
Tiba-tiba dari arah yang berlawanan di depan belokan pertigaan jalan di depannya ada mobil yang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi juga dengan mobil berwarna merah.
Zoe bahkan tidak menurunkan laju mobilnya malahan semakin menambah kecepatannya. Entah kenapa Zoe tidak menurunkan kecepatan mobilnya dan seakan-akan menantang pengendara mobil merah itu.
Zoe jelas-jelas sudah berada di jalur benar sesuai aturan rambu-rambu lalu lintas walaupun sedikit cepat sih laju mobilnya. Tetapi ketika akan membelokkan arah mobilnya, mobil merah tersebut mengambil jalur yang salah, seharusnya itu jalur yang harus dilalui oleh mobil putih Lamborghini milik Zoe.
Karena tidak bisa menghindar lagi dengan terpaksa Zoe menabrakkan mobilnya ke mobil merah Ferrari tersebut, tabrakan pun tidak terelakan lagi.
"Bruuuuukkkkk!!!!!
Suara dentuman tabrakan dari kedua mobil itu cukup nyaring dan menggema ke sekitar area jalan tersebut. Sehingga membuat laju lalu lintas di sana terganggu.
"Aaaahhhhhh!!" teriak Amanda dengan wajahnya yang dia tutupi.
Mesin mobilnya mereka sama-sama mengeluarkan asap. Zoe belum keluar untuk memeriksa kondisi mobilnya, baginya kalau rusak tidak masalah ada jasa asuransi yang akan mengurusnya.
__ADS_1
Bahkan sedikit pun tidak khawatir dan tidak ada raut ketakutan dari wajahnya. Sedangkan Amanda beda halnya yang Dia rasakan. Amanda sedikit terkejut dengan insiden itu.
Amanda sudah berhasil memenangkan dirinya sendiri dengan minum air putih kemasan yang kebetulan ada di dalam mobilnya Zoe.
Sedangkan Zoe hanya terdiam mematung dan tidak histeris karena baginya itu hal biasa saja. Zoe hanya memangku tangannya di depan dadanya dan menunggu pemilik mobil tersebut turun dari mobilnya.
Zoe sudah tahu siapa pemilik mobil tersebut karena salah satu temannya sewaktu mereka masih SMA dulu. Zoe sangat hafal dengan sifat dan karakternya gadis yang berada di balik kemudi.
"Zoe mobil kamu berasap loh, Ayuk kita periksa," ajak Amanda yang sudah bersiap Ingin memutar kenop pintu, tapi langsung dicegah oleh Zoe dengan menggelengkan kepalanya.
"Tidak usah khawatir dengan kondisi mobilku, Kita tunggu saja sampai dia keluar, dalam hitungan tiga dia pasti sudah keluar, tiga, dua, satu," ucap Zoe yang yakin jika dalam hitungan tiga Pricilla akan keluar dari mobilnya.
Benar apa yang dikatakan oleh Zoe, dalam hitungan ke tiga, Pricilla berhasil keluar dari dalam mobilnya.
Ia berjalan bak model di atas Catwalk saja dengan riasan wajah yang cukup tebal padahal hanya cukup make up tipis saja akan membuat dia lebih cantik dari sekarang.
__ADS_1
Cilla berjalan ke arah mobil Zoe lalu mengetuk dengan keras kaca jendela pintu mobilnya.
"Hey!! keluar kau!" teriak Cilla yang menggedor terus kaca pintu mobilnya Zoe.
Zoe sedikit pun tidak memperdulikan perkataan dan teriakan dari Margaretha Agatha Pricilla. Zoe ingin melihat apa kah reaksinya Cilla masih seperti dahulu. Tapi, ternyata dugaan Zoe salah dan keliru.
Pricilla sudah pintar menyembunyikan karakter aslinya yang suka marah-marah dengan umpatan kasarnya seperti dahulu sewaktu mereka sering beradu mulut.
Pricilla setelah kehadiran Zoe di sekolahnya seakan-akan mendapatkan saingan yang berat. Zoe mampu mengalahkan kepopuleran Cilla di sekolahnya saat itu.
Bahkan kecantikan alami dari Zoe mampu membuat semua siswa cowok tergoda dan tertarik padanya, hingga Zoe dinobatkan menjadi Siswi yang cantik dan memiliki segudang talenta dan bakat yang memumpuni membuatnya iri hati.
Sejak itu lah genderang perang ditabuh oleh Cilla Seorang sedangkan bagi Zoe dia tidak pernah menganggap Cilla adalah saingannya. Apa lagi setelah tahu kalau mereka sama-sama dari Indonesia Jakarta.
Zoe pun membuka pintu mobilnya dan langsung tersenyum ke arah Cilla.
__ADS_1
"Hey Margaret Agatha Pricilla," kata itu yang mampu terlontar dari mulutnya Zoe.
Pricilla tidak menyangka jika dia akan bertemu kembali dengan Zoe dalam keadaan seperti ini. Cilla pun hanya membalas Zoe dengan tatapan meremehkan.