bisa pulang Pak?" tanya Zidane.


"Silahkan Kamu boleh bisa pulang," jawabnya.


Zidane berdiri dari duduknya lalu langkahnya terhenti ketika melihat kedatangan kedua orang tuanya. Dia melangkahkan kakinya lalu segera meraih tangan kedua orang tuanya untuk dia cium punggung tangannya.


Kebiasaan itu sering dia lakukan dan bahkan sudah menjadi rutinitas dan wajib dilakukan setiap mereka bertemu.


"Ayah tidak usah masuk, semuanya sudah beres," tuturnya.


"Alhamdulillah kalau gitu, Mama sangat takut terjadi sesuatu sama Kamu nak," ucapnya Delia yang memeluk tubuh putranya.


Mereka belum pulang baru ingin, seorang wanita yang seksi dan cantik dengan wajah yang masih muda berjalan ke arah luar dan berpapasan dengan mereka. List menatap ke arah Zidane dengan wajah yang seakan-akan meminta tolong kepada Zidane.


Dia hanya bisa menatap saja tanpa harus mengucapkan perkataan sedikit pun. Zidane menatap balik ke arah Listy tanpa kata juga.

__ADS_1


Hanya tatapan mereka yang saling beradu satu sama lain. Zidane awalnya ingin mengejar Listy, tapi langkahnya terhenti setelah melihat kedatangan dari Rio Ferdinand suami dari Listie.


"Kalau gitu kita pulang saja kalau semuanya sudah beres."


Mereka kemudian balik ke rumah kecuali Zidane dia kembali ke kampusnya karena masih ada mata kuliahnya yang harus dia ikuti hari ini.


Dia kemudian memutar balik mobilnya ke arah Kampusnya. Baru beberapa meter jarak yang dia tempuh tiba-tiba dia ngerem mendadak.


Ciiiiiittttttttttttttt...


Bunyi ban mobilnya cukup keras saat tiba-tiba berhenti yang bergesekan langsung dengan aspal.


Zidane tidak menyangka jika Listie sudah berada di dalam mobilnya seperti tadi.


"Tante!!, apa Tante ingin kita kembali ke kantor Polisi lagi haaaa?"


Zidane sangat terkejut setengah mati saat melihat siapa orang yang berhasil menyusup ke dalam mobilnya.


"Iihh singkirkan tangannya Tante, aku geli digituin," ujar Zidane.


Bunyi klakson mobil yang ada di belakang mereka yang saling bersahutan membuatnya menghentikan perdebatan mereka.


Zidane buru-buru melajukan mobilnya ke arah tempat yang aman untuk dia parkirkan. Zidan ingin berbicara empat mata dan bertanya langsung kepada Tante itu.


Dia ingin tahu apa tujuannya sedari tadi mengikutinya dan masuk ke dalam mobilnya. Dan Listie sudah punya suami yang sudah melaporkannya ke polisi.


"Diam di belakang!!, jangan macam-macam kalau tidak aku akan dorong Tante ke jalan," ancamnya.


Listi langsung terdiam mendengar perkataan dari Zidane yang cukup keras.

__ADS_1


Mobil perlahan memasuki daerah Taman. Dia sudah mematikan mesin mobilnya, lalu berjalan perlahan ke arah Taman yang ada kursinya tanpa menunggu Lestie menyusulnya.


"Ganteng tunggu aku, apa Kamu gak kasihan sama Tante yang tidak bisa berjalan cepat seperti Kamu dan kalau Tante jatuh kan sakit," teriaknya yang berjalan mengikuti langkah kakinya Zidane.


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2