
Semua ipar dan keponakannya malam itu dengan khusus datang ke Indonesia hanya untuk meramaikan ulang tahun Delia yang ke 48 itu. Delia sangat bersyukur karena dihari bahagia dan pentingnya itu, semua orang terpenting dalam hidupnya hadir ditengah-tengah Mereka untuk merayakannya.
"Mama sangat bahagia, bukan karena semua kado ulang tahun yang kalian berikan, tapi karena kalian ada di sini memberikan doa yang tulus untukku dan pastinya saya sangat berterima kasih kepada kalian semua atas kadonya." batinnya Delia.
Perayaan ulang tahun Delia malam itu cukup meriah. Kedatangan seluruh anggota keluarganya baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kebahagiaan itu semakin bertambah saat Elang dan rombongan keluarganya datang melamar Zoeya Saldana.
Awalnya mereka tidak ada satupun yang menyangka jika hari itu Elang datang melamar Zoeya. Semuanya dalam mode terkejut dan sekaligus bahagia.
"Alhamdulillah, kami sangat bahagia karena niat baik kami untuk menghalalkan hubungan mereka diterima dengan tangan terbuka," ucap pamannya Elang.
Mama Elisabeth menatap dengan wajah yang sumringah kearah pamannya Elang lalu menimpali perkataannya,"Kami yang seharusnya berbicara seperti itu, karena Elang pria yang baik dan serius untuk menikahi putri kami Zoe, dan semoga Elang bisa membahagiakan cucuku itu."
"Insya Allah Nek, Saya tidak bisa janjikan sesuatu yang belum bisa terjadi, tapi satu hal yang perlu nenek tahu, cintaku pada Zoe tulus dan besarnya cintaku padanya melebihi pada diriku sendiri," sahut Elang lalu menatap ke arah Mama Elisabeth bergantian dengan Zoe.
Mereka duduk santai di ruang keluarga, sambil menikmati makanan yang disuguhkan oleh mereka. Makanan kali ini, dimasak oleh Dessy, Rina, Emilia, Eliana dan Hyuna dengan penuh kasih sayang.
Mereka dengan susah payah memasak dan hasilnya sangat memuaskan dan membuat mereka kenyang dengan cita rasa makanannya yang mereka buat.
"Kalau gitu kita cicipi makanan yang sudah tersedia, karena kita sudah sepakat satu minggu kemudian pernikahan Elang dan Zoe akan dilaksanakan, pernikahan Amanda dengan Alexander Agung juga akhirnya akan kita laksanakan yang sudah cukup lama tertunda karena kesibukan Agung serta kematian Mark papinya," jelas Arya.
"Apa Nak Agung tidak permasalahkan jika kalian menikahnya bersamaan dengan Elang?" Tanyanya Adrian yang menatap ke arah Agung.
Agung yang ditanya seperti itu membalas menatap ke arah Adrian lalu menjawabnya," insya Allah, saya setuju dan tidak mempermasalahkannya sedikit pun," ujarnya dengan tersenyum.
"Syukur Alhamdulillah kalau gitu, kita sudah sepakat untuk menikahkan mereka satu minggu lagi dari sekarang, dan masalah persiapannya kita bersama-sama mengerjakannya, saya akan turun langsung membantu pelaksanaannya," jelas Delia.
__ADS_1
"Kapan makannya kalau kita bicara terus," gurau Eliana.
"Iya betul sekali, kalau bicara itu tidak ada habisnya tapi, perut juga butuh untuk diisi sepertinya sudah memberontak dari tadi," timpal Aditya.
Mereka semua menuju meja makan, Pricilla yang sedari tadi sesekali merasakan kesakitan dibagian perutnya hanya mengelus dengan lembut tapi di wajahnya nampak dengan jelas.
Semua menikmati dengan penuh semangat makanan yang tersaji di depan mereka. Semua menu makanan yang tersaji di atas meja khas Indonesia. Beberapa saat kemudian, mereka satu persatu menyelesaikan makannya. Hingga perhatian mereka teralihkan saat Pricilla berteriak kencang dan memegang bagian perutnya.
"Aaahhh sakit!!!" Teriak Pricilla yang baru berjalan beberapa langkah meninggalkan meja makan.
Andreas yang berada di sampingnya segera menggendong tubuh istrinya dengan ala bridal style ke arah pintu. Semua orang panik melihat hal tersebut.
"Sepertinya Pricilla akan melahirkan," ucap Delia.
"Iya, Emilia kamu akan segera jadi Nenek," ucap Dessy.
"Sayang, kamu di rumah saja, kamu kan sedang hamil butuh istirahat yang cukup juga, kasihan dede bayinya nanti," tutur Zack yang melarang istrinya ikut ke RS.
"Tidak mau, aku harus lihat ponakanku itu dengan ibunya saat mereka lahir ke dunia ini," ujarnya Keyna yang ngotot ingin ikut dan tidak mau mendengar larangan suaminya yang terlalu posesif dan over protektif itu.
Zack yang sudah memutar otaknya untuk menyakinkan agar Key tidak ikut, akhirnya pasrah juga dengan keadaan. Dia tidak ingin melihat wajah sedih yang diperlihatkan oleh Key di depannya.
****************
__ADS_1
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...