
"Dad!! Please Mom mohon tenanglah, Saya yakin putriku akan baik-baik saja, percayalah sama Mommy," terangnya yang berusaha membujuk Suaminya agar bisa tenang dan lebih sabar..
Mommy Pricilla mengetahui jika putrinya kawin lari bersama dengan seorang pemuda yang bukan orang biasa bahkan kekuatan dan kekayaan dari pemuda itu jauh melebihi dari yang mereka miliki.
"Saya tidak ingin nasib putriku berakhir seperti nasibku yang harus terpenjara dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai, aku ingin putriku hidup bebas sesuai dengan yang dia inginkan."
Tuan Leonardo sudah berusaha dan mengerahkan semua anak buah terbaiknya ke seluruh penjuru Inggris,tetapi hasilnya masih sama nihil.
"Semoga kalian bahagia dan pergi jauhlah dari sini sebisa kalian, Mommy harap jangan pernah kembali kesini apapun yang terjadi."
Istrinya hanya terdiam dan tidak mau terlalu ikut campur, baginya anaknya sudah besar dan bisa memilih hidup yang seperti apa yang dia ingin jalani.
"Mommy sudah bilang kan, jangan sesekali berani untuk menjodohkan putriku dengan pria manapun, jika dia tidak setuju, biarkan dia sendiri yang mengatur hidupnya," ucapnya yang tidak ingin terdiam saja melihat situasi yang cukup Kacau.
"Ini lah Kamu, dari dahulu selalu memanjakannya dengan segala hal, selalu menuruti keinginannya tanpa ingin mendengarkan perkataanku," jelasnya.
"Dad!! moms tidak ingin nasib putriku seperti nasib kehidupanku dialami juga dengan putriku," ujarnya dengan nada suara yang cukup tinggi pula.
Tuan Leonardo menatap tajam wanita yang sangat dia cintai dan puja. Dulu demi mendapatkan wanitanya rela melakukan apa pun itu. Bahkan membunuh kekasih dari istrinya pun Dia lakukan, tanpa sepengetahuan dari Lusiana.
"Sampai kapan pun Aku tidak ingin menikahkan putriku dengan pria yang tidak jelas bibit, bebet dan bobotnya, putriku mau makan apa jika pria bersamanya adalah pria miskin yang tidak berguna, Apa Kamu ingin melihat putrimu menderita?" Terangnya yang semakin tersulut emosionalnya, tetapi berusaha untuk meredam emosi dan egonya, jika berhadapan dengan istrinya.
"Kalau itu yang kamu inginkan maka carilah putriku hingga ketemu, yang perlu Dad tahu Aku tidak akan biarkan nasib putriku berakhir seperti diriku."
Nyonya Lusiana berdiri dari duduknya, lalu meninggalkan suaminya yang terduduk dan tidak menyangka, jika selama ini Istrinya tidak bahagia dan ikhlas hidup bersamanya.
Dia pun berdiri dan berjalan dengan langkah yang cukup lebar untuk segera mengikuti istrinya.
"Lusiana sayang, apa maksudnya dari perkataan Kamu? Tolong jelaskan padaku?" Tanyanya dengan suara yang cukup besar dan menggelegar memenuhi Istana mereka.
__ADS_1
Dia khawatir dan sangat ketakutan, jika suatu saat nanti istrinya akan pergi jauh meninggalkan dirinya. Nyonya Lusiana menutup pintu kamarnya dengan sangat keras sehingga dinding seakan-akan akan roboh di hantam hantaman keras pintu itu.
Nyonya Lusiana menangis tersedu-sedu jika kembali harus mengingat hidupnya puluhan tahun silam.
"Aku ingin putriku bahagia, apapun Aku lakukan untuk kebahagiaan, cukup Aku yang menderita bertahun-tahun hidup dengan pria yang tidak Aku cintai."
"Sayang!! Daddy mohon buka pintunya, jangan seperti ini, Saya minta maaf jika gara-gara keegoisan saya membuat Kamu terluka dan kecewa "
Tuan Besar Leonardo sangat takut jika perbuatannya kali ini akan membuat istrinya membencinya dan yang paling parah adalah pergi jauh meninggalkannya.
Tuan Leonardo terduduk di hadapan kamar istrinya dan menunggu pintu itu terbuka.
Tapi, hingga dua jam lamanya berlutut sambil menunggu Istrinya melunak,pintu itu tak kunjung terbuka juga.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di Indonesia. Andreas dan Pricilla sudah sampai dengan selamat di Bandara internasional Soekarno-Hatta Cengkareng Jakarta.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Jakarta."
Dia disambut hangat oleh Uncle Arya Wiguna demi istrinya Delia Paramitha Wirawan beserta putra bungsunya Zidane yang sudah berusia 12 tahun. Wajahnya seperti foto copy nya Arya Wiguna Ayahnya.
"Welcome Boys di Indonesia," ucapnya lalu memeluk tubuh keponakannya.
Andreas segera memeluk tubuh Unclenya itu dengan erat dan rasa rindu yang membuncah. Kemudian berjalan ke arah Delia yang menarik tangan Auntynya dengan penuh kelembutan lalu menciumi punggung tangan itu dengan takzim.
Pricilla yang melihat hal itu pun meniru dan mengikuti calon suaminya. Dengan Wajahnya yang tersipu malu karena ini adalah pengalaman pertamanya bersungkeman dengan seseorang yang lebih tua darinya. Delia pun langsung cipika-cipiki dengan Cilla.
"Calon istri Kamu cantik Andreas, tapi Aunty berharap jangan lakukan hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita ajarkan padamu," ujarnya.
Arya hanya tersenyum, tahu apa yang dilakukan keponakannya walaupun mereka tidak berbicara.
__ADS_1
Andreas dan Cilla saling berpandangan dan tersenyum malu-malu. Pricilla yang emang dari kecil sudah diajarkan bahasa Kakek dari Mommynya, sehingga mampu dan untuk segera beradaptasi. Sehingga tidak menyulitkan dirinya untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan anggota calon suaminya.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..