Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 77. Kedatangan Rombongan


__ADS_3

Keheningan awalnya berubah jadi kehebohan dan gaduh di dalam dapur. Hal itu terjadi karena ulahnya Pricillia menantu kesayangannya Emiliana.


Delia pun menunjukkan cara memecahkan telur yang baik, hingga ke tahapan pencampuran adonan yang setengah jadi dengan beberapa bumbu dan bahan-bahan kue lainnya. Baru beberapa detik, Cilla yang tertawa terbahak-bahak saat mengingat kejadian tadi yang dia lakukan.


Sedangkan di dalam ruangan khusus bapak-bapak dan pria muda lainnya sedang bersantai sambil menikmati kopi hangat yang dibuat oleh Delia. Andreas dengan Papinya saling berdampingan di kursi itu tapi, mereka sama sekali tidak ada yang saling bertegur sapa.


Hingga Adrian tiba-tiba memeluk tubuh putra sulungnya itu dengan sangat erat. Tubuhnya bergetar hebat, tangisannya pecah,air matanya yang sedari tadi dia tahan akhirnya luruh juga membasahi pipinya.


"Maafkan Papi nak, Papi sedikitpun tidak bermaksud untuk menjodohkan Kamu dengan Laila, itu semua hanya rencananya saja kedua orang tuanya, lagian Papi belum menyetujui rencana mereka," ucap Adrian dengan penuh sesal.


Andreas awalnya tidak memeluk tubuh Papinya sekarang tangannya perlahan membalas pelukan Papinya.


"Papi tidak punya salah sedikit pun sama Andreas, jadi Papi tidak perlu meminta maaf, seharusnya yang harus meminta maaf adalah Andreas yang sudah terlalu keras sama Papi," pungkasnya Andreas.


"Tidak ada siapapun yang salah dalam masalah kalian ini, yang salah hanyalah keegoisan dari kalian semua yang sama-sama keras kepala, kan bagus jika setiap ada masalah kalian duduk saling berdampingan untuk membicarakan apa yang seharusnya kalian lakukan," timpal Arya panjang lebar yang menimpali percakapan Ayah dan anak itu.


"Arya apa Mama sudah ada kabarnya mereka sekarang ada di mana?" tanya Adrian setelah keadaannya sudah membaik.


"Barusan Mama Elisabeth menelpon katanya sudah ada di jalan, mungkin sudah semakin dekat," jawabnya.


Baru sekitar 1 menit Arya berbicara seperti itu. Pintu lebar nan tinggi berdaun pintu dua itu terbuka. Masuklah anak kembarnya, Mama Elisabeth serta keponakannya yang lain pun ada dalam rombongan tersebut. Adrian dan Arya Wiguna berjalan ke arah Mamanya. Seperti biasa mereka selalu salim menciumi punggung tangan Mamanya.


"Bagaimana perjalannya Mama, apa Mama baik-baik saja?" tanya Arya.


"Alhamdulillah seperti biasanya lancar jaya selalu," jawabnya.


Mama Elisabeth memeluk satu persatu tubuh putranya dan yang terakhir cucu kesayangannya yaitu Zidane.

__ADS_1


"Grandma, Zi kangen loh sama Grandma,"


"Nenek juga kangen sama Zidane," ucapnya lalu mengelus rambut cucunya.


"Welcome di Jakarta," ucap Zidane ke arah saudaranya.


Mereka satu persatu saling berpelukan untuk menyalurkan rasa rindu masing-masing.


"Adik kecilku sudah besar yah," ucap Zack Lee Kim Said.


"Tentu saja besar Abang kan setiap hari makan makanan enak buatannya Mama Delia," jawabnya.


"Kakak juga merindukan Mama mereka yang beberapa tahun ini mereka tidak bisa bertemu gara-gara pandemik Covid 19 Corona.


"Mama Kalian ada di mana?" tanya Nenek Elisabeth.


"Mami ada di dapur Nek! Mereka sibuk buat masakan untuk nenek dengan yang lainnya," balasnya.


"Hey Tuan Putri Keyna, Aunty Eliana gak ikut sama Kakak,?" tanya Zidane yang celingak-celinguk mencari saudara kembar Ayahnya.


Delia, Emilia dan Cilla berjalan ke arah luar. Setelah mereka mendapatkan informasi kalau Mama Elisabeth dan yang lainnya sudah datang dari London, Inggris. Kebahagiaan terpancar dari wajah mereka yang ada di dalam ruangan itu.


Setelah beberapa tahun mereka terpisah dan tidak bisa berkumpul akhirnya pada kesempatan kali ini mereka memanfaatkan momen menyambut hari raya idul Adha. Ada yang cipika-cipiki ada yang saling berpelukkan hingga mereka sama-sama menyalurkan rasa bahagianya dan rindu mereka.


"Kenalkan ini menantunya Aunty Emilia, Zoya apa sudah saling kenal kalau belum kenalan yuk," ujar Emilia.


Emilia memperkenalkan mereka satu sama lainnya. Zoeya dan Amanda saling bertatapan dan hanya tersenyum saja ke arah Cilla sedangkan Cilla menunduk malu jika kembali harus mengingat kejadian terakhir yang mereka lalui bersama.

__ADS_1


...****************...


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap dukung My Queen Heart dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika ada kesalahan dalam pengetikannya atau Typonya...


__ADS_2