
"Heeemmm!" Nyonya Elsa berdehem pun agar mereka berhenti untuk tertawa terbahak-bahak.
Mbak Erna dan Mbak Zie terdiam dan menunduk karena mereka tidak menyangka jika apa yang mereka perbuat disaksikan secara live oleh Nyonya besar mereka.
"Maafkan kami Bu," ucap sendu keduanya.
"Ada yang bisa jelaskan kepadaku tentang apa yang kalian lakukan?" tanya Nyonya Elsa yang sudah mulai berbicara dan bersikap serius.
Sedangkan Mbak Erna dan Mbak zie saling berdorongan karena tidak ada yang berani jujur atas menghilangnya baby kembar mereka.
"Maafkan kami Bu, kami tidak sengaja kehilangan jejaknya baby Nathan," jelas Mbak Zie yang sudah gemetaran ketakutan.
Mbak Erna pun kondisinya sama sudah berkeringat dingin saking takutnya kena marah dan mereka takut dipecat.
"Apaaaaa!!!" Jeritnya Bu Elsa yang langsung kaget mendengar perkataan dari baby sitter bayi kembar.
"Maksudnya Noah dan Nathan hilang di dalam rumah ini!!" tanya ibu Ratu yang ingin mengetahui lebih lanjut lagi.
"Maafkan kami, kami tidak sengaja meninggalkan baby Nathan dan Noah bermain karena tadi saya pamit kebelakang untuk buang air" ucap Mbak Erna.
"Saya sedang mengambil botol susunya tapi pas saya balik ke sini Noah sama tuan muda Nathan sudah tidak ada di tempatnya lagi," jawab Mbak Zie dengan nada suara yang bergetar karena ketakutan.
"Apa kalian sudah memeriksa semua kamar dan sudut ruangan di rumah ini?" tanya Bu Ratu Mahdalena yang sudah khawatir dengan keadaan cucunya.
"Pak Amir!!!" teriak Nyonya Elsa yang memanggil kepala keamanan di rumahnya.
Pak Amir langsung berlari ke dalam rumah dan berhenti berlari saat dirinya sudah berada dekat dengan ibu Elisa, "Maaf apa ibu memanggil saya?" tanya pak Amir yang sedang mengatur nafasnya yang memburu karena berlari dari pagar paling depan hingga ke dalam rumah yang jaraknya cukup jauh.
"Tolong kerahkan semua anak buahmu untuk mencari cucuku dan tolong juga periksa cctv!" perintah Mama Elisa.
__ADS_1
"Baik Ibu akan saya laksanakan!" Timpalnya Pak Amir yang kemudian berlari lagi ke arah ruangan peristirahatan semua
petugas keamanan kediaman uyama keluarga Wijayanto.
"Ayok kita ikut mencari Baby Nathan dan Noah," ajak Mama Ratu.
Beberapa menit kemudian, tidak ada yang berhasil menemukan baby Arjuna. Bahkan Semua kamar pun sudah dicek dengan sangat detail setiap sudut rumah Kediaman Utama Wiguna.
"Gimana hasilnya apa kalian sudah menemukan baby Arjuna?" tanya Bu Elisah.
Semua Security maupun asisten rumah tangganya berdatangan satu persatu kehadapannya untuk melaporkan hasil yang mereka dapatkan. Tetapi mereka semua menggelengkan kepalanya tanda tidak ada yang berhasil.
"Kalian tidak becus masa anak bayi yang baru berusia 8 bulan saja kamu tidak bisa temukan? ini semua gara-gara kamu yang teledor menjaga cucuku!" Geram Nyonya Ratu yang sudah mulai terpancing emosinya.
"Ratu yang sabar, jangan sepenuhnya menyalahkan mereka kita harus segera mencari keduanya dan emosi kamu itu tidak akan menyelesaikan masalah," tampik Bu Elsa sambil mengelus punggung tangan adik sepupunya itu yang sudah duduk di kursi ruang keluarga.
diolak alik
semanis madu tapi berbisa..
Cinta..
kini sudah jadi dilema
beritanya pun
selalu ada topik utama..
nuansanya lagi
__ADS_1
Tak melukiskan
pesona indahnya kemesraan..
Jalinannya lagi
tak menjanjikan
masa depan kebahagiaan..
Mereka terdiam sesaat, beberapa maid dan yang lainnya tidak ada yang berani berkomentar karena mereka takut kena marah dan lebih parah lagi kalau mereka dipecat.
Karena sekarang untuk mencari pekerjaan yang bagus dan dengan gaji tinggi dan bonusnya majikan yang baik sangat lah susah bahkan terbilang langka.
"Masih ada satu kamar yang belum kami periksa Nyonya Besar," tuturnya Pak Dirwan tukang kebun sambil kembali menunduk karena takut salah bicara.
Semua mata tertuju pada Pak Dirwan si tukang kebun. Mereka takut jika pak Dirwan salah berbicara dan akan dipecat.
"Maksud kamu apa? jangan bicara yang tidak jelas begitu langsung saja berbicara," ketusnya Bu Ratu yang sudah sangat khawatir dan sedih dengan Baby Arjuna jika terjadi sesuatu terhadap cucunya.
"Kamar Nona muda Hana yang belum kami periksa karena kami ingin meminta persetujuan dari Ibu terlebih dahulu," imbuhnya Pak Nawir.
"Karena itu adalah satu-satunya kamar yang belum kami periksa Nyonya," balasnya Pak Dirwan lagi yang ikut berbicara.
"Kalau gitu apa yang kalian tunggu! Segera bergerak cepat sebelum terlambat," perintah Bu Nyonya Ratu.
Mereka segera berjalan dan ada juga yang berlari ke arah kamar Hana. Mereka tidak sabar ingin menemukan baby Arjuna yang comel dan menggemaskan. Mama Elisah langsung membuka pintu kamar Hana.
Mereka terperangah dan bahkan banyak yang tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Bu Elisha dan Ibu Ratu menangis setelah melihat apa yang terjadi. Dipikiran mereka bayangan tentang Hana berbanding terbalik dengan kenyataan yang mereka lihat dengan ke dua pasang mata mereka. Bahkan Mama Elisah dan Mama Ratu tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
__ADS_1