
Masuklah keduanya ke dalam kamar tapi Arman sedang serius membaca buku panduan bacaan sholat dan tidak menyadari kehadiran Mamanyq dan Karina. Karina yang sedari tadi menundukkan kepalanya dan terkejut setelah melihat kondisi Arman.
"Arman, orang yang akan mengajari kamu untuk mengaji, orangnya sudah datang," jelasnya Bu Elisabeth sambil mengelus pundak putranya.
Bu Elisha agar perhatian tertuju kepada apa yang beliau katakan. Arman hanya memandangi perempuan cantik dengan hijab yang menutupi kepalanya yang semakin cantik dengan penampilan barunya dan yang belakangan ini membuatnya merindukan senyuman dan suara perempuan tersebut.
Berubahlah jadi manusia yang baik selama kamu punya niat dan keinginan. Segeralahw berbenah diri karena waktu tidak akan menunggu kamu untuk berubah. Hati istri mana yang tidak kecewa, sakit dan sedih mengetahui kalau suaminya yang sekarang adalah seseorang.
Orang yang mengakibatkan kematian dari suaminya yang terdahulu dan ibu mertuanya serta yang menyebabkan masuknya di rumah sakit cucu kesayangannya. Tapi setiap manusia punya kesempatan kedua untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi selama orang tersebut benar-benar berniat untuk berubah.
Mama Elisabeth terus berusaha untuk menuntun anak dan suaminya ke jalan yang benar. Seperti halnya yang dilakukan oleh Arman hari ini, walaupun dalam keadaan yang masih sakit kaki dan tubuhnya belum bisa digerakkan dengan leluasa tapi dengan tekad yang kuat dia belajar tentang tata cara shalat wajib dan doa harian.
Karena itu lah Bu Elisabeth mendatangkan guru privat yang menguasai hal itu dibidangnya. Guru tersebut seorang perempuan yang masih muda, cantik dengan body yang semampai paras wajah yang cantik serta tutur katanya yang lembut dengan hijab yang membungkus seluruh tubuhnya membuat mata Arman tidak berkedip.
Karina memutuskan untuk berhenti bekerja dari club' malam yang sudah hampir 6 tahun ditempati bekerja, awalnya sulit untuk dia lakukan tapi karena dia sudah merasa risih jika disaat dirinya bekerja ada saja pria hidung belang yang menolaknya.
Keputusan tersebut sempat ditentang keras oleh bapak sambungnya. Tetapi dengan niat yang baik dan dengan alasan yang tepat Karina bisa meyakinkan bapaknya. Karina yang sedang menjajakan kuenya di kompleks perumahan elit. Karina dipanggil oleh pak Anwar.
"Karina!!" teriak pak Anwar yang berlari kecil ke arah Karina.
__ADS_1
Sedangkan Karina langsung menghentikan kayuhan sepedanya dan menepikan sepedanya ke badan jalan. Dan tersenyum manis ke arah Pak Anwar yang sekaligus menjadi tetangganya di kompleks.
"Assalamu alaikum Pak," ucap Karina setelah pak Anwar berhenti di hadapannya.
"Waalaikum salam," jawab salam pak Anwar.
"Apa bapak ingin membeli kue jajanan saya pak?" tanya Karina ke arah pak Anwar.
"Hehehe maaf sepertinya tidak Karina, bapak memanggil kamu karena ada yang bapak ingin Kkaakan kepadamu," jelasnya Pak Anwar.
Karina terdiam dan menerka-nerka kira-kira apa yang akan dikatakan oleh pak Anwar,"Kalau tidak ingin membeli kue Karina terus ada keperluan bapak sehingga memanggil Karina," pungkasnya Karina lagi.
"Bapak tadi mengira bapak salah orang soalnya kamu sudah berubah dan penampilan kamu hari ini sangat cantik, terus terang Bapak suka Karina," ungkap pak Anwar yang tersenyum ke arah Karina yang hari ini sudah mulai memakai hijab.
"Bapak senang melihat penampilan baru kamu loh Karina, oiya apa kamu masih bekerja di club malam?" tanya pak Anwar.
"Karina sudah tiga hari berhenti dari sana Pak," jawab Karina.
"Alhamdulillah bapak senang mendengarnya kalau kamu sudah berhenti bekerja dari club malam tersebut," ujarnya pak Anwar.
__ADS_1
Karina kembali terdiam dan menunggu pak Anwar untuk berbicara karena tidak mungkin pak Anwar memanggilnya hanya untuk menanyakan perihal tentang pekerjaannya saja.
"Karina mau tidak bekerja dengan bapak di villa itu?" tanya Pak Anwar dengan penuh selidik sambil menunjuk ke arah Villa mewah yang pernah didatangi sekali.
"Maksudnya bapak apa saya tidak mengerti?" tanya Karina.
Lalu pak Anwar pun menjelaskan kepada Karina maksudnya yang sebenarnya, "Begini kebetulan Nyonya pemilik villa tersebut mencari guru yang bisa mengajari putra pertamanya baca tulis Al-quran serta doa harian dan gajinya lumayan loh Karina, sewaktu Nyonya tersebut berbicara dan mencari tahu ada orang sanggup mengajarkan putranya membaca Al Qur'an bapak teringat kepada kamu jadi bapak mengusulkan kepada-nya kalau bapak punya tetangga yang bisa dan sanggup untuk mengajarkan putranya dan gajinya 20 juta perbulan loh," jelas pak Anwar panjang kali lebar sama dengan luas.
"Kebetulan Karina juga mencari pekerjaan Pak dan dari hasil menjual kue ini hanya seberapa terus adik Karina masih kecil yang butuh biaya banyak," timpalnya Karina.
"Kalau begitu terima tawaran bos saya yah, dan insya Allah kamu akan betah bekerja di sana dan gajinya cukup lumayan besar," tuturnya Pak Anwar.
"Karina akan coba besok datang langsung ke Villa itu," ucap Karina.
"Besok pagi Bapak tunggu kedatangan mu yah!" ucap pak Anwar.
"Insya Allah Pak," jawab Karina dengan suara yang lemah lembut tidak seperti biasanya yang terkesan Judes.
Pak Anwar pun pamitan dan kembali ke pos jaga Security. Dan segera mengabarkan kepada nyonya besar tentang dia yang sudah menemukan seseorang yang pantas dan bisa diandalkan untuk membantu tuan muda Arman. Keesokan harinya, Karina pamit kepada ibunya untuk mendatangi villa yang dimaksud oleh pak Anwar.
__ADS_1
"Kamu jaga diri baik-baik yah Nak, kamu harus patuh dengan perkataan yang punya rumah, ibu minta maaf karena selama ini Ibu hanya menyusahkan kamu saja," pinta ibunya Karina yang terbaring lemah di atas dipannya.
"Insya Allah yah Bu, doakan Karina semoga pekerjaan Karina lancar dan Kareena bisa segera membawa Ibu ke Dokter untuk memeriksa penyakit ibu," ucap Karina sambil menyuapi ibunya yang sedang sakit keras.