
"Iya betul tuh, Delia sangat membantu kami saat kami ingin belajar masak, karena kami Ingin semua makanan yang masuk ke dalam perut suami kami adalah buatan dari tangan kami sendiri," tuturnya Dessy.
"Iya Mama selama Dessy bisa masak, Aku semakin betah makan di rumah dan tidak tahu kenapa makanan yang dimasak Dessy selalu membuat aku cepat kenyang dan ada yang lain kalau bukan masakan Dessy yang aku makan," ungkap Dimas yang ikut berkomentar.
"Kok kita sama yah, aku pun begitu jika jam makan siang sesibuk apapun aku pasti Aku menyuruh Rina datang ke kantor untuk membawa makanan siangku, kecuali kalau aku terpaksa makan di luar jika ada klien yang menginginkan ditemani makan siang ataupun malam," timpal Emre.
"Ternyata pengaruh masakan istri sendiri lebih dari segalanya dibanding dengan Chef atau koki handal dan terkenal sekali pun," sahutnya Arya.
"Ayah kalian pun begitu, jika beliau tidak Makan masakan Mama dalam sehari saja pasti ada yang serasa hilang dari dalam hidupnya," ujarnya Mama Elisabeth yang kembali teringat dengan masa lalunya bersama almarhum Wiguna.
Mereka duduk di ruang tengah sambil mencicipi kue kering sambil menunggu waktu imsakiyah dan mereka ingin ke mesjid shalat subuh berjamaah. Mesjid tersebut tidak jauh dari kediaman Utama Keluarga Wiguna.
Masjid tersebut didirikan atas dasar keinginan dari pak Wiguna yang ingin mendirikan masjid tersebut untuk masyarakat umum yang ada di sekitar lokasi tempat kediamannya. Dan masjid tersebut berdiri dan pembangunan rampung sebelum Pak Wiguna meninggal dunia.
Adzan berkumandang dari toa Mesjid, Mereka bersiap ke Mesjid berbondong-bondong dan hanya berjalan kaki. Baby Zi dan anak-anak mereka pun ikut bersama untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah.
Setiap hari Mesjid tersebut didatangi oleh banyaknya jamaah yang datang untuk melaksanakan shalat berjamaah atau pun singgah jika, dalam perjalanan mereka belum sempat shalat bahkan ada yang mengatakan kalau mereka sengaja datang shalat di masjid tersebut.
Karena penasaran dan juga ingin merasakan shalat di mesjid nan megah dan cantik serta difasilitasi dengan fasilitas yang lengkap dan memadai. Beberapa hari kemudian, Hyuna sempat dilarikan ke RS karena sempat drop karena tiba-tiba perutnya sakit.
Sehingga Alan membawa Hyuna ke rumah sakit untuk memberikan perawatan. Dokter sudah menangani Hyuna yang sudah berbaring di bangkar rumah sakit. Alan sangat khawatir dengan kondisi Hyuna dan calon bayinya. Setelah beberapa saat, Dokter selesai memeriksa kondisi Hyuna.
"Gimana dengan kondisi istriku Dok?" tanya Alan yang keringat dingin sudah saling takutnya.
"Alhamdulillah kondisi kesehatan bayi dan ibunya sudah membaik dan ini terjadi karena dulu istrimu pernah sakit dibagian rahimnya yang berefek samping pada kondisi janin kalian, tapi insya Allah kondisi mereka akan kembali baik setelah mengikuti beberapa tahap pengobatan dan meminum obat dengan rutin," Jelas Dokter Aulia.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau kondisi mereka dalam kondisi yang baik-baik saja," ucap Alan.
"Tolong Alan ke Apotek untuk menebus obat ini," ucap Dokter Aulia.
Setelah kepergian Alan, dokter Aulia mendekat ke arah ranjang Hyuna.
"Dulu Kakak sudah bilang sama kamu untuk mengikuti terapi agar penyakitmu sembuh total dan karena kamu bandel tidak mau mendengar perkataan Kakak yah gini jadinya, tapi kalau kamu rutin minum obat dan menjaga emosi kamu pasti kamu akan baik-baik saja". ucap Dokter Aulia.
"Makasih banyak kakak' ucap Hyuna.
"Ingat kamu itu sedang hamil dan tolong jangan mudah terpengaruh dengan isu dan kabar angin tentang suami kamu dan kamu perbanyak sholat meminta petunjuk kepada Allah SWT agar cobaan yang kamu hadapi bisa terselesaikan dengan baik" ucap Aulia panjang lebar.
"Kok Kakak bisa tahu dengan kabar itu?." tanya Hyuna yang heran.
"Aku tahu dengan pasti apa yang kamu hadapi dengan Alan dan aku pun tahu siapa perempuan itu yang ingin merusak rumah tanggamu," jelasnya Aulia.
"Tapi aku yakin Alan tidak akan mudah tergoda bahkan tidak akan melirik perempuan lain selain kamu dan kamu tidak boleh mudah percaya dengan apa yang mereka katakan tentang suami kamu, ingat ada bayi dalam kandungan kamu yang harus kamu jaga dengan baik" ucap Aulia.
Hyuna terdiam sesaat sebelum menganggukkan kepalanya. Hyuna pun sudah lega karena sudah bisa mengeluarkan beban fikiran yang mengganjal selama ini.
"Makasih banyak atas masukannya kakak," ucap Hyuna.
Pintu ruangan perawatan Hyuna terbuka dan masuklah Alan dengan menggenggam bungkusan obat yang sudah dia tebus di apotek. Aulia pun langsung berdiri dan pamit untuk kembali ke ruangannya.
"Jaga baik-baik istrimu jangan biarkan istrimu terbebani dengan pemikiran yang tidak-tidak," tutur Aulia sambil memukul lengan Alan.
__ADS_1
Alan hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Aulia. Dan sudah mengerti dengan keadaan Istrinya. Alan berjanji akan membuat Istrinya tidak lagi terbebani dengan pemikirannya sendiri. Semoga tidak ada lagi hal seperti ini dikemudian hari.
silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan my queen heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
__ADS_1
makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah....