
Dengan wajah jutek dan dinginnya, Agung sedikit mendorong tubuh tinggi semampai milik Cilla dengan sedikit kasar dan kuat.
Cewek itu adalah Margaretha Agatha Pricilla gadis keturunan Inggris Indonesia itu adalah perempuan yang sedari dulu mengejar dan terobsesi padanya.
Walaupun Agung sama sekali tidak pernah menggubrisnya sedikitpun, bahkan tidak ingin memberikan harapan palsu pada Cilla nama panggilannya. Tetapi Pricilla selalu mendekati Agung dengan berbagai cara.
Bahkan untuk menghindarinya Agung terpaksa menyembunyikan status dan jati dirinya serta alamat rumahnya hingga sudah empat kali pindah rumah hanya karena gadis gila itu.
Agung sudah tidak tahu caranya untuk menghindar dan memberikan alasan yang seperti apa agar berhenti mengejarnya.
"Ya Allah semoga Amanda jika mengetahui siapa Cilla nanti bisa mengerti," batinnya Agung.
Agung sudah sangat jenuh dan ilfil dengan sikap dan perilaku dari Cilla.
"Stop!!!! tolong jangan dekati saya lagi dan berhenti untuk menyentuhku apapun alasannya, Saya tidak ingin gara-gara Kamu tunangan saya marah dan cemburu," sarkas Agung.
Agung berpindah posisi tempatnya berdiri dari hadapan Cilla. Dengan wajahnya yang dibuat garang oleh Agung agar nyalinya Cilla menciut dan tidak bakalan lagi berani untuk mengganggunya.
"Aku tidak percaya dengan omong kosong dan bualan Kamu sayang, kalau Kamu benar-benar sudah punya tunangan tolong perlihatkan padaku kalau bisa pertemukan aku dengannya," tutur Pricilla yang tidak percaya dengan semua perkataan yang diucapkan oleh Agung.
Pricilla menantang Agung. Sejak dari dulu Agung selalu bicara seperti itu, tapi buktinya selalu tidak ada yang berakhir hanya sekedar isapan jempol belaka saja.
__ADS_1
Sehingga Cilla semakin gencar mengejar Agung untuk mendapatkan cintanya.
"Baiklah kalau Kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan baiklah, besok kita ketemu di Kafe yang ada di sekitar Kampus Harvard University, pukul 03.00 sore," jelas Agung dengan tegas lalu buru-buru masuk ke dalam rumahnya.
Agung merasa sudah jijik melihat Pricilla yang seperti wanita murahan yang tidak punya harga diri sedikit pun. Dia selalu mengejar pria yang tidak pernah menyukainya, bahkan hanya sekedar untuk menoleh sekilas pun tidak ada niat sedikitpun.
Cantik itu sudah pasti, dengan postur tubuh ideal layaknya gadis asli London kebanyakan, rambut hitam kecoklatan dengan warna mata perpaduan antara mata khas Indonesia pribumi dengan warna mata abu-abu kebiruan milik Pria Amerika.
Pria mana yang tidak akan jatuh cinta padanya, lahir dari keluarga kaya Papanya seorang pengusaha sukses yang berada di Indonesia yang masuk di jajaran orang paling berpengaruh dan kaya.
Tapi bagi Agung itu tidak penting dan tidak ada gunanya di mata dan hatinya. Hanya satu nama yang sudah terpatri dan terukir dengan sangat jelas sejak masih berumur 10 tahun.
Agung juga berniat menikahi gadis cilik yang berhasil membuat segala dunianya teralihkan oleh pandangan mata coklat miliknya itu.
Agung menutup keras pintunya hingga tembok pun ikut bergetar saking kuatnya menutup pintu itu.
"Ok, Aku akan mengikuti sesuai perkataanmu, aku yakin dengan sangat jika perempuan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Aku Margaretha Agatha Pricilla Hastono," gumamnya dengan pedenya.
Cilla kecewa dengan penolakan dari Agung, tapi sama sekali tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mengejar dan meraih cintanya Agung pria idamannya sejak lima tahun silam.
"Kalau aku tidak berhasil aku akan melakukan hal yang diluar batasan ku lagi," tuturnya sambil menyunggingkan senyum liciknya itu.
__ADS_1
Pricilla berjalan dan masuk ke dalam mobilnya. Apa yang dilakukan oleh Cilla mendapatkan dukungan penuh dari Maminya sedangkan Papinya sedikitpun tidak tahu kejelekan sifat putrinya.
Amanda sudah berbaring di atas ranjang king size-nya, tapi sampai sekarang belum juga bisa memejamkan matanya.
Setiap kali matanya ingin tertutup rapat, bayang-bayang Agung selalu datang menghantuinya. Wajah Agung selalu terlintas di pelupuk matanya yang seakan-akan menari.
Hingga jam 02.00 malam matanya masih terjaga yang kadang membuat senyuman manis nan tulus tersungging di bibirnya. Jika kembali harus mengingat kejadian sewaktu Agung dengan keberaniannya mencium keningnya.
"Kalau gini terus aku tidak bisa tidur."
Amanda sudah berteriak di dalam kamarnya,agar suaranya tidak sampai kedengaran hingga keluar, Amanda menutupi mulutnya dengan bantal.
"Seperti inikah rasanya sedang jatuh cinta? emang sejak dahulu Aku mengidolakan sosok Pak Alexander Agung, tapi hanya sekedar mengagumi dan mengidolakannya saja, tapi disaat beliau datang melamarku, hidupku serasa jungkir balik gini amat yah," tawa Amanda membahana hingga ke sudut ruangan kamarnya.
Amanda tidak percaya jika Pak Agung dosen killer ternyata akan menjadi calon suaminya nanti. Amanda serasa bermimpi dan masih keheranan dengan kenyataan yang ada.
Beberapa jam kemudian, saat hampir masuk waktu shalat subuh barulah Amanda bisa terlelap dalam tidurnya. Sedangkan kedua saudaranya yang sudah terlelap sedari lama sudah terbangun dari tidurnya dan mereka bersiap untuk shalat subuh. Mereka tidak membangunkan Amanda karena kebetulan Amanda lagi datang tamu bulanannya.
Mentari pagi sudah menyinari bumi dengan cahayanya yang berkilauan. Cahayanya mampu menghangatkan seluruh alam semesta.
Kicauan burung-burung yang bertengger di atas dahan ranting pohon semakin menambah syahdunya suasana pagi itu. Daun-daun banyak yang berguguran tertiup angin.
__ADS_1